Loading...

Pembibitan Tanaman Melon

Pembibitan Tanaman Melon
Tanaman Melon (Cucumis melo L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dikonsumsi sebagai buah-buahan buah segar untuk makanan penutup (desert), atau jus sebagai pelepas dahaga dan bahkan dijadikan bahan baku industri minuman. Melon termasuk dalam suku timun-timunan. Masih satu kerabat dengan semangka, blewah dan timun suri. Seperti halnya suku timun-timunan lain, melon tumbuh merambat tetapi tidak bisa memanjat. Bila tidak ditopang, tanaman ini akan tumbuh menjalar di atas permukaan tanah.Untuk membudidayakan tanaman melon yang paling penting adalah pemilihan benih. Benih yang baik (unggul) akan menghasilkan produksi yang maksimal. Tanaman melon untuk budidaya biasanya diperbanyak secara generative dari biji atau benih. Untuk budidaya melon seluas satu hektar diperlukan bibit tanaman sekitar 16.000-20.000 pohon atau setara dengan 500-700 gram benih melon.Sebelum ditanam benih harus dikecambahkan terlebih dahulu. Caranya dengan merendam benih dalam air hangat selama 6-8 jam. Bila benih belum mengandung fungisida, bisa ditambahkan fungisida ke dalam air rendaman sesuai dosis.Setelah direndam benih ditiriskan dan ditebarkan siats kain basah atau kertas Koran yang telah dibasahi. Biarkan selama 1-2 hari hingga benih berkecamba. Jaga kelembaban kain atau kertas Koran tersebut. Bila terlihat kering Percikan air secukupnya.Kemudian siapkan polybag kecil atau baki persemaian. Isi dengan media tanam berupa campuran tanah dengan kompas atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 lihat cara membuat media persiapan. Membenamkan biji melon sedalam 1-2 cm kedalam media tanam tersebut.Tempat persemaian sebaiknya dilindungi dengan atap plastik bening atau sungkup. Hal ini diperlukan agar bibit yang tumbuh terlindungi dari terik matahari yang berkelebihan dan kucuran air hujan langsung. Media persemaian harus terus dikontrol dan diperhatikan agar kelembabannya terjaga. Sirami secara teratur tetapi jangan terlalu basah.Proses penyemaian biasanya berlangsung hingga 10-14 hari. Atau ditandai dengan tumbuhnya 2-3 helai daun. Pada fase ini bibit sudah siap dipindahkan ke lokasi penanaman. Penulis : Zulkifli, S.Pi dan Nursidah.SP (Penyuluh Pertanian)Sumber :Panduan Teknis Budidaya Melon. https://alamtani.com/budidaya melon/ 29/1/2019Rukmana, R., 1994, Budidaya Melon Hibrida, Kanisius, Yogyakarta. Zahid, A., 1994, Manfaat Ekonomis dan Ekologi Daur Ulang Limbah Kotoran Ternak Sapi Menjadi Kascing, Studi Kasus di PT. Pola Nusa Duta, Ciamis, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, pp-6-14.