Disusun Oleh: Benedictus Sunardi Pestisida nabati adalah ramuan alami pembasmi hama yang bahan-bahan aktifnya berasal dari alam seperti ekstrak tanaman tertentu yang sudah diketahui efek positifnya dalam membasmi hama tertentu. Pestisida nabati mulai diminati oleh petani, mengingat semakin tingginya harga pestisida kimiawi. Pestisida nabati adalah solusi terbaik untuk membasmi hama secara mudah dan murah. Selain karena harganya murah, pestisida alami juga aman bagi keselamatan lingkungan (ekosistem). Di Kampung Wates Kecamatan Bumi Ratu Nuban dapat dengan mudah ditemukan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan pestisida nabati, seperti gadung, daun mindi, biji mahoni, brotowali, tembakau, sereh, laos, biji mimba, dll. Bahan-bahan tersebut mengandung senyawa khusus yang dapat digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit pada tanaman tanaman padi.Ramuan pestisida nabati bisa dibuat sendiri oleh petani dengan teknologi yang sangat sederhana. Sangat memungkinkan untuk dikerjakan secara perorangan, kelompok ataupun dalam skala usaha tertentu. Beberapa teknik yang umum digunakan untuk mengolah pestisida nabati diantaranya dengan teknik merendam, mengekstrak dan ataupun merebus bagian tertentu dari tanaman yang memiliki efek mengusir hama.Saat ini Pestisida nabati semakin diminati karena memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan pestisida sintetis atau kimiawi, diantaranya yaitu:? Cara pembuatannya mudah dan murah, sehingga memungkinkan untuk dibuat sendiri dalam skala rumah tangga.? Tidak menimbulkan efek negatif bagi lingkungan maupun terhadap makhluk hidup, sehingga relatif aman digunakan.? Tidak beresiko menimbulkan keracunan pada tanaman, sehingga tanaman yang diaplikasikan pestisida nabati jauh lebih sehat dan aman dari pencemaran zat kimia berbahaya.? Tidak menimbulkan kekebalan pada hama, sehingga aman bagi keseimbangan ekosistem.? Produk yang dihasilkan lebih sehat serta terbebas dari residu pestisida kimiawi.Namun demikian pestisida nabati juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu :? Daya kerja lebih lambat, tidak bisa terlihat dalam jangka waktu cepat.? Pada umumnya tidak membunuh langsung hama sasaran, akantetapi hanya bersifat mengusir dan menyebabkan hama menjadi tidak berminat mendekati tanaman.? Mudah rusak dan tidak tahan terhadap sinar matahari? Daya simpan relatif pendek, pestisida harus segera digunakan setelah diproduksi.? Perlu dilakukan penyemprotan berulang-ulang, dari sisi ekonomi tidak efektif dan efisienDalam proses mengendalikan hama dan penyakit tanaman, pestisida nabati ini bekerja dengan cara yang unik dan spesifik. Secara umum prinsip kerjanya adalah menghambat, merusak, dan menolak. Cara kerja pengendaliannya bisa dengan cara tunggal maupun perpaduan beberapa bahan. Mekanisme kerja pestisida nabati ini dalam melindungi tanaman dari hama dan penyakit tanaman adalah :? Menghambat proses reproduksi serangga hama, khususnya serangga betina ? Mengurangi nafsu makan? Menolak makan? Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa, sehingga perkembangbiakan serangga hama dapat dihambat.? Menghambat pergantian kulit (misal hama wereng batang coklat)Melihat manfaat dan ketersedian bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati, para petani yang tergabung dalam kelompok tani mekarsari 1 melakukan praktek pembuatan beberapa pestisida nabati, yaitu 1. Pestisida untuk hama penggigit dan pengunyahCara Pembuatan :• Gadung sebanyak 2 – 3 kg diparut halus• Tembakau sebanyak 1 ons direndam air panas• Daun Mindi , Brotowali , dan Biji Mahoni ditumbuk sampai halus• Semua bahan dicampur jadi satu, aduk sampai rata Cara Aplikasi :• Aplikasi dengan mencampur 500 ml larutan pestisida nabati kedalam sekitar 15 liter air bersih (1 tanki Hand sprayer).• Umbi gadung mengandung diosgenin, saponin, steroid, fenol, dan alkaloid, yang dapat mengendalikan ulat dan hama penghisap, contoh kepik, walang sangit, dan hama wereng.• Daun mindi mengandung zat Azadirachtin, Meliantriol, Salanin, Nimbin, bersifat Insetisida, Bakterisida , Fungisida, Nematisida, Moluskisida , Sbg penghambat pertumbuhan.• Brotowali bersifat bakterisida 2. Rodentisida NabatiBahan yang digunakan :• Gadung sebanyak 2 -3 buah diparut halus• Dedak sekitar 5 kg• Remukan ikan asin sebanyak 0,5 kg• Royco dan kemiri sebagai penguat rasaCara pembuatan :Semua bahan diaduk sampai tercampur rata, dibentuk sekepalan tangan, bahan siap digunakan, ditaruh diliang aktif persembunyian tikus sebagai umpan.