Tanaman kelapa di Kabupaten Bantul seluas lebih kurang 10.675,86 Ha ( Dispertahut, 2014 ) merupakan tanaman kelapa rakyat, hampir semua keluarga tani di Kabupaten Bantul pekarangan rumahnya ada tanaman kelapanya. Hal ini mengingat buah kelapa merupakan bahan dalam membuat sayur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tanaman Kelapa mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai tanaman serbaguna karena memiliki kegunaan yang luas dan menyangkut kehidupan jutaan petani. Pengolahan semua bagian tanaman kelapa dapat dilakukan baik secara sederhana maupun dengan teknologi tinggi yang padat modal. Sedangkan bagian nira kelapa merupakan cairan dari sayatan pada bagian tandan bunga ( manggar ) yang dapat menghasilkan gula kelapa .Nira kelapa diolah sedemikian rupa sebagai bahan utama pembuatan gula kelapa atau sering disebut gula jawa. Oleh karena sebagian besar rumah tangga di jawa membutuhkan gula jawa untuk pembuatan sayur. Kebutuhan gula jawa tersebut semakin lama semakin bertambah, seirama dengan pertambahan jumlah penduduk.Untuk mendapatkan nira pohon kelapa harus dipanjat dengan tenaga manusia , yang menjadi permasalahan adalah tenaga pemanjat untuk " menderes " semakin lama semakin berkurang, kecuali itu penurunan produksi nira yang disebabkan oleh beberapa hal seperti teknik budidaya tanaman tidak sesuai dengan baku teknis, musim kemarau panjang dan lain – lain. Sementara kebutuhan gula jawa semakin meningkat untuk itu petani telah banyak yang melakukan pembuatan gula jawa dengan menambahkan / mencampurkan gula pasir yang berlebihan. Permasalahan yang muncul ketika harga gula jawa diatas harga gula pasir , kadang pengrajin mencampurkan gula pasir lebih banyak sehingga kualitas gula yang dihasilkan kurang baik. Untuk itu Ibu Astuti sebagai salah satu pengurus KUB Sari Kelapa bersama Penyuluh Pertanian Lapangan melakukan penyuluhan seberapa banyak gula pasir boleh dicampurkan sehingga didapatkan gula jawa dengan kualitas yang baik sesuai standar mutu KUB Sari Kelapa. Berikut proses pembuatan gula jawa oleh Kelompok Usaha Bersama ( KUB ) Sari Kelapa yang terletak di dusun Ngincep, Triwidadi, Kec. Pajangan. 1. Bahan dan alat yang digunakan.a. Bahan yang digunakan.- Nira kelapa,- Gula pasir, - Kayu bakar b. Alat yang digunakan .- Tungku, kuali, pengaduk, timbangan, cetakan gula 2. Proses Pembuatan gula jawa sebagai berikut : a. Nira Kelapa dan gula pasir diukur, untuk mendapat perbandingan sesuai standart mutu dari Kelompok Usaha Bersama / KUB Sari kelapa yaitu, aroma, rasa, warna yang khas gula kelapa, tidak " lunak " dan tidak terlalu keras b.Nira Kelapa disaring dari kotoran yang ada, selanjutnya dilakukan pemanasan dengan menggunakan api dari tungku c.Api untuk pemanasan dipertahankan / dijaga panasnya agar pemanasan nira baik, sehingga adonan yang dihasilkan baik. d.Setelah Nira Kelapa mulai mendidih, ditambahkan gula pasir dengan ukuran sesuai Standar Mutu yang diterapkan oleh KUB Sari Kelapa. Dan dilakukan pengadukkan terus – menerus e.Setelah mendidih tetap dilakukan pengadukkan secara terus menerus, Selanjutnya nira mulai pekat dan berwarna kuning gading. f.Dari warna kuning gading sampai warna kecoklatan diaduk terus Jika pengaduk diangkat terdapat benang-benang gula dan kalau dipegang mudah patah, berarti adonan sudah tua. g.Setelah adonan sudah tua, tetap dilakukan adukkan dan diturunkan dari tungku.Selanjutnya dilakukan pencetakan gula. Dari hasil pengujian mengenai pengaruh jumlah campuran gula pasir dengan nira kelapa terhadap kualitas produksi gula kelapa yang dihasilkan serta pembuatan gula kelapa yang sudah dilaksanakan di Sekretariat Kelompok Usaha Bersama ( KUB ) " SARI KELAPA " Ngincep, Triwidadi, Pajangan Bantul, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pembuatan gula kelapa / Gula Jawa dengan tanpa mencampurkan gula pasir, gula kelapa yang dihasilkan rasa manis sedikit agak kecut , dan agak asin , serta sedikit agak " burik " dan setelah disimpan sampai kurang lebih 1 bulan, gula sedikit agak " jemek (lunak) / ninis " , apabila kualitas nira tidak benar – benar baik serta dengan pengolahan yang baik dan benar tidak dapat dihasilkan gula kelapa ( nira " jemek " tidak bisa dicetak ) 2. Dengan penambahan gula pasir antara 0,5 kg sampai dengan 0,75 kg per 5 liter Nira, gula kelapa yang dihasilkan manis lebih " sedep " warna kuning cerah, lebih menarik dan " mulus ", serta dengan Aroma, rasa dan warna yang khas dari gula kelapa, dengan penyimpanan baik dalam 1 bulan warna, aroma rasa tidak berubah serta kenampaan gula yang tetap mulus. 3. Dengan penambahan gula pasir diatas 1 kg, atau semakin banyak gula pasir yang ditambah kan aroma, rasa serta warna, khas gula jawa semakin berkurang, bahkan petani sering menambahkan 2 atau 3 kg per 5 liter nira, bahkan lebih ini merupakan tantangan pengurus KUB Sari Kelapa dan penyuluh pertanian yang mendampingi untuk selalu mengadakan penyuluhan secara periodik dan berkesinambungan. (selengkapnya beserta gambar dalam lampiran).(Ir. Wahyu Setyadi -Penyuluh Pertanian Madya BKP3 Kab. Bantul)