Tanaman lada merupakan tanaman tropis, tumbuh baik pada areal dengan drainase baik. Sebelum melakukan kegiatan pembukaan lahan, perlu diperhatikan dalam persiapan lahan. Lahan yang cocok untuk tanaman lada adalah lahan dengan kemiringan kurang dari 25 %, ketinggian tanah tidak lebih dari 1.200 m dpl, curah hujan minimal 1750 mm/tahun, suhu udara antara 25 - 35 derajat C, kelembaban di atas 70 %. Lada yang sebelumnya ditanami coklat atau karet sebaiknya dihindari, terutama bila diketahui telah terinfeksi oleh Fomes spp, Fusarium sp atau Phythopthora sp. agak masam, berpasir dan gembur serta memiliki kandungan nutrisi tinggi. Hindari lahan yang secara intensif menggunakan bahan kimia pertanian. Kedalaman tanah yang dikehendaki 1 meter atau lebih, karakteristik tanah yang direkomendasikan adalah tanah podsolik, latosol, tanah berpasir, gembur, dengan tingkat keasaman antara 5 - 6.5. Bila kemasaman tanah kurang dari 5, pengapuran perlu dilakukan sampai kemasaman tanah yang dipersiapkan untuk tanaman lada mendekati netral. Sebelum dilakukan penanaman pada tanaman lada, perlu dilakukan persiapan tanam yang terdiri dari pembukaan lahan, pengolahan tanah dan pembuatan lobang tanam. Pembukaan lahan atau land clearing dari hutan dimulai dengan menebang atau membabat pohon-pohon kecil dan belukar, selanjutnya dilakukan penebangan pepohonan yang lebih besar dan sedapat mungkin dibongkar hingga tunggul dan akar-akarnya. kayu besar dan tunggul-tunggul ditumpuk melintang arah lereng untuk mencegah erosi. Dahan, ranting dan dedaunan dibiarkan membusuk ditempat sebagai sumber bahan organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pembukaan lahan pada bekas hutan sekunder biasanya ditumbuhi oleh semak belukar, padang rumput/padang alang-alang, pohon pohon kecil, sehingga pekerjaannya lebih ringan karena pohon-pohon besar hampir tidak dijumpai.. Pengolahan tanah dilakukan pada musim kemarau dengan terlebih dahulu dibersihkan dari pohon-pohonan, kemudian dilakukan pengajiran dengan jarak sesuai populasi yang dikehendaki. Untuk populasi 1.600 batang tanaman lada / ha jarak tanam yang digunakan 2.5 x 2.5 m, sedangkan untuk populasi 1.100 batang bibit tanaman lada/ha jarak tanam yang digunakan..3.0.x.3.0.m. Pembuatan lubang tanam dibuat dengan ukuran 45x45x 45 cm sampai 60 x 60 x 60 cm (panjang x lebar x dalam). Tanah galian dibiarkan sekurang-kurangnyua 40 hari sebelum dilakukan penanaman. Tanah yang berasal dari bagian atas dicampur pupuk organik dan Trichoderma spp. Tanah guludan dicampur dengan pupuk kandang dan dolomit serta dibuat menjadi guludan yang berukuran panjang 90 cm, lebar 60 cm dan tinggi 25-30 cm. Penggemburan tanah di antara tanaman lada harus dilakuian seminimum mungkin untuk menghindari gangguan terhadap sistem perakaran tanaman lada. Daerah sekitar tanaman lada (radius 60 cm) harus selalu dibersihkan secara mekanis. Untuk mengalirkan air yang berlebihan agar tidak tergenang, perlu dibuat saluran drainase dengan ukuran lebar 30 cm, dan dalam 20 cm , serta dibuat parit keliling yang berukuran lebar 40 cm dan dalam 30 cm. Daerah yang miring harus dibuat teras untuk mencegah erosi tanah. Pembukaan lahan yang luas pada tanaman lada memungkinkan adanya dampak yang tidak diinginkan terhadap sarana air yang terdapat di dalam tanah. Sehingga untuk mengatasi kekurangan air khususnya di daerah kering bila diperlukan juga dapat dilakukan irigasi, terutama selama fase pembungaan.Untuk mencegah tiupan angin dilakukan penanaman pohon pelindung yang cukup. Oleh : Kukuh Wahyu W Sumber :Anonimous (2011), Pedoman Teknis Budidaya Lada (Good Agricultural Practices /GAP). Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Perkebunan, 2011.