Loading...

PEMBUATAN PUPUK BOKASHI JERAMI

PEMBUATAN PUPUK BOKASHI JERAMI
I. PendahuluanHasil penggalian informasi dilapangan berdasarkan instrumen dari kelompok 4 di desa Cikahuripan, ditemukan bahwa petani tidak/belum mengetahui cara memanfaatkan jerami sisa panen padi. Umumnya petani hanya membakar jerami tersebut untuk membersihkan lahan sebelum dilakukan pengolahan tanah untuk menanam padi MT berikutnya. Pembakaran jerami dapat menghilangkan unsur hara N, P dan K, selain itu dapat mengakibatkan mikroorganisme tanah terganggu, tanah menjadi padat, kesuburan tanah menurun, serta bisa mengakibatkan polusi udara. Pupuk yang ditambahkan pada lahan tanaman bertujuan untuk melengkapi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Didalam tanah sudah ada unsur hara tetapi terkadang jumlahnya tidak mencukupi. Pupuk untuk tanaman padi bisa pupuk organik dan pupuk anorganik :1. Pupuk AnOrganik untuk tan.padi :pupuk nitrogen, phospat, pupuk kalium2. Pupuk organik untuk tan.padi : pupuk kandang, pupuk kompos dan hijauan Untuk menghasilkan gabah berkualitas menurut Litbang pertanian membutuhkan :1. Hara N yang berfungsi to pembetukananakan, pembentukan klorofil, dan memproduksi pati to pembentukn gabah2. Hara P untuk keserempakan tumbuh dan pematangan buah padi3.Hara K berfungsi untuk ketahanan terhadap penyakit Pemberian pupuk anorganik terus menerus berefek buruk bagi tanah, merusak kesuburan tanah dan bisa mencemarkan tanah. Sebaiknya pemberian pupuk anorganik dan organik perlu dilakukan berimbang.Pemberian pupuk organik sangat dianjurkan karna dapat mengembalikan sifat tanah, memperbaiki struktur tanah, menggemburkan tanah yang telah padat karna efek penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Bokashi (Bahan organik kaya akan unsur hara) adalah hasil fermentasi bahan organik (jerami,dedak ,dan pupuk kandang) dengan teknologi Em-4 yang dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanamanan. Bokashi dapat dibuat dalam beberapa hari dan setelah 1 minggu ditebarkan ditanah dapat digunakan sebagai pupuk.Sebagai landasan teori bahwa setiap bahan organik akan terfermentasi oleh mikro organisme fermentasi ( EM4 ) dalam kondisi semi anaerobik pada suhu 40-50 0 C hasil fermentasi bahan organik berupa senyawa organik sangat mudah diserap oleh perakaran tanaman.Bahan – bahan bokashi banyak didapat di lahan pertanian seperti jerami,pupuk kandang,rumput,pupuk hijau sekan serbuk gergaji dan lain sebagainya.II. Pelaksanaan Langkah langkah Pembuatan Bokashi Jerami:1. Alat dan Bahan :AlatSekop, Ember, Terpal,Termometer, karung goni dan parangBahanEM-4, Pupuk kandang (boleh kotoran kambing atau kotoran sapi namun lebih baik kotoran kambing karena lebih baik kualitasnya, Dedak, Jerami padi, Gula pasir atau gula merah dan Air 2. Prosedur KerjaProsedur kerja dalam pembuatan bokashi yaitu sebagai berikut:1) Awal dari proses pembuatan pupuk bokashi Jerami yaitu Jerami padi di potong-potong 5-10 cm. 2) Persiapkanan alat dan bahan sesuai dengan kebutuhan. Alat yang digunakan yaitu: Sekop, ember, dan terpal. 3) Sedangkan bahan yang disiapkan yaitu Pupuk kandang, EM-4, dedak, jerami, Gula pasir dan air.4) Tentukan perbandingan antara pupuk kandang dan jerami padi sesuai dengan target produksi. Perbandingan antara pupuk kandang dan jerami yaitu 45% : 45% Misalnya target produksi 1 Ton bokashi, maka pupuk kandang 450 Kg dan jerami padi 450 Kg.5) Campurkan kedua bahan tersebut sampai merata, proses pencampuran ini sama halnya dengan mencampur semen dengan pasir untuk bangunan.6) Ketika kedua bahan sudah tercampur merata, maka ditaburi dedak. 7) Siapkan air untuk campuran pertama sebanyak 1 ember ( ukuran 15 L ) larutkan 4 sendok gula dan 4 tutupan EM-4 ke air untuk membuat larutan dan kemudian diaduk sampai merata. 8) Selanjutnya air yang telah dicampur dengan EM-4 dan gula tersebut disiram pada Jerami dan pupuk kandang yang telah diaduk tadi. Penyiraman dilakukan sedikit demi sedikit.9) Setelah itu, untuk memudahkan dalam pencampuran dan penyiraman maka pada proses ini memerlukan 3 orang dalam bekerja, kedua orang mencampur dan satunya menyiram.10) Pencampuran dan penyiraman dilakukan secara terus menerus sampai ada tanda bahwa campuran telah jadi dan siap difermentasikan. Tanda-tanda campuran telah jadi dan siap difermentasikan yaitu campuran tersebut ketika diremas mengumpal dan tidak langsung terlepas.11) Campuran difermentasikan dengan cara ditumpuk dan ditutup dengan menggunakan terpal atau karung goni dan diusahakan agar tidak ada udara yang masuk.12) Proses fermentasi dilakukan selama ± 7 – 14 hari dan setiap 2 hari dilakukan pengukuran suhu adonan yaitu 40-50 oC jika suhu kurang dibawah 40 oC maka karung ditambahkan. Bila suhu melebihi 50 oC, pembalikan adonan untuk mengatur suhunya sehingga tidak mematikan mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi.13) Pada hari ke 7 – 14 maka campuran telah siap dipakai sebagai pupuk bokashi. Campuran telah jadi dengan tanda-tanda yaitu warna berubah menjadi coklat hitam, tidak tercium bau seperti pada awalnya dan tidak panas lagi.14) Bokashi siap dipakai atau dipasarkan.III. KesimpulanJerami merupakan bahan limbah sisa hasil panen yang belum maksimal dimanfaatkan oleh kelompok tani. Untuk itu dianjurkankan agar kelompok tani dapat membuat pupuk organik dari bahan jerami. Keuntungan pemberian pupuk bokashi adalah adalah untuk memperbaiki struktur tanah yang keras akibat pemberian pupuk kimia. Bahan pembuatannya murah dan gampang didapat. Penulis : Subandi , A Md ( BPP Kecamatan Gatak)