Loading...

Pembuatan Kecap Dari Air Kelapa

Pembuatan Kecap Dari Air Kelapa
Rendahnya pengetahuan petani terhadap proses pengolahan dan pemanfaatan limbah air kelapa adalah permasalahan yang dihadapi oleh petani dan kelompok tani pada setiap tahun yang berdampak pada melimpahnya limbah air kelapa yang tak termanfaatkan dan bisa mencemari lingkungan. Pemanfaatan tanaman kelapa dimulai dari batang pohon kelapa, sabut buah kelapa sampai pada pengelolaan limbah air kelapa merupakan hal yang sangat menentukan, sehingga sangat perlu diberikan pembekalan untuk menambah pengetahuan masyarakat petani dan kelompok wanita tani. Produksi buah kelapa di Gorontalo cukup banyak dan pemanfaatannya masih terbatas dan kebanyakan diprioritaskan untuk kelapa yang juga berlimpah masih belum banyak alternatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan air suatu produk yang murah dan pembuatannya mudah yaitu kecap manis dan asin. Kecap merupakan salah satu jenis bumbu masakan yang banyak disukai. Biasanya digunakan untuk campuran makan bubur, bakso, soto, sate dan banyak lagi makanan lainnya, dan bahkan penggunaannya telah sampai kepedalaman. Sampai saat ini tanaman kelapa masih merupakan salah satu tanaman terpenting di Provinsi Gorontalo. Komoditas ini pada umumnya diusahakan oleh rakyat, sehingga perananan sosialnya menempati urutan kedua sesudah Jagung. Tanaman kelapa telah dikenal sejak zaman dahulu sebagai tanaman serba guna. Istilah ini mempunyai alasan yang kuat, karena mulai dari pucuk sampai ke akarnya mempunyai kegunaan. Limbah air kelapa dapat dimanfaatkan untuk kecap, pembuatannya sangat sederhana, yakni melalui beberapa tahapan : 1) Proses penjernihan air kelapa, 2) Proses persiapan bumbu kecap, 3) Proses pemanasan/penggodokan dan pengolahan, 4) Proses penyaringan dan penambahan bahan pengawet dan 5) Proses pembotolan/pengepakan. Setelah menyiapkan alat dan bahan, maka lakukan langkah kerja serikut: 1) Belahlah buah Kelapa dan tampung airnya; 2) Takarlah air kelapa sebanyak 2,5 liter, lalu saring air kelapa tersebut; 3) Sangrai pekak sebanyak 5 buah selama beberapa menit (2 menit), kemudian siapkan 5 lembar daun salam; 4) Ambil bawang putih sebanyak 3 buah, kemiri 25 gram, lalu digiling; 5) Pecahkan 5 buah kluah lalu direndam 2 menit kemudian digiling; 6) Ambil lengkuas 50 gram, diiris tipis-tipis dan dua batang sereh dimemarkan; 7) Iris gula merah sebanyak 0,5 kg ditambah air sedikit lalu dipanaskan hingga meleleh; 8) Panaskan air kelapa, kemudian masukkan bumbu-bumbu yang tersedia; 9) Aduklah campuran tersebut terus-menerus hingga menjadi separo bagian sampai mengental; 10) Angkatlah dan biarkan sampai dingin lalu disaring; 11) Masukkan asam benzoat 0,02 % dalam botol kecap sebanyak 0,5 gram. Teknik pembuatan kecap dari air kelapa : Proses penjernihan air kelapa. Penjernihan air kelapa dapat juga dilakukan dengan jalan menyaringnya langsung dengan saringan yang telah disediakan. Proses Persiapan bumbu kecap. Bumbu-bumbu (bahan) yang mengalami pengolahan awal ialah pekak, kemiri, bawang putih, kluak, lengkuas dan sereh, dalam pengolahan awal haruslah disangrai terlebih dahulu. Kemiri dan bawang putih ditumbuk halus, kluak dipecahkan, kemudian direndam dalam air sebentar dan seterusnya digiling. Lengkuas dibersihkan kemudian diiris tipis-tipis dan sereh dimemarkan. Gula merah diiris, kemudian dipanaskan hingga meleleh. Jika semua bahan bumbu sudah siap, maka pemanasan air kelapa dimulai. Proses pemanasan/penggodokan dan pengolahan. Selama pemanasan berlangsung bumbu-bumbu dimasukkan kedalamnya sebagai penyedap rasa. Untuk vetsin sebaiknya ditambah setelah pemanasan dianggap selesai. Selama pemanasan berlangsung pengadukan terus dilakukan untuk meratakan panas dan mencegah terjadinya gosong. Jika air kelapa yang diproses dianggap selesai jika cairan sudah mulai mengental dan dites dengan mengambil cairan tersebut tidak putus alirannya. Proses penyaringan dan penambahan bahan pengawet. Kecap hasil pemanasan dipindahkan kedalam tempat yang telah dilengkapi alat penyaring. Hasil penyaringan ini kemudian ditambahkan bahan pengawet, bahan pengawet yang digunakan adalah asam benzoat 0,02 %. Untuk meratakan bahan pengawet ini kecap diaduk sebentar. Penambahan bahan pengawet ini untuk mencegah terjadinya jamur pada kecap selama kecap disimpan dan juga menjaga agar tidak terjadi perubahan rasa selama kecap belum dimanfaatkan. Bahan pengawet ini ditambahkan setelah penyaringan selesai. Proses pembotolan. Kecap yang telah mengalami proses penyaringan kemudian dibotolkan. Botol yang akan diisi kecap sebelumnya harus dibersihkan dulu, hal ini harus dilakukan untuk mencegah bakteri-bakteri yang akan merusak kecap selama penyimpanan. Setelah botol bersih kecap dimasukkan kemudian botol tersebut ditutup dengan alat penutup, kemudian disimpan untuk digunakan atau bila memungkinkan untuk dijual. Penulis : Deliyana Olii, SP Penyuluh Pertanian Pelaksana Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Botupingge