Pupuk cair (Biourine) , merupakan pupuk cair yang dihasilkan dari urine (kencing) yang berasal dari ternak ruminansia (sapi,kerbau, kambing/domba) yang terlebih dahulu difermentasi sebelum digunakan.Biourine dapat meningkatkan mutu tanaman organik dan menurunkan pencemaran lingkungan. Kelebihan pupuk cair/ Biourine ini karena jumlah kandungan N,P,K dan H20 lebih besar dari pupuk padat, mengandung zat perangsang yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh serta mempunyai bau khas urine yang dapat mencegah datangnya hama tanaman.Urine sapi sebelum difermentasi warnanya coklat ke kuning-kuningan, baunya masih berbau urine, tetapi setelah difermentasi warnanya berubah menjadi coklat kehitam-hitaman dan sudah tidak berbau urine. Manfaat Biourine : 1) meningkatkan kesuburan tanah; 2) memperbaiki struktur dan karesteristik tanah, 3) meningkatkan kapasitas serap air tanah; 4) meningkatkan aktifitas mikroba tanah; 5) menyediakan hormone dan vitamin bagi ternak; 6) menekan pertumbuhan/ serangan penyakit tanaman; 7) meningkatkan retensi/ ketersediaan hara dalam tanah dan 8) ramah lingkungan. Peralatan dan bahan- bahan yang dibutuhkan :Bahan-bahan nutrisi : urine (kencing ) ternak , tetes tebu/ molasses, kunyit, temu ireng, gula merah, temulawak, rumino bacillus (Azotobacter) dan fermentor/ EM4. Peralatan yang digunakan : Bak fermentasi, tangga aerasi ( 7 anak tangga) dari fiber glass (panjang 125 cm, lebar 125 cm), aerator, mesin pompa, ember, gayung, saringan, pengaduk, drum, drigen atau botol dan label. Cara membuat pupuk cair :1. Sediakan bak penampungan urine sebanyak 3 buah bak. Urine sapi dialirkan dalam bak I dan diamkan selama 1 hari.2. Hari ke 2 , urine dipindah ke bak II, kemudian dimasukkan nutrisi tambahan berupa : tetes tebu/ molasses, kunyit, temulawak, temu ireng yang sudah dihaluskan, fermentor berupa Rumino Bacillus (RB) dan Azotobacter (AZB) atau dengan EM43. Bak kemudian ditutup rapat selama 7 hari dan diaerator selama ± 15 menit setiap hari.4. Pada hari ke 8 urine di aerasi dengan cara dipompa dengan tangga aerasi selama 6/ 7 jam selama 5 hari berturut- turut , dengan tujuan untuk menangkap N dari udara dan membuang gas amoniak (H2S)5. Urine yang telah diaerasi, siap diambil dan ditampung dalam drum-drum yang disediakan. Setelah itu dikemas dalam botol/ derign untuk dijual. Aplikasi pada tanaman• Tanah yang diolah sebelumnya diberi pupuk organic• Biourine dapat diaplikasikan dengan cara disiram dan atau disemprotkan• Untuk tanaman hortikultura biourine dicampur dengan air, dengan perbandingan 1 liter biourine : 10 liter air.• Untuk tanaman industri asumsi tinggi ± 80 cm pencampuran biourine dengan air 1:1• Untuk tanaman jagung, ubi, singkong, cabe dll disiram atau disemprot 2 minggu sekali• Untuk rumput disiram setelah rumput dipangkas• Untuk tanaman kertas ( sengon/albasia, turi, mahoni, nangka disiram 2 minggu sehari. Penyunting : Asia ( Penyuluh BPPSDMP)Sumber Informasi : PT Swen Inovasi Transfer.