PEMBUATAN PARIT DAN GULUDAN UNTUK MENGATASI KEJENUHAN AIR PADA TANAMAN SINGKONG
Pembuatan siring atau guludan merupakan suatu kegiatan teknik budidaya yang telah dipertimbangkan sebelumnya oleh para peneliti maupun pengalaman petani. Tujuan dari pembuatan parit atau guludan ini adalah untuk membuang air hujan yang menggenangi lahan tanaman dan sulit untuk mengering. Disisi lain, parit ini sebagai pelancar aliran air untuk dapat meresap dari dataran yang lebih tinggi ke yang lebih rendah. Fungsi lain dari guludan adalah untukmenaikkan ketinggian media tanam ubikayu agar tidak terendam air. Sehingga tanaman tidak terendam air dan dapat tumbuh dengan baik. Kondisi tanah yang selalu tergenang air, akan mengakibatkan tanah dalam kondisi yang jenuh bahkan sangat jenuh air. Hal ini berdampak negatif pada akar tanaman yang terendam air beserta umbinya. Sedangkan akar dalam proses tumbuh kembangnya membutuhkan aerasi udara dalam tanah untuk bernafas dengan normal. Selanjutnya, kejenuhan air yang lama dapat menyebabkan pembusukan akar, umbi dan pangkal batang singkong. Ini dikarenakan, bahwa akar dan umbi tanaman mengandung pati/aci atau karbohidrat. Bila terjadi rendaman maka proses reaksi kimia fermentasi tidak dapat dielakkan lagi sehingga tanaman dapat mengalami kematian yang nampak dengan gejala daun layu menguning lalu leles atau busuk pada bagian yang terendam air .Kejenuhan air juga akan beresiko memberikan tingkat kelembapan yang tinggi di area bawah tanaman. Kondisi ini akan memperparah keadaan tanaman yang sudah sakit menjadi sangat rentan oleh serangan penyakit yang berasal dari jamur dan bakteri atau virus seperti jenis jamur fusarium spp, botryodiplodia sp., sclerotiumfolfsii sp., cladosporium sp., aspergillus sp. Gejala leles/ layu pangkal batang, akar, dan umbi merupakan kolaborasi dari beberapa dampak serangan jamur tersebut . serangan leles pada tanaman ubikayu adalah keluhan yang sering diutarakan petani ubikayu desa sinar ogan kecamatan abung selatan kabupaten lampung utara. Menurut pengakuan para petani singkong, serangan leles ini sulit dicegah penyebarannya dan secara tiba-tiba membuat tanaman layu hingga mati total. Dan setelah diamati dan dicabut oleh petani ternyata didapati busuk pada pangkal batang dan akar serta umbi “seperti berbau tape/peyem” kata petani. Serangan ini akan semakin cepat melebar ketika tanaman dalam keadaan subur serta curah hujan yang tinggi. Apalagi pada lahan yang tanahnya sering tergenang oleh air hujan yang deras dan lama keringnya. Solusi terbaik yang diambil dari pengalaman petani untuk mencegah serangan leles ini adalah dengan membuat siring pembuanga air dari daerah yang tergenang ke dataran yan lebih rendah mengarah ke lebung air/kali. Saluran ini dibuat saat pembajakan lahan dengan traktor atau handtraktor. Selain itu, pembuatan guludan saat tanam di musim hujan adalah solusi terbaik yang pernah didapatkan berdasarkan pengalaman petani. (Penulis : Khoirul Anwar, SP /Penyuluh Pertanian Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara).