Loading...

PEMELIHARAAN

PEMELIHARAAN
Pemeliharaan Tanaman Penjarangan dan Penyulaman. Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman, hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. Penyiangan Pada umur satu bulan setelah tanam, kebun melati sering ditumbuhi rumput-rumput liar (gulma). Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari, air dan unsur hara. Penyiangan bertujuan untuk membersihkan tanamanyang sakit, mengurangi pesaingan penyerapan hara, mengurangi hambatan produksi anakan dan mengrangi persaingan pentrasi sinar matahari. Dalam penyiangan dilakukan juga pendangiran untuk meremahkan tanah di sekitarnya untuk memebrikan ruang tumbuh yang optimal. Pembersihan tanaman yang sakit dilakukan untuk menghindari atau menghambat serangan penakit tanaman yang lebih besar sehingga akan meningkatkan pertumbuhan tanam supaya lebih baik. Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan, tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Cara pengairan adalah dengan disiram air bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah. Tujuan pengairan/penyiraman adalah untuk memenuhi kebutuhan air yang diperlukan tanaman melati dalam proses metabolisme sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi optimum. Pemangkasan Pemangkasan tanaman pada umumnya dimasudkan untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih baik seperti yang diinginkan. Pemangkasan juga merupakan salah satu komponen dari aspek pemeliharaan tanaman apabila yang dipangkas adalah cabang atau ranting yang sakit atau kering dan juga cabang-cabang yang tidak produktif. Tanaman melati dilakukan pemangksan bentuk untuk keperluan melati pot atau taman. Melati J sambac apabila dipangkas bagian cabang dan rantingnya secara cermat akan terbentuk tanaman yang mempunyai kanopi yang serasi terhadap ukuran pot dan wadahnya dengan jumlah bunga banyak. Demikian pula melati j multifforum dapat dibentuk menjadi tanaman yang tegak berbentuk payung dan penuh bunga bunga yang tumbuh dipermukaan kanopinya. Tanaman tersebut menjadi sangat indah dan menarik apabila diletakkan pada posisi yang tepat di dalam suatu taman. Budidaya melati j sambac yang tidak produktif karena telah berumur tua dapat dilakukan pemangkasan berat sampai sekitar ¼ - 1/3 tinggi tanaman aslinya. Dengan pemangkasan berat tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru yang produktif. Agar timbulnya tunas-tunas baru tersebut lebih cepat, pemangkasan perlu diikuti dengan pengairan tanaman melati secara teratur dan pemebrian pupuk secukupnya Tanaman j sambac yang masih produktif, dapat dilakukan pemangkasan pucuk setelah panen bunga selesai. Hal tersebut dimaksudkan untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru lebih cepat sehingga waktu berbunga lebih awal. Dengan dilakukannya pemangkasan yang terjadwal maka tanaman melati akan lebih mudah untuk penjadwalan dalam melakukan penggunaan zat pengatur tumbuh, yang dapat mempercepat pembungaan dan sekali gus memperbaiki hasil dan kualitas bunga melati. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti SOP Pemeliharaan melati