Loading...

PEMELIHARAAN BIBIT TANAMAN TEH

PEMELIHARAAN BIBIT TANAMAN TEH
Tanaman teh (Camellia sinesis) sudah dikenal lama baik untuk penghasil minuman maupun sebagai tanaman herbal yang digunakan sebagai obat herbal. Tanaman teh sudah lama dibudidayakan di beberapa negara antara lain di India dan Cina, dan berkembang ke bebagai Negara termasuk di Indonesia. Tanaman teh di Indonesia menjadi salah satu jenis tanaman herbal yang dibudidayakan secara komersial oleh perusahaan perkebunan sejak zaman belanda sampai sekarang. Tanaman teh diperbanyak melalui biji ataupun stek daun, tetapi perbanyakan melalui stek daun produktivitasnya lebih tinggi. PEMELIHARAAN BIBIT TANAMAN TEHAdapun pemeliharaan tanaman teh di pembibitan adalah sebagai berikut :1. Pengaturan intensitas matahari2. 0-3 bulan: 25-30%, naungan tertutup seluruhnya.3. 4-5 bulan: 30-40%, atap diperjarang.4. 6-7 bulan: 50-75%, atap lebih diper jarang lagi.5. 7-12 bulan: 90-100%, atap diperjarang.6. > 1 tahun: 90-100%, atap terbuka sampai dibuka7. Penyiraman dilakukan bila perlu. Selama perawatan dilakukan penyemprotan dengan fungisida dan insektisida yang direkomendasikan, penyiraman agar tidak kering, dan pemupukan dilakukan 2 – 3 bulan setelah tanam dengan ppupuk daun. Bibit dalam polibag dipindahkan ke kebun pada umur 10 – 12 bulan. Bibit pada bedengan dipindahkan ke kebun berumur 1 tahun dengan cara putaran, berumur 2 – 3 tahun dengan cara stump. Sedangkan yang perlu diperhatikan lagi selain hal yang di atas dalam pemeliharaan bibit tanaman teh adalah sebagai berikut :1. Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan dengan pupuk daun Bayfolan 15 cc/15 liter air atau larutan urea 10-20 gram/liter, 1-2 minggu sekali.2. Pengendalian hama penyakit: Menutup sungkup segera bila ada serangan, menyemprot Dihane M-45 atau Cobox pada dosis 0,1-0,2%.3. Seleksi bibit dilakukan pada umur 6 bulan. Tempat pesemaian perlu diperhatikan agar biji yang disemaikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk itu beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :1. Biji yang tumbuh dalam waktu satu bulan segera di sulam dengan biji baru. Paling lambat penyulaman sampai umur dua bulan setelah penanaman.2. Penyiangan dilakukan setiap satu setengah bulan secara manual tergantung dari gulma yang tumbuh.3. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila terlihat adanya serangan hama dan penyakit.4. Bibit di pesemaian di beri pemupukan empat kali dalam satu tahun untuk mempercepat pertumbuhan. Selain itu dapat di beri pupuk daun setelah bibit berumur empat bulan.5. Pemberian air harus dilakukan terutama pada musim kemarau. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Setyamidjaya D. 2000. Teh. Budi Daya dan Pengolahan Pascapanen. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.2. Gambar berasal dari Google tentang tanaman teh.