Loading...

Pembibitan Tanaman Rami

Pembibitan Tanaman Rami
Persiapan bibitBibit atau bahan tanaman yang baik adalah bibit yang berasal dari tanaman yang berumur 2-3 tahun. Bibit tersebut dapat diperoleh melalui setek rizhomea. Rizhomea adalah akar literal yang tumbuh mendatar pada kedalaman 10-15 cm dalam permukaan tanah . Pada rizhome ini terdapat banyak mata tunas yang nantinya dapat tumbuh menjadi tanaman rami. . Setiap hektar tanaman rami yang berumur 2 tahun dapat menghasilkan bibit setek untuk ditanam seluas 20 ha. Sementara tanaman berumur 3 tahun dapat memproduksi bibit setek yang dapat ditanam di lahan seluas 40 ha. Dalam satu hektar dibutuhkan bibit sekitar 20.000-40.000 setek, belum termasuk cadangan penyulaman sekitar 5% dari total bibit setek per hektar. Bibit yang ditanam harus berasal dari varietas atau klon terpilih seperti Pujon 10, yang mempunyai keunggulan yang lebih banyak dibandingkan dengan klon lainnya seperti mampu beradaptasi dengan baik pada tanah dan iklim setempat dengan produktivitas tinggi, pertumbuhan vegetatifnya lebih lama, tidak ada kecenderungan untuk berabang dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit.Cara pengadaan bibit setek: (1) Tentukan tanaman rami yang akan diambil rizhomanya, yaitu yang berumur minimal 2 tahun; (2) Bongkar setengah arel perakaran dalam setiap rumpun anaman, lalu cabut dan ambil rizhomanya. Separuhnya tetap ditinggalkan agar tanaman tetap tumbuh dan tahun berikutnya dapat menghasilkan rizhoma kembali; (3) Bersihkan rizhoma dari tanah yang menempel dan buang bagian tanaman yang tidak digunakan; (4) Potong-potong rizhoma dengan ukuran panjang 10-15 cm atau minimal memiliki tiga mata tunas menggunakan pisau yang tajam; (5) Setelah selesai dipotong, bibit setek siap disemai.Pesemaian bibitPesemaian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bibit yang baik. Dengan pesemaian maka kita akan dapat memilih bibit yang tumbuh dengan baik sedangkan bibit yang tidak tumbuh normal tidak akan dipindahtanamkan ke lahan.Persiapan dan penyemaian bibitSyarat pesemaian: (1) Pesemaian diusahakan dekat dengan sumber air;(2) Pesemaian dilakukan pada tempat yang ternaung; (3) Pesemaian dekat dengan lokasi penanaman; (4) Bebas dari serangan hama dan penyakit serta gangguan lainnya; (5) Mudah diawasi secara intensif.Pengolahan lahan pesemaian: (1) Tanah pesemaian diolah dengan cara tanah dicangkul sehingga bisa ditanami; (2) Bersihkan lahan dari gulma yang tumbuh; (3) Buat bedengan dengan ukuran 1 m x 5 m atau disesuaikan dengan keadaan setempat: (4) Untuk memudahkan pekerjaan dalam penanaman bibit, jarak antar bedengan dibuat selebar 0,75 m; (5) Pada lahan pesemaian yang tidak teduh, lahan perlu diberi atap dari daun kelapa, alang-alang atau anyaman bambu.Penanaman bibit setek: (1) Tanam bibit setek pada lahan pesemaian; (2) Siram bibit setek yang baru ditanam untuk menjaga kelembaban di sekitarnya;sekitar satu minggu setelah (3) Jika kelembaban terjaga, sekitar satu minggu sejak penanaman, sudah mulai keluar tunas bau sebanyak 3-4 tunas setiap setek. Namun jika kelembaban tidak terjamin, dalam waktu 1-2 hari setek dapat menunjukkan gejala layu, apalagi jika terkena sinar matahari.Seleksi bibitSekitar 15-20 hari sejak penanaman, bibit sudah dapat diseleksi. Bibit yang tidak tumbuh sebaiknya dibuang. Tunas yang baik untuk dipindahkan adalah yang bentuknya berupa bintil putih kira-kira sebesar beras. Usahakan tidak memindahkan bibit yang telah berumur lebih dari 20 hari karena tunas rizhoma sudah tumbuh menjadi batang dengan tinggi lebih dari 10 cm.Penulis: Sri Wijiastuti. Penyuluh Pertanian Pusluhtan.Sumber: Agribisnis Tanaman Rami. Hj. Mien Musaddad. 2007