Loading...

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI (Bahan Alami Pengendali OPT)

PEMBUATAN PESTISIDA NABATI (Bahan Alami Pengendali OPT)
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Kelompok Tani Bangun Sentosa II adalah salah satu dari empat Kelompok tani dipekon Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran yang mempunyai luas hamparan 13,75 ha. Sebagian anggota kelompok taninya melakukan pengendalian OPT padi sawah menggunakan Pestisida nabati. Pestisida nabati adalah suatu zat / pestisida yang bahan dasaranya berasal dari tumbuhan yang dapat dipergunakan sebagai sumber bahan pengendali opt. Beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk pembuatan pestisida nabati antara lain bandotan, saga, bengkoang, srikaya, sirsak, bitung dll. Babandotan/ Ageratum conyzoides L adalah salah satu tanaman liar yang banyak dijumpai dipekarangan Pekon Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Tanaman tersebut mempunyai kandungan bahan aktif Saponin, Flafonoid, Polifenol, minyak, Asiri yang terdapat di bagian daun, batang, bunga dan akar tanaman. Fungsi dari pestisida nabati yang bersal dari tanaman babndotan adalah sebagai Insektisida Racun perut, dan Racun kontak. Namun sebelumnya babandotan hanya dianggap sebagai rumput liar yang tidak ada manfaatnya. 2. Sifat – Sifat Pestisida Nabati (Alami) Pestisida alami merupakan bahan yang mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan hewan karena residunya mudah hilang Daya persistensi yang pendek kadang – kadang kurang menguntungkan, sehingga apabila dalam keadaan OPT yang tinggi perlu aplikasi yang berulang – ulang, namun memungkinkan dapat digunakan beberapa saat menjelang panen Adanya perbedaan sifat pestisida pada jenis tumbuhan yang sama, menurut sebaran geografis tanaman 3. Proses pengendalian opt terjadi karena zat tersebut dapat berfungsi sebagai : Racun kontak Racun perut Penolak Pemikat (antraktan) Penghambat pertumbuhan PEMBUATAN PESTISIDA NABATI Pembuatan Pestisida Nabati Secara Sederhana (Jangka Pendek) Pembuatan Pestisida Nabati Secara Sederhana dapat dilakukan para oleh para petani dan penggunaan ekstrak biasanya dilakukan sesegera mungkin setelah pembuatan pembuatan ekstrak dilakukan (1 – 3 hari) Disamping mengandung bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai pengendali OPT, bahan nabati secara alami mengandung bahan lain salah satunya adalah zat / enzim yang berfungsi sebagai pengurai. Untuk dapat menekan / mematikan aktifitas enzim / zat pengurai adalah dengan menambahkan zat pelarut methanol / alkohol 70 %. Agar diperoleh bahan aktif pengendali OPT yang terdapat pada tumbuhan secara mksimal, disamping dengan penambahan zat pelarut alkohol 70 % ditambah pula zat pengemolsi Latron / deterjen. Penambahan bahan pengemolsi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah bahan aktif yang terkandung dalam bahan abati tersebut. Adapun langkah – langkah kegiatan pembutan ekstrak sebagai berikut : Bahan tumbuhan digiling / dipotong / ditumbuk Bahan tumbuhan dicampur air dengan perbandinga 100gr bahan tumbuhan dalam 1 (satu) liter air ambahkan 10 ml Metanol / Alkohol 70 % (sebagai pelarut) dan 2 (dua) Gram deterjen (sebagai pengemulsi), kedalam larutan tersebut pada alat pembuat ekstrak (Blender) Setelah diekstrak sampai halus, biarkan ekstrak tersebut selama 30 menit kemudan lakukan penyaringan dan hari berikutnya baru diaplikasikan ke hama sasaran. Cara pembuatan pestisida nabati dari berbagai jenis tumbuhan tidak dapat distandarisasikan karena memang sifatnya tidak berlaku umum. Suatu ramuan pestisida nabati yang berasal dari atau bersifat efektif disuatu tembat belum tentu berhasil dengan baik ditempat lain karena ramuan pestisida nabati bersifat khusus lokasi (Adanya perbedaan sifat pestisida pada jenis tumbuhan yang sama menurut sebaran geografis tumbuhan). Oleh karena dosis atau konsentrasi bahan aktif yang digunakan akan berbeda pula. Berkaitan dengan masalah ini maka ramuan bahan nabati akan bergantung pada hasil pengujian dilokasi setempat dan mungkin tidak berlaku di tempat lain (tidak berlaku umum). Mengenai dosis atau konsentrasi bahan nabati ini bisa dikembangkan dan diulang sehingga diperoleh hasil yang maksimal (efektif dan efisien). Demikian proses pembuatan pestisida nabati yang dilakukan di Kelompok Tani Bangun Sentosa II Pekon Gemah Ripah Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Semoga bermanfaat. Oleh : Dwi Setiawati, A,Md