Komoditas hortikultura menyumbang sekitar 21% dari PDB sektor pertanian dan menduduki urutan kedua setelah subsektor tanaman pangan, sumbangan terbesar berasal dari buah-buahan sebesar 48.217 miliar rupiah (Ditjen Hortikultura. Salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai prospek cerah untuk tujuan ekspor maupun pasar dalam negeri adalah manggis (Garcinia mangostana, L). ekspor manggis menempati urutan pertama ekspor buah Indonesia yaitu sekitar 9,64% dari total ekspor 26 jenis buah-buahan. Meskipun manggis sudah dapat diekspor, namun belum didukung oleh ketersediaan buah dengan mutu yang tinggi. Relatif rendahnya mutu buah manggis disentra produksi, dikarenakan pengelolaan kebun bersifat tradisional dan system produksinya masih bergantung pada alam. Salah satu permasalahan dalam produksi buah manggis adalah serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)diantaranya yaitu semut, kutu putih, buah burik dan getah kuning. Jika diamati secara seksama, meningkatnya serangan OPT pada manggis banyak disebabkan oleh faktor kondisi tanaman itu sendiri dan interaksinya dengan lingkungan. Contohnya, kondisi tanaman yang terlalu rimbun. Pohon yang terlalu rimbun akan meningkatkan kelembapan kanopi yang sangat sesuai bagi perkembangan OPT. Salah satu solusi mengatasinya adalah dengan memangkas pohon manggis. Tanaman manggis menghasilkan buah di ujung ranting karena mempunyai sistem terminalis. Dengan demikian, produksi bunga sangat dipengaruhi oleh banyaknya ujung ranting. Hasil penelitian dan pengembangan manggis dari PKHT IPB menunjukkan adanya perbedaan distribusi atau kepadatan populasi buah pohon manggis berdasarkan umur tanaman. Tanaman muda yang berumur sampai dengan 25 tahun mempunyai tipe cabang sekunder yang rapat dari pangkal hingga ujung. Produksi bunga dan buah lebih banyak di cabang tengah bagian daam dan cabang tengah bagian tengah. Cabang bagian luar dan bagian atas tajuk tanaman lebih banyak menghasilkan tunas vegetatif. Tanaman dewasa dengan umur 50 tahun mempunyai tajuk yang lebar dan rapat, sehingga cabang sekunder serta ranting bagian dalam ternaungi. Akibat naungan tersebut, cabang sekunder bagian dalam banyak yang mati sehingga cabang sekunder banyak terdapat di ujung atau bagian luar kanopi. Oleh karnea itu, produksi buah pada tanaman dewasa sebagian besar dihasilkan oleh ranting yang berada di bagian luar. Ranting dari tanaman tua yang berumur lebih dari 50 tahun banyak yang gugur. Hal tersebut menyebabkan sinar matahari dapat menembus kanopi bagian dalam dan merangsang tumbuhnya tunas-tunas air (bagian ini sebaiknya dipangkas). Bunga dan buah lebih banyak dihasilkan di kanopi tengah, baik pada bagian dalam maupun tengah. Pemangkasan merupakan kegiatan pemotongan cabang dan ranting yang tidak produktif, kering dan ranting yang mengarah ke dalam, tunas air dan ranting yang terserang OPT. Pemangkasan akan menyeimbangkan alokasi karbohidrat pada tubuh tanaman sehingga menjaga kesehatan tanaman, meningkatkan produktivitas dan kualitas buah. Tujuan pemangkasan yaitu: a) membentuk percabangan tanaman yang ideal, b) merangsang pertumbuhan tunas-tunas produktif, c) meningkatkan penetrasi cahaya matahari pada tajuk, d) memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, dan e) mengurangi resiko serangan OPT. Prosedur pemangkasan adalah sebagai berikut: Usahakan pemangkasan setelah panen atau awal musim hujan dan dilakukan secara serentak; Lakukan pengamatan pada tunas kering, tunas air, dan ranting mengarah kedalam; Bersihkan peralatan pemangkasan yang akan dipergunakan, terutama gunting pangkas dan gergaji potong dengan bayclin; Perhatikan bentuk tanaman manggis secara keseluruhan; Pemangkasan paling ideal menggunakan sistem “panutan tengah”; Pemangkasan dilakukan pada ranting-ranting yang ada di dalam tajuk sampai pada lapisan kesembilan terus ke dalam; Setelah dipangkas, tutup bagian yang dipangkas dengan cat meni; Ranting atau cabang yang terserang penyakit, dipangkas lalu dimasukkan ke dalam lubang untuk selanjutnya dilakukan proses pembakaran (di dalam area kebun); Tahap akhir, lakukan pencatatan kegiatan pemangkasan pada kartu kendali, untuk mengetahui perkembangan pemangkasan selanjutnya. Para peneliti juga menyatakan bahwa pemangkasan akan menghasilkan susunan ranting yang teratur, serta menjaga sanitasi dan kelembapan pada kanopi. Dengan pemangkasan, sinar matahari akan mencapai bagian dalam dan bawah kanopi sehingga fotosintesis dapat terjadi secara optimal. Pengaturan cabang juga akan mengurangi resiko gesekan buah dengan ranting yang dapat mengakibatkan goresan di kulit buah, sehingga mengurangi estetika dan kualitas buah. Disusun Oleh : Fatmi Dona Aisyah, SP (PP Kec. Lembah Segar) Sumber : Suminartika E,.2016. Peranan Pemeliharaan Tanaman Manggis Terhadap Pendapatan Petani di Jawa Barat. Universitas Padjajaran. http://nellysapta.blogspot.com/2014/06/pengaruh-pemangkasan-terhadap-produksi.html