Loading...

PEMBUATAN AMONIASI JERAMI PADI

PEMBUATAN AMONIASI JERAMI PADI
PENDAHULUANDi Kabupaten Kupang , jerami padi banyak dihasilkan pada beberapa sentra produksi padi. Jerami padi merupakan bagian tanaman yang telah dipanen butir-butirannya bersama atau tidak dengan tangkainya dikurangi dengan akar dan bagian batang yang tertinggal setelag dipotong/disabit. Setiap Hekatar lahan padi dapat memproduksi jerami padi sebanyak 5 “ 8 ton. Bila pada hamparan 100 Ha pertanaman padi dihasilkan 500 “ 800 ton jerami padi. Pemanfaatan jerami padi masih sangat terbatas untuk keperluan rumah tangga dan kegiatan usahatani. Sebagian besarnya dibakar, sehingga dapat merusak lingkungan. Dengan membakar jerami padi mikroba yang berguna dalam proses biologis, seperti perombak bahan organic, pengikat nitrogen dan mikroba yang memiliki fungsi biologis lain akan ikut mati dan sukar tergantikan keberadaannya Jerami padi belum banyak digunakan sebagai pakan ternak, karena memiliki nilai gizi yang rendah terutama kadar protein sementara kandungan serat kasar ( silica dan lignin) sangat tinggi sehibngga sulit dicerna. Untuk itu perlu duitingkatkan kualitas nutrisinya agar lebih disukai ternak dan daya cernanya lebih baik untuk pakan ternak. Sala satu cara untuk meningkatkan kualitas jerami adalah melalui teknologi pengolahan pakan yaitu melalui proses amoniasi. PROSES PEMBUATAN AMONIASIProses pembuatan amoniasi jerami padi dibagi menjadi 2 (dua) macam, yaitu bproses pembuatan dengan cara basah dan kering.1. Pembuatan Amoniasi Cara Basah.Pembuatan amoniasi cara basah dapat dilakukan dengan urea dan air sebagai sumber amoniak.a) Teknik menggunakan drum.? Timbang jerami padi sebanyak 30 kg, urea 1,74 kg dan air 10 liter? Larutkan urea kedalam air sambil diaduk rata.? Letakan jerami padi diatas lantai/terpal? Siram larutan urea secara merata pada seluruh permukaan jerami sambil diaduk dan bolak-balik sampai merata.? Masukan jerami kedalam drum sambil dipadatkan dengan cara diinjak-injak sehingga semua jerami dapat masuk kedalam drum dan merata sampai ke permukaan drum.? Tutup drum dengan penutup hingga rapat agar tidak terdapat lubang udara.? Setelah 4 minggu,jerami amoniasi dapat dibuka.? Sebelum diberikan pada ternak, jerami amoniasi harus diangin-anginkan selama 1-2 hari sampai dengan bau amoniaknya hilang.b) Teknik menggunakan silo¢ Siapkan silo ukuran 1 x 2 x 1 m.¢ Pada bagian dasar dan dinding silo dihamparkan plastik agar cairan urea tidak meresap ke dalam tanah dan jerami tidak bersentuhan langsung dengan tanah.¢ Timbang jerami 1000 kg, Urea 50 “ 60 kg, takar/ukur air 300-400 liter.¢ Siapkan larutan urea dalam kedua drum yang berisi air kemudian diaduk hingga larutan urea homogen¢ Jerami dimasukan kedalam lubang silo sedikit demi sedikit sambil dipadatkan dengan cara diinjak-injak.¢ Siram larutan urea secara merata diseluruh permukaan jerami, kemidian tutup permukaan silo dengan plastik serta ditimbun dengan tanah setbal 30 cm.¢ Kemudian silo dibiarkan selama 1 bulan, setelah itu silo sudah dapat dibongkar kemudian diangin-anginkan selama 2 hari baru diberikan pada ternak atau disimpan pada gudang yang sudah disediakan agar terhindar dari hujan atau cahaya matahari langsung. 2. Pembuatan Amoniasi Cara Kering. ¢ Hamparkan terpal diatas lantai gudang¢ Timbang jerami padi sesuai kebutuhan¢ Timbang urea sebanyak 3 % dari jumlah jerami¢ Hampar jerami padi di atas terpal¢ Taburi urea pada hamparan jerami sambil diaduk/dibolak-balik secara merata sambil dipadatkan¢ Setelah merata bungkus jerami dengan jalan melipat keempat sisi terpal secara rapat kemudian diikat dengan tali agar tidak ada udara yang masuk.¢ Biarkan setelah 1 bulan jerami olahan dapat dibuka; Hasil yang baik ditandai bau amoniak yang menyengat.¢ Angin-anginkan jerami padi selama 1-2 hari baru diberikan pada ternak¢ Bila belum digunakan keringkan jerami amoniasi dengan jalan dijemur selama ± 7 hari hingga kadar air mencapai 20 %¢ Pindahkan jerami amoniasi ke ruang penyimpanan. Jerami amoniasi dapat disimpan sampai dengan 1 tahun tanpa adanya penurunan kualitas. CARA PENYAJIAN JERAMI MONIASI Pemberian jerami amoniasi pada ternak sapi yang belum terbiasa, perlu dilatih dengan cara dicampur dengan pakan yang biasa dimakan dan secara bertahap komposisi jerami diberikan dalam jumlah yang lebih banyak sesuai kebutuhan ternak. Bila ternak sapi sudah menyukainya, maka jerami amoniasi dapat dijadikan pakan utama khusunya pada musim paceklik. By. KJF BP4K Kab. Kupang AKOSTAN B. BIRE LAWA,S.Pt