Loading...

PEMBUATAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA)

PEMBUATAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA)
PEMBUATAN PGPR(PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) PGPR atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria adalah mikroorganisme menguntungkan yang hidup di sekitar perakaran, berupa kumpulan berbagai bakteri yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan mengendalikan penyakit tanaman. Jika di daerah perakaran suatu tanaman kekurangan mikroorganisme menguntungkan maka akan menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit seperti layu dan busuk akar. Selain itu tanaman juga akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan (kurang subur). Petani di beberapa wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara sendiri sudah banyak yang menggunakan PGPR ini untuk diaplikasikan pada tanaman yang mereka usahakan seperti tanaman hortikultura cabe, tomat dan sayuran daun serta adapula yang menggunakannya untuk perlakuan benih. Adapun penyakit tanaman yang dapat dikendalikan seperti layu Fusarium, penyakit busuk batang phytophora, penyakit layu bakteri pada pisang, family solanaceae dan kacang-kacangan, Schlerotium, Rhizoctonia, Blast dan Antraknose. Mengingat banyaknya manfaat PGPR yang pembuatannya sangat mudah dan murah meriah serta bahan utama yang banyak tersedia di alam Indonesia, maka disini kami akan menuliskan cara pembuatannya, sebagai berikut : Alat : 1. Jerigen 10 L atau 20 L 2. Panci 10 L 3. Pisau & talenan 4. Corong & Saringan 5. Kompor Bahan : 1. 100 gr akar bambu beserta tanahnya 2. 10 L air matang (air yang digunakan bukan air PDAM / air yang sudah terpapar zat kimia lain. Bisa menggunakan air sumur, air sungai, air kolam atau air hujan) 3. 400 gr gula merah/aren 4. 200 gr terasi 5. 1 bungkus vetsin (@ Rp. 1000) Cara Pembuatan : 1. Pembuatan larutan biang a) 100 gr akar bambu beserta tanahnya direndam dalam 1 liter air matang dingin (bisa diganti dengan akar putri malu, atau akar rumput gajah atau akar alang-alang. Semua akar diambil beserta dengan tanahnya). b) Rendam selama 2-3 hari. c) Saring bahan biang yang sudah direndam d) Larutan biang telah siap. 2. Pembuatan PGPR a) Didihkan 10 liter air, setelah mendidih masukan gula, terasi, diamkan mendidih sampai 20 menit. b) Setelah 20 menit dari mendidih, matikan kompor dan dinginkan. c) Setelah dingin, masukan vetsin dan larutan biang , aduk hingga homogen/tercampur rata. d) Masukan larutan yang sudah tercampur rata ke dalam jerigen dengan bantuan corong dan saringan. e) Tutup rapat jerigen f) Buka dan kocok-kocok (digoyang-goyang) sehari sekali untuk mengeluarkan uap dari proses fermentasi. g) Setelah 10-15 hari PGPR siap digunakan. Demikian penjelasan cara pembuatan PGPR, sangat mudah bukan? Semoga dengan berbagai inovasi berbahan dasar organik/hayati/nabati ini pertanian Indonesia semakin maju berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Karena pengelolaan yang sehat akan memberikan hasil alam yang sehat pula. Ditulis oleh : H. Qamariatul Husna, S.P.Penyuluh Pertanian Ahli / PP Sumber Daya BPP Kec. Amuntai Selatan Sumber : 1. Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Provinsi Kalimantan Selatan2. Laboratorium Pengamatan Peramalan OPT, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Catatan:Penjelasan lebih lengkap tentang PGPR ini dapat diunduh pada file yang kami lampirkan.