PEMANFAATAN LIMBAH PEPAYA CALIFORNIA SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN MOL (Mikro Organisme Lokal)
Populasi tanaman pepaya california di Pekon Tugupapak Kecamatan Semaka semakin hari semakin meningkat. Banyaknya panen buah pepaya yang ada di pekon tersebut membuat harganya semakin tidak stabil. Banyak petani yang merugi akibat harga yang tidak stabil dan banyaknya buah yang tidak dibeli oleh pengepul, sehingga banyak buah yang dibuang di sungai atau di pinggir-pinggir kebun pepaya hingga menjadi limbah dan banyak mengundang lalat buah. Sumiyati, ketua KWT Mentari Pekon Tugupapak berinisiatif memanfaatkan limbah pepaya yang tidak dibawa oleh pengepul untuk dijadikan sebagai bahan utama pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal). Ibu tiga anak ini menganjurkan kepada seluruh anggota KWT nya untuk membuat MOL dari limbah pepaya yang ada dilingkungannya. MOL merupakan cairan yang mengandung mikro organisme hasil produksi sendiri dari bahan-bahan alami disekeliling kita (lokal), dimana bahan-bahan tersebut sebagai tempat media untuk hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna dalam mempercepat penghancuran bahan-bahan organik (decomposer) atau sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman. Larutan MOL mengandung unsur hara mikro dan makro dan juga mengandung bakteri yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan sebagai agen pengendali hama dan penyakit tanaman, sehingga MOL dapat digunakan sebagai pendecomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organik terutama sebagai fungisida. Manfaat MOL sebagai berikut:1. Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) untuk tanaman maupun kolam2. Sebagai decomposer atau biang kompos untuk pembuataan kompos3. Sebagai pestisida nabati untuk mengusir hama tanaman Alat-alat yang digunaakan:1. Ember cat 20 liter atau derigen 30 liter2. Kain penutup ember3. Tali pengikat kain penutup Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat MOL Pepaya:1. Buah pepaya matang : 5 buah2. Air Kelapa : 5 liter3. Air cucian beras : 2 liter4. Gula merah / putih : 0,5 kg5. 5 tutup biang bakteri probiotik Cara Membuat :1. Siapkan ember cat atau derigen sebagai wadah2. Masukkan air cucian beras dan air kelapa ke dalam wadah3. Tumbuk limbah pepaya hingga halus4. Larutkan Gula merah / putih ke dalam air hangat, aduk hingga larut, kemudian masukkan larutan gula ke dalam ember5. Masukan hasil tumbukan buah papaya ke air cucian beras dan air kelapa6. Aduk hingga merata dan simpan7. Tutup dengan kain penutup dan di ikat rapat8. Setiap pagi hari atau 1x24jam sekali di buka dan di aduk kemudian di tutup kembali hingga rapat9. Biarkan 15- 30 hari atau semakin lama semakin bagus Cara Penggunaan:1. Setelah disimpan sekurang-kurangnya15 hari, sebelum digunakan MOL pepaya disaring menggunakan kain kasa2. Dosis yang dipakai untuk mol pepaya adalah 2 liter/tangki ukuran 14 liter3. MOL papaya diberikan pada tanaman padi berumur 15 HST dengan interval pemberian 2-3 kali perminggu4. Waktu penyemprotan pada jam 06.00 – 08.30 Selamat Mencoba, semoga lingkungan menjadi bersih dan go organik Disajikan olehKrisna Yusuf, S.P.PPL Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus