Loading...

PEMBIBITAN TANAMAN SAGU

PEMBIBITAN TANAMAN SAGU
Bahan tanaman yang digunakan sebagai calon bibit adalah anakan sagu yang posisinya berdekatan dengan pohon utama, dengan berat anakan 2-3 kg, apabila di sayat bagian dalam anakan berwarna merah muda. Warna ini menandakan bahwa anakan tersebut telah memenuhi syarat sebagai calon bibit. Anakan yang akan digunakan berbentuk L. Anakan sagu dipangkas akar dan daunnya dengan meninggalkan daun tombak, untuk mengurangi penguapan, selain itu untuk memudahkan pengangkutan. Pembibitan menggunakan rakit yang diletakkan di atas air yang mengalir. Rakit dapat dibuat dari pelepah sagu atau dari bambu. Anakan disusun di atas rakit yang telah diletakkan lebih dahulu di atas air yang mengalir. Persemaian di atas rakit dimaksud agar calon bibit dapat memperoleh oksigen yang cukup untuk pertumbuhannya.TEKNOLOGI PERBANYAKAN TANAMAN SAGUTeknologi perbanyakan tanaman sagu dapat dilakuan dengan metode generatif dan vegetatif. Secara generatif yaitu dengan menggunakan biji yang berasal dari buah yang sudah tua dan rontok dari pohonnya. Biji yang digunakan adalah biji yang berasal dari pohon induk yang baik, yang subur dan produksinya tinggi.Perbanyakan tanaman sagu secara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan bibit berupa anakan yang melekat pada pangkal batang induknya yang disebut dangkel atau abut (jangan yang berasal dari stolon). PERSYARATAN BENIH ATAU BIBIT TANAMAN SAGUSyarat bibit untuk pembibitan cara generatif adalah biji yang digunakan sudah tua, tidak cacat fisik, besarnya rata-rata dan bertunas. Syarat bibit untuk pembibitan cara vegetatif adalah berasal dari tunas atau anakan yang umurnya kurang dari 1 tahun, dengan diameter 10-13 cm dan berat 2-3 kg. Tinggi anakan +1 meter dan punya pucuk daun 3-4 lembar. Penyiapan Benih atau Bibita). Cara generatifBiji yang digunakan berasal dari buah yang sudah tua dan jatuh/rontok dari pohon induk yang baik, yaitu subur dan produksinya tinggi, tumbuh pada lahan yang wajar serta produksi klon rata-rata tinggi. Biji/buah yang diambil tersebut adalah buah yang tidak cacat fisik, besarnya rata-rata, dan bernas.Secara generatif penyemaian benih tanaman sagu dapat dilakukan dengan cara perkecambahan tidak langsung, penyiapan media, penataan bibit, dan pembibitan, sebagai berikut :Perkecambahan tak langsung • Penyiapan media : Wadah atau bak dari bata atau bambu berukuran tinggi 30-40 cm, panjang tidak lebih dari 2 meter dan lebar 1,2 – 1,5 cm. Selanjutnya sepertiga bagian bawah diisi pasir dan atasnya serbuk gergaji basah.• Penataan Bibit : bibit ditata dengan jarak 10 x 10 cm; 10 x 15 cm; atau 15 x 15 cm dengan posisi miring atau tegak, bagian lembaga diletakkan di bawah, ¾ bagian bibit ditekan dalam serbuk gergaji. Kelembaban media dijaga antara 80-90%. Setelah umur 1-2 bulan dan sudah berdaun 2-3 lembar, bibit dipindah ke bedeng pembibitan. Pembibitan (Perkecambahan tak langsung di media pembibitan)• Penyiapan media : Tanah diolah sedalam 45-60 cm, digemburkan dan ditambah pupuk dasar. Ukuran bedeng tinggi 30 cm; lebar 1,25 m; dan panjang + 8-10 dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.• Pengaturan pembibitan tanpa penjarangan : Bibit ditanam dengan jarak 25 x 25cm sampai dengan 40 x 40 cm. Pengaturan pembibitan dengan penjarangan : Pada mulanya bibit ditanam dengan jarak rapat, yaitu 12,5 x 12,5 cm; 15 x 15 cm; atau 20 x 20 cm. b). Cara VegetatifPembiakan secara vegatatif dapat dilakukan dengan menggunakan bibit berupa anakan yang melekat pada pangkal batang induknya. Adapun cara pengadaan adalah sebagai berikut :1. Pengambilan dengkel dipilih yang terletak di permukaan atas.2. Pemotongan dilakukan di sisi kiri dan kanan sedalam 30 cm, tanpa membuang akar serabutnya.3. Dangkel yang telah dipotong, dibersihkan dari daun-daun dan ditempatkan pada tempat yang mendapat cahaya matahari langsung dengan bagian permukaan belahan tepat pada tempat di mana cahaya matahari jatuh, selama 1 jam.4. Luka bekas irisan dangkel yang msih tertanam segera dilumuri dengan zat penutup luka (seperti : TB-1982 atau Acid Free Coalteer) untuk mencegah hama dan penyakit.5. Bibit sagu direndam dalam air aerobic selama 3-4 minggu. Setelah itu bibit ditanam.6. Penyiapan dangkel sebaiknya dilakukan pada waktu menjelang sore hari, kemudian pada sore hari dangkel dikumpulkan dan pada waktu malam hari diangkut ke lahan, untuk menghindari kerusakan dangkel oleh cahaya matahari. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Sitti Samarang. 2010. Budidaya Sagu. Hak Cipta © Balai Penelitian Tanaman Palma (Indonesian Palmae Research Institute), Jl. Raya Mapanget, Kotak Pos 1004 Manado 95001 - Sulawesi Utara – Indonesia.2. Gambar berasal dari Google tentang tanaman sagu.