Loading...

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI PUPUK ORGANIK TANAMAN

PEMANFAATAN  LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI PUPUK ORGANIK TANAMAN
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI PUPUK ORGANIK TANAMANOleh. FIDEL KASFARPupuk organik yaitu pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik, misalnya pupuk kandang, kompos dan guano. Pupuk alam yang tidak termasuk pupuk organik adalah rock phospat, yang umumnya berasal dari batuan sejenis apatit (Ca3(PO4)2).3 Berdasarkan bentuknya pupuk organik dibedakan menjadi:a. Pupuk organik padat yaitu pupuk yang umumnya mempunyai kelarutan beragam mulai yang mudah larut dalam air sampai yang sukar larut air. b. Pupuk organik cair adalah yaitu pupuk berupa cairan yang cara penggunaannya dilarutkan terlebih dahulu dengan air.Bahan baku pupuk cair yang sangat bagus yaitu bahan organik basah atau bahan organik yang mempunyai kandungan air tinggi seperti sisa buah-buah dan sisa sayuran (wortel, labu, sawi, selada, kulit jeruk, pisang, durian kol). Semakin besar kandungan selulosa dari bahan organik (C/N ratio) maka proses penguraian oleh bakteri akan semakin lama. Industri tahu dalam proses pengolahannya menghasilkan limbah baik limbah padat maupun cair. Limbah cair tahu dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan dan pencetakan tahu, oleh karena itu limbah cair yang dihasilkan sangat tinggi. Pengusaha industri tahu mengalami kesulitan dalam mengelola limbah. Sehingga tidak jarang pengusaha industri tahu membuang limbah cair tersebut tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Limbah cair tahu merupakan bahan yang tidak dibutuhkan manusia, akan tetapi limbah tersebut menyimpan bermacam-macam unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan.Limbah cair tahu dapat diumpamakan sebagai bumi yang mati. Limbah tersebut dapat dijadikan produk seperti pupuk organik yang bermanfaat bagi kehidupan makhluk hidup khususnya tanaman. Tanaman merupakan sumber makanan bagi manusia dan hewan untuk menghasilkan energi. Limbah tahu mengandung unsur hara makro, vitamin B terlarut dalam air, protein 40-60%, karbohidrat 25-50% dan lemak 10%. Adanya kandungan unsur hara, limbah cair tahu dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Pemanfaatan limbah cair tahu sudah banyak dilakukan penelitian seperti yang dilakukan oleh Aris Sutrisno dkk. mengenai fermentasi limbah cair tahu dengan menggunakan EM4 sebagai alternatif nutrisi hidroponik.Efektif Mikroorganisme 4 (EM4) terdiri dari kultur campuran beberapa mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Effective microorganisms 4 (EM4) mengandung spesies terpilih dari mikroorganisme utamanya yang bersifat fermentasi, yaitu bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.), Jamur fermentasi (Saccharomyces sp), bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas sp.) dan Actinomycetes. Bakteri asam laktat (Lactobacillus sp.) bakteri tersebut dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan dan dapat meningkatkan percepatan perombakan bahan-bahan organik. Saccharomyces sp. menghasilkan zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim yang berfungsi meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Bakteri fotosintetik (Rhodopseudomonas sp.) mengeluarkan senyawa-senyawa nitrogen (asam amino) yang dikeluarkan bakteri fotosintetik yang berguna sebagai substrat. Actinomycetes merupakan suatu mikroorganisme yang struktur tubuhnya merupakan antara bakteri dan jamur. Actinomycetes memiliki bentuk tubuh menyerupai fungi karena pada fase vegetatifnya mempunyai filamen halus. Actinomycetes menghasilkan zat-zat anti mikroba yang dapat menekan pertumbuhan jamur dan bakteri. EM4 pertanian akan aktif memfermentasi bahan organik (sisa-sisa tanaman, pupuk hijau, pupuk kandang dan lain-lain) yang terdapat dalam tanah. Hasil fermentasi bahan organik adalah berupa senyawa organik yang mudah diserap langsung oleh perakaran tanaman. Pemberian bahan organik ke dalam tanah tanpa di inokulasi EM4 dapat menyebabkan pembusukan bahan organic.Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan pupuk cair organik adalah:1. Ember ukuran 80 L2. Derijen 20 L3. Plastik4. Tali Karet5. Sebatang Kayu sebagai pengadukSedangkan bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk cair organik adalah:1. Limbah Tahu 40 L2. Air Kelapa 20 L3. Alkohol 70% 250 ml4. EM4 120 ml5. Gula Putih 1 kg6. Air 20 LProsedur KerjaAdapun prosedur kerja dalam percobaan ini adalah:1. Isi ember ukuran 8 L dengan air bersih, kemudian larutkan gula 1 kg dalam air tersebut.2. Tambahkan EM4 120 ml ke dalam larutan yang sudah dibuat sebelumnya, kemudian diamkan ± 30 menit.3. Siapkan ember ukuran besar ukuran 80 L, kemudian masukkan limbah tahu dengan volume 40 L.4. Masukkan alcohol 70% 120 ml ke dalam ember yang yang berisi limbah tahu, sambil diaduk-aduk hingga larutan sudah dianggap homogen.5. Sambil diaduk-aduk kembali masukkan air kelapa dengan volume 20 L.6. Setelah dianggap larutan homogen, tambahkan larutan air yang telah dicampur dengan EM4 ke dalam ember penampung (komposter).7. Kemudian tutup dengan plastic dan ikat dengan tali karet pengikat, biarkan proses fermentasi berlangsung SumberFitriyah, N.R. (2011). Studi Pemanfaatan Limbah Cair Tahu Untuk Pupuk Cair Tanaman (Studi Kasus Pabrik Tahu Kenjeran). Surabaya: Teknik Lingkungan.Munawaroh, Sustina dan Pharmawati. (2013) Penyisihan Parameter Pencemar Lingkungan Pada Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Effektif Mikroorganisme 4 (EM4) Serta Pemanfaatannya. Jurnal Institut Teknologi Nasional.http://www. biojanna.org. Unsur Kimia Dalam Buah Kelapa.