Loading...

PEMBUATAN KUBUNG YANG BAIK UNTUK BUDIDAYA JAMUR KUPING

PEMBUATAN KUBUNG YANG BAIK UNTUK BUDIDAYA JAMUR KUPING
Jamur kuping (Auricularia auricular) merupakan salah satu jenis jamur yang dikonsumsi, selain jamur merang dan jamur tiram. Bentuk jamur kuping melebar dan berkelok-kelok seperti bentuk daun telinga manusia. Jamur kuping salah satu sayuran yang mempunyai rasa enak dimakan, bergizi tinggi, dan sehat. Jamur kuping hitam bermanfaat untuk obat sakit jantung, menurunkan kolesterol, juga sebagai anti-pendarahan. Untuk menjaga kualitas dan nilai gizi perlu dilakukan budidaya yang baik, terutama untuk pembuatan kubung atau tempat tumbuhnya jamur merang. Kubung adalah bangunan tempat tumbuhnya jamur kuping yang terbuat dari bilik bambu atau tembok permanen. Kubung ini di dalamnya dilengkapi dengan rak-rak yang disusun rapi untuk menyimpan bag log jamur sesuai persyaratan tumbuh jamur kuping. Adapun bag log adalah kantong plastik transparan berisi campuran media tanam jamur. Pemilihan lokasi kubung sangat penting dengan tujuan untuk mendapatkan lokasi yang sesuai dengan persyaratan usahatani jamur kuping. Lokasi yang ideal, antara lain:1) Ketinggian tempat antara 600 – 1.200 m dpl; 2) Suhu antara 20-30°C; 3) Tingkat kelembaban sekitar 80-90%; 4) Dekat dengan sumber bahan baku media tanam;5) Ada jalan untuk mempermudah transportasi; 6) Dekat sumber air agar selalu tersedia air, dan 7) Jauh dari sumber polusi (asap kendaraan bermotor, kawasan industri, sampah, kandang ternak, dan lahan pertanian yang menggunakan pestisida). Ketentuan-ketentuan kubung jamur kuping, antara lain: 1) Lokasi tempat kubung dibangun harus pada permukaan tanah yang lebih tinggi atau di sekeliling kubang dibuat parit/saluran air, agar tidak tergenang air saat turun hujan; 2) Ukuran kubung dapat dipilih 6 x 12 m, 4 x 5 m, 6 x 10 m, atau 7 x 12 m; 3) Rak dibuat dengan ukuran masing-masing: lebar 50 cm, tinggi maksimal 3 m, pangjang sesuai kondisi ruang kubung, dan jarak di dalam rak 60 cm atau antara 4 – 5 bag log; 4) Rak-rak dalam kubung disusun dengan baik dengan jarak antar rak sekitar 50 – 75 cm, sehingga mempermudah dalam pemeliharaan dan sirkulasi udara terjaga dengan baik; 5) Bag log disusun dapat secara vertical (ke atas) atau horizontal (ke samping). Alat dan bahan membuat kubung antara lain: 1) Bambu untuk membuat kerangka dan rak dalam kubung; 2) Bilik untuk dinding dan atap kubung; 3) Plastik PE ketebalan 0,08 mm, genteng tanah atau daun kelapa untuk atap kubung; 4) Paku untuk menyambung rangka bamboo; 5) Strimin/kasa nyamuk untuk sirkulasi udara; 6) Batu bata/batako, pasir dan semen untuk memasang tiang pancang; 7) Gergaji untuk memotong bambu dan bilik; 8) Meteran untuk mengukur panjang – lebarnya bamboo dan bilik; 8) Golok untuk memotong bambu; dan 9) Kapur bangunan untuk melindungi bangunan dari rayap. Cara membuat kubung yang baik, sebagai berikut: 1) Siapkan lokasi dan alat serta bahan untuk membuat kubung;2) Ukur dan potonglah bahan sesuai ukuran kubung yang direncanakan;3) Buat tiang pancang dengan menggunakan bambu berukuran besar (bambu petung) yang dipondasi semen dan pasir. Buat kerangka kubung dengan panjang, lebar dan tinggi sesuai dengan ukuran yang direncakan;4) Pasang konstruiksi atap dengan menggunakan bambu yang berukuran kecil (bambu apus). Plastik PE ketebalan 0,08 mm dipasang di atas rangkap atap. Pemasangan dimulai dari bawah/tepi rangka kearah puncak atap, sehingga susunan berikutnya akan menumpang di plastik yang sudah terpasang terlebih dahulu. Ini dimaksudkan agar jika hujan air tidak menerobos pada sambungan plastik. Plastik dipaku pada rangka bamboo. Kemudian atap dilapisi bilik bamboo, daun kelapa atau genteng;5) Sebagai dinding, digunakan bilik bambu yang dipaku pada rangka bambu;6) Untuk sirkulasi udara, pada dinding diberi jendela dengan cara melubangi dinding berbentuk persegi empat dan ditutup strimin/kasa nyamuk;7) Pasang rak yang terbuat dari bamboo untuk meletakan bag log jamur sesuai dengan kebutuhan. Semoga tulisan ini dapat membantu petani sebagai awal melakukan budidaya jamur kuping yang baik untuk meningkatkan daya saing. Penulis: Susilo Astuti Handayani (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi:1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Jamur Kuping. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian. 2008.2. Buku Saku Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.3. Buku Tahunan Hortikultura Seri: Tanaman Sayuran. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.