Loading...

PEMBIBITAN PADI DENGAN SISTEM DAPOG

PEMBIBITAN PADI DENGAN SISTEM DAPOG
Dapog/tray adalah tempat tumbuhnya bibit padi yang ditanam secara acak dengan cara ditabur pada media tumbuh untuk disemaikan. Keuntungan menggunakan dapog untuk persemaian antara lain : Mudah dalam pemeliharaan persemaian Meminimalkan gangguan OPT di persemaian Menurunkan biaya pembuatan persemaian Lokasi pembibitan harus memenuhi persyaratan diantaranya: Tempat penyemaian bisa di pekarangan/langsung disawah, Mudah mengairi/menyiram, Terbebas dari hewan ternak jika di pekarangan, Jauhkan dari sinar lampu menghindari organisme pengganggu tanaman (OPT). Pembibitan di pekarangan/halaman rumah Cara pembuatan persemaian dengan sistem dapog Semai Benih Dengan Alat Penabur Benih (Seeder) Ukuran dapog untuk mesin Jarwo Transplanter mempunyai lebar 18,3 cm dan panjang sekitar 58 cm. Cara penyemaian dapog dapat dilakukan langsung di lahan basah (sawah) ataupun di pekarangan rumah. Kebutuhan benih per dapog persemaian adalah 90 – 100 gram. Tebal media tumbuh untuk persemaian yaitu 2 – 3 cm. Umur bibit yang dapat ditanam berkisar 15 – 20 hari setelah semai. Tinggi bibit yang disarankan mencapai 15 -20 cm. Pembibitan di pekarangan/halaman Jika pembibitan di pekarangan/halaman rumah bisa dibuat rak-rak dari bambu, ketinggian rak disesuaikan dengan kondisi tempat. Setelah lokasi kita tentukan kemudian dapok/tray yang telah diisi media, ditata dengan hati-hati selanjutnya disiram air sampai basah betul (bila diangkat dapok/tray airnya menetes). Pembibitan dilahan/sawah. Buat guludan/bedengan setingga 10 cm dengan lebar bedengan sekitar 150 cm untuk dua dapok kanan kiri. Panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan kemudian ratakan (harus datar). Rel terbuat dari kayu ukuran 5 x 7 cm sebanyak dua batang yang lurus dan dihaluskan atau rel dari besi siku ukuran 4 x 4 cm sebanyak 2 batang. Tutup dengan daun pisang kemudian ditutup lagi dengan terpal/karung plastik tindih dengan kayu agar tidak terlipat terkena terpaan angin, biarkan selama 3 – 4 hari selanjutnya penutup dibuka, lalu disiram air sampai basah atau diairi setinggi 2 – 5 cm. Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian Pemeliharaan setelah pesemaian umur 4 hari setelah semai (HSS) yaitu: bila tempat pesemaian dilahan pekarangan setiap hari perlu penyiraman secara intesif. Umur bibit yang dapat ditanam berkisar 15 – 20 hari setelah semai. Tinggi bibit yang disarankan mencapai 15 -20 cm. Penulis : Suko Prasetyo, SSt (BPP Kec. Karas, Kabupaten Magetan)