Loading...

PEMBUATAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL)

PEMBUATAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL)
Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembang mikro organism yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan-bahan organic atau sebagai decomposer dan sebagai activator/ atau tambahan Nutrisi bagi tumbuhan yang disengaja dikembangkan dari mikro organism yang berada di tempat tersebut. Bahan-bahan tersebut diduga berupa zat yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman (fitohormon) seperti : giberalin, sitokinin, auxin dan inhibitor.Manfaat dari penggunaan Mol pada tanaman yaitu :1. Untuk mengembangkan biang penghancur bahan organic (decomposer)2. menambah aktivitas tumbuhan dan tambahan nutrisi bagi tanaman.3. Meningkatkan kesuburan tanah4. Menyediakan unsur hara yang siap pakai/serap5. Sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT)6. Dapat menekan/mengendalikan OPT Pelaksanaan pembuatan Mol tersebut dengan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut :1. Buah pepaya masak : 15 buah2. Buah pisang masak : 10 sisir3. Nenas masak : 10 buah4. Kulit Kakao : 25 kg5. Sabut kelapa muda : 25 kg6. Daun gamal : 50 kg7. Rebung : 15 kg 8. Bonggol pisang : 25 kg9. Daun kacang : 25 ikat10. Daun pucuk labu : 25 ikat11. Air cucian ikan : 25 liter12. Air cucian beras : 50 liter13. Air kelapa : 15 liter14. Gula merah : 3 kgSementara peralatan yang digunakan yaitu : Parang, ember 60 liter, karung, botol air mineral 2 liter, masing-masing 5 buah dan selang 5 meter, jumlah tersebut disesuaikan dengan jumlah bahan yang tersediaCara pembuatan Mol :1. Semua bahan kasar (batang, daun, dan buah) dicacah lalu kemudian dicampur secara merata2. Kemudian bahan cacahan tersebut dimasukan ke dalam karung.3. Karung yang sudah terisi campuran cacahan dimasukan ake dalam ember yang bervolume 60 liter, diisi dengan air kelapa, air cucian ikan, air cucian beras dan air biasa, selanjutnya diikat.4. Kemudian ember ditutup rapat dan dilakban pinggirannya dan tutup ember dilubang sebesar selang, dan selang dilubang tersebut dihubungkan dengan botol mineral yang sudah diisi air. Selanjutnya didiamkan/dipermentasi selama 10-15 hari, baru siap diaplikasikan di lapangan. PENULIS PATMAWATI, SP ( PENYULUH PERTANIAN MADYA - IV/A )