Loading...

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI URINE SAPI

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DARI URINE SAPI
Pendahuluan Sapi merupakan hewan ruminansia yang banyak dibudidayakan oleh petani sebagai sumber daging. Dalam pemeliharaannya, selain menghasilkan daging sapi juga menghasilkan limbah yang bisa memberikan keuntungan bagi pemiliknya, bila dikelola dengan baik. Sapi menghasilkan limbah padat dan cair yang cukup banyak, di mana saat ini hanya limbah padat saja yang banyak dimanfaatkan sebagai pupuk kandang atau pupuk organik. Sedangkan limbah cair, berupa urine masih terbuang sia-sia dan tidak termanfaatkan. Urine sapi yang masih murni mengandung unsur hara Nitrogen 1 %, Phospor 0,5 %, Kalium 1,5 %, carbon ,1,1 % dan air 92 % serta fito hormon Auksin. Apabila urine sapi sudah diolah menjadi pupuk cair, maka kandungan unsur haranya akan meningkat secara berturut-turut, Nitrogen 2,7 % , Phospor 2,4 % , Kalium 3,8 % dan carbon 3,8 %. Dari kandungan unsur hara esensial yang cukup tinggi, pupuk organik cair dari urine sapi sangat berguna untuk menyuburkan tanaman, dan juga sebagai pengusir hama. Sebelum diaplikasikan ke tanaman urine sapi harus diolah terlebih dahulu, supaya tidak membahayakan bagi tanaman. Urine sapi murni mengandung zat amonia yang berbahaya bagi tanaman bila disemprotkan secara langsung. Selain mengurangi zat amonia pengolahan urine juga untuk mengurangi bau yang kurang enak. Cara Pembuatan Pupuk Cair Urine Sapi Dalam pembuatan pupuk cair, alat yang dibutuhkan antara lain : ember, plastik, karet/pengikat, selang. Sedangkan bahannya yaitu : urine sapi 2 liter, jahe 0,5 kg, lengkuas 0,5 kg, kunyit 0,5 kg, temu lawak 0,5 kg, kencur 0,5 kg, gula merah 1 kg, rendaman kedelai 1 gelas atau Urea 1 sendok makan, dan EM4 100 ml. Bahan rempah-rempah berguna untuk mengurangi bau dan juga sebagai pestisida nabati, sedangan gula untuk membantu fermentasi dan menyediakan makanan bagi organisme, urea dan rendaman kedelai untuk menambah unsurhara pada pupuk cair, serta EM4 berfungsi sebagai starter proses fermentasi. Proses Pembuatan : Empon-empon dihaluskan dan dimasak sampai mendidih. Setelah dingin dicampur dengan semua bahan yang lain didalam ember atau drum plastik, yang perlu dingat pengisian jangan sampai penuh. Lalu ditutup rapat dan didiamkan selama 3 minggu. Setiap hari 2 kali atau tiap pagi dan sore tutup dibuka untuk membuang gas yang dihasilkan atau boleh menggunakan aerator atau selang untuk mempercepat proses penguapan gas. Pupuk cair dinyatakan jadi apabila bau yang ditimbulkan sudah tidak menyengat, berubah warna menjadi hitam dan siap digunakan. Dosis dan Cara Pengaplikasian Pupuk cair yang sudah jadi siap digunakan untuk disemprotkan ke tanaman dengan cara dicampur air dengan perbandingan 1 liter POC dengan 10 liter air. Pupuk cair urine sapi ini dapat digunakan pada berbagai tanaman misalnya: tanaman pangan (padi), palawija dan sayuran, hortikultura (cabai, jeruk), dan bisa juga pada bibit / benih tanaman. Pada tanaman padi penyemprotan dilakukan pada umur 14-21 hst, 25-30 hst dan pada fase primordia (45 hst) saat sudah ada satu tanaman yang mengeluarkan bunga. Pada tanaman hortikultura penyemprotan dilakukan pada umur 14-21 HST (terdapat 3-4 helai daun) dan pada saat pembentukan bunga. Untuk benih/ biji direndam selama semalam sedangkan untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit. Keunggulan Pupuk Organik Cair Tanaman sayuran dan hortikultura setelah diberi pupuk cair ini menjadi lebih subur, daunnya kelihatan segar dan hijau serta ulat yang mengghinggapinya menghilang. Manfaat lain penggunaan pupuk cair urine sapi yaitu: meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, meningkatkan kapasitas serap air tanah, meningkatkan aktifitas mikroba tanah, meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, jumlah, dll), menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman, menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman, dan meningkatkan retensi/ketersediaan hara dalam tanah.