Persiapan Pembibitan pada Kebun Kopi PoliklonalUpaya peningkatan produktivitas kopi dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan teknologi budidaya poliklonal. Teknologi budidaya poliklonal ini merupakan teknologi yang dianjurkan untuk diterapkan agar produksi kopi dapat meningkat. Namun demikian dalam budidaya kopi poliklonal ini juga harus tetap memperhatikan beberapa faktor yang juga dapat menentukan keberhasilan dalam budidaya kopi yaitu: (1)teknik penyediaan sarana produksi, (2) proses produksi/budidaya, (3) Teknik penanganan pasca panen dan ((4) system pemasaran. Ke empat faktor tersebut merupakan kegiatan yang berkesinambungan yang harus diterapkan dengan baik dan benar. Syarat tumbuh Selama ini jenis kopi yang biasa ditanam di perkebunan rakyat adalah kopi arabika dan robusta. Kedua jenis kopi ini memiliki persyaratan tumbuh yang berbeda. Kopi arabika: Kopi Arabika menghendaki ketinggian lahan yang lebih tinggi dari pada kopi robista agar tumbuh dan berproduksi dengan baik. Penanaman kopi arabika pada lahan dataran rendah dapat menyebabkan produktivitasnya menurun dan lebih rentan terhadap penyakit karat daun. Ketinggian yang dikehendaki antara 700-1400 m dpl, suhu udara harian 15-24oC, curah hujan rata-rata 2000-4000 mm/th, jumlah bulan kering antara 1-3 bulan/tahun, pH tanah 5,3-6, kandungan bahan organik minimal 2%, kedalaman tanah efektif > 100 cm dan kemiringan tanah maksimum 40%. Kopi Robusta: menghendaki tinggi tempat 300-600 mdpl, suhu udara harian 24-30o C, curh hujan ata-rata 1500-3000 mm/th, jumlah bulan kering 1-3 bulan/tahun, pH tanah 5,5-6,5, kandungan bahan organic minimal 2%, kedalaman efektif > 100 cm, kemiringan tanah maksimum 40%.Bahan tanamKopi Robusta:Kopi Robusta diperbanyak secara vegetatif, sehingga bahan tanamnya berupa klon. Kopi robusta ini memiliki sifat menyerbuk silang, sehingga untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitasnya dapat digunakan 3-4 klon unggul (poliklonal) yang berkomposisi secara tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan tertentu.Sifat beberapa Klon Kopi Robusta.BP 534 memiliki ukuran biji cukup besar/besar, masa berbunga agak lambat.BP 936, memiliki ukuran biji cukup besar/besar, masa berbunga agak awal.SA 237, memiliki ukuran biji cukup besar, masa berbunga lambatBP 358, memiliki ukuran biji cukup/besar, masa berbunga agak lambatBP 42, memiliki ukuran biji besar, masa berbunga agak lambatBP 409. memiliki ukuran biji cukup besar/besar, masa berbunga agak lambatKopi Arabika.Kopi Arabika biasanya diperbanyak dengan benih sehingga bahan tanam anjurannya berupa varietas. Bahan tanam kopi arabika yang telah dilepas Menteri Pertanian: AB 3 USDA 762, S 795, Kartika 1, Kartika 2. Persiapan pembibitan pada kebun kopi poliklonal.(1) Buat bak pendederan dalam bentuk guludan setinggi 30 cm panjang 10 m dan lebar 120 cm, mengarah utara selatan. Bagian atas guludan ditaburi pasir setebal 5 cm. Pada tempat pembibitan diberi naungan dengan atap alang-alang berbentuk miring, tinggi bagian depan 120 cm (menghadap ke timur) dan tinggi bagian belakang 90 cm.(2) Pilih klon-klon anjuran yang akan dijadikan bibit, yang dapat diambil dari tunas air atau wiwilan maksimum 3 ruas (dibuang sekitar 10 cm dari ruas pertama).(3) Selanjutnya dicelupkan ke dalam air kencing (urine) sapi 10% selama 10 detik untuk memperkuat perakaran dan selanjutnya disemai di bak pendederan.(4) Setelah berumur satu bulan di persemaian, segera dipindahkan ke polybag (ukuran polybag 1 kg) dengan media tanah+ pupuk kandang dengan perbandingan (1:1).(5) Pemeliharaan dilakukan dengan menyiram larutan GIR( campuran kotoran sapi, urea dan air dengan perbandingan 10:1:10) sebanyak ½ batok kelapa setiap seminggu sekali.(6) Setelah berumur delapan bulan, bibit bisa langsung ditanam di lapang.Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian di Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP.Sumber: Teknologi Budidaya KOPI POLIKLONAL. Penyusun: Rr Ernawati, Ratna Wylis Arief, Slameto. BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN. BADAN PENELTIAN DAN PENGEMBANGAN PETANIAN. 2008.