Loading...

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT BIOGAS SEBAGAI PUPUK ORGANIK

PEMANFAATAN LIMBAH PADAT BIOGAS SEBAGAI PUPUK ORGANIK
Pupuk organik merupakan pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik berperan memperbaiki unsur fisik, kimia, dan biologi tanah.Berdasarkan bentuknya, pupuk organik dibagi menjadi dua yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk organik cair dapat dibuat dari limbah seperti sisa-sisa tanaman (jerami, daun, sekam padi, ampas tebu, sampah dan sebagainya), kotoran hewan, urine, limbah hewan, dan limbah sayuran melalui kondisi khusus, kelembapan dan aerasi. Bio slurry adalah campuran kotoran dan air ke dalam bangunan biogas berwujud setengah cairan dinamakan "slurry mentah". Slurry yang belum dicerna ini melalui proses pencernaan anaerobik atau fermentasi di dalam digester biogas dan berubah menjadi bahan bakar gas yang dinamakan "biogas". Sisa dari fermentasi keluar sebagai lumpur yang dikenal sebagai "bio-slurry tercerna". Komposisi Limbah Biogas tergantung dari suapan dan jumlah air yang ditambahkan ke kotoran. Ketika kotoran dicampur dengan jumlah air yang sama, setelah pencernaan komposisi Limbah Biogas tercatat sebagai : 93% air dan 7% bahan kering. Nitrogen (N), Phosphorus (P) dan Potassium (K) merupakan nutrisi yang amat diperlukan tanaman. Konten NPK di cairan Limbah Biogas masing – masing adalah 0.25, 0.13 dan 0.12%. Desa Glodog, Kecamatan Palang secara geografis terletak di Kabupaten Tuban sebelah Timur, dimana secara umum merupakan daerah lahan pertanian yang subur dan daerah nelayan. Selain itu, desa Glodog juga merupakan salah satu desa yang mempunyai potensi peternakan, terutama sapi. Dalam usaha penggemukan sapi potong, masyarakat Desa Glodog masih beternak secara konvensional, tetapi pada tahun 2015 mendapat pelatihan dari PT. Exxon Mobile tentang beternak sapi, sekarang sudah mulai melakukan budidaya secara intensif dengan pemberian konsentrat dan memantau pertambahan berat dengan penimbangan secara rutin. Dari kegiatan budidaya sapi ini, muncul masalah kotoran sapi yang belum dimanfaatkan. Pada 2016, dengan difasilitasi oleh PT. Exxon Mobile, dibuat digester pengolah kotoran ternak menjadi biogas. Dari kegiatan pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas ini, akhirnya petani di desa Glodog ini melihat potensi lain yaitu bio slurry (by proses) dari biogas yang belum dimanfaatkan. Dengan pendampingan dari Exxon beserta penyuluh pertanian setempat, para petani belajar untuk membuat pupuk organik dari limbah biogas ini. Setelah hasilnya cukup bagus, didiirikan sub kelompok " TUNAS " yang mempunyai tugas dan fungsi sebagai kelompok penghasil pupuk organik limbah biogas yang diberi merk dagang "Super Glonik" yang artinya super Glodog Organik. Karakter Limbah Biogas 1. Karena telah terfermentasi sepenuhnya, Limbah Biogas tidak bau dan tidak mengundang lalat.2. Limbah Biogas mengusir rayap dan hama yang tertarik pada kotoran mentah.3. Penggunaan Limbah Biogas mengurangi pertumbuhan rumput liar hingga 50%.4. Limbah Biogas adalah kondisioner tanah yang sangat bagus, menambah humus dan meningkatkan kapasitas kandungan air dalam tanah.5. Limbah Biogas bebas pathogen. Fermentasi kotoran di dalam reaktor membunuh organisme penyebab penyakit tanaman.Cara pembuatan pupuk bokashi padat dari limbah biogas ini adalah setelah keluar dari outlet, limbah Biogas padat ini dikeringkan secara alami selama kurang lebih 3 sampai 4 minggu. Untuk memperpendek siklus, bisa kita tambahkan dekomposer (EM – 4) sehingga proses lebih cepat. Selanjutnya, setelah kering digiling dengan chopper. Hasil ini dikemas menggunakan sak dengan kapasitas 40 kg yang dijual seharga Rp. 20000,-/sak. Limbah Biogas padat dapat langsung digunakan, baik sebagai media tanam maupun sebagai pupuk organik.