Loading...

Pemeliharaan Tanaman Buah Semangka

Pemeliharaan Tanaman Buah Semangka
PemupukanJenis pupuk yang digunakan adalah pupuk daun dan pupuk akar.1. Pupuk daun, terdiri dari:a. Pupuk daun padat berbentuk serbuk atau tepung, yaitu Gandasil, Complesal, Vitabloom, Hyponex, Topsil, dan Shell foliar; dan b. Pupuk daun cair, yaitu Wuxal, Bayfolan, dan Complesal. 2. Pupuk akar, dipakai dengan cara dicampur air penyiraman sehingga kebutuhan unsur hara dapat tersedia dengan cukup. Sebelum penanaman, kita telah melakukan pemupukan dasar sehingga kita hanya tinggal menjaga jangan sampai kandungan unsur hara pupuk dasar habis diserap oleh tanaman. Oleh sebab itu, pemakaian pupuk akar ketika melakukan penyiraman cukup menambah unsur hara ala kadarnya saja. Untuk itu, dapat digunakan pupuk NPK dengan kadar 15-15-15 ataupun 20-20-20. Pemakaian pupuk lain seperti pupuk Phonska dengan dosis pemupukan dasar (270-350 kg/ha) dan pemupukan susulan (4-8 minggu setelah tanam) dengan dosis 300-350 kg/ha. PemangkasanPertumbuhan batang (sulur) utama dan cabang lateralnya perlu diatur dan dibatasi sedemikian rupa agar buah yang dihasilkan bermutu baik (berukuran besar dan bentuk sempurna). Apabila menginginkan buah berukuran besar, dapat diusahakan dengan memelihara maksimum 3 atau 4 calon buah pada setiap tanaman, masing-masing terletak pada satu cabang lateral dan dua calon buah pada batang utama. Cabang-cabang tumbuh setelah dipilih dari 2 cabang lateral terbagus, kemudian cabang yang tidak dibutuhkan dipangkas dengan gunting, dipisahkan 5 cm dari cabang utama. Tujuan pemangkasan cabang adalah untuk memaksa tanaman menggunakan hasil tenaga internalnya demi perkembangan buah.Selanjutnya, calon buah yang akan dipelihara dipilih dari calon buah yang paling baik, yaitu bentuknya seragam, penampilannya sempurna dan tidak berkerut, dan letak calon buah relatif agak jauh dari pangkal batang utama (minimal 70 cm). Sisa calon buah yang tidak terpilih dibuang dengan memotong tangkai buahnya pada bagian yang melekat pada calon buah untuk menghindari rusaknya batang. Batang yang pertumbuhan daunnya terlalu panjang dapat dipotong ujungnya agar tenaga internal yang ada semuanya untuk perkembangan buah tanpa digunakan untuk pertumbuhan tunas ataupun pemanjangan batang yang tidak berguna. Luka bekas pemotongan gunting dapat diolesi dengan fungisida atau herbisida untuk mencegah infeksi penyakit. Pembalikan buahTujuan pembalikan buah adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan buah yang menempel di atas tanah dan membuat warna kulit buah merata tanpa adanya bagian yang belang akibat tidak terkena sinar matahari. Namun pembalikan buah yang terlalu sering, kadang-kadang menyebabkan perkembangan buah menjadi macet. Sebaiknya, buah yang tidak dibalik sama sekali seringkali berlubang pada dasar buah yang menempel di atas tanah akibat digerogoti oleh binatang ataupun cendawan dan bakteri, terutama apabila sering terkena air hujan. Pembalikan buah hanya dianjurkan satu kali pada setiap periode tanam, yaitu setelah buah berukuran sebesar bola volly atau beratnya sekitar 1,5 kg. Pada saat pembalikan buah sebaiknya alas jerami pada tempat buah ditambah dengan jerami baru. Selain itu, pada awal penanaman (setelah bakal buah yang akan dipelihara terpilih) di bawah calon buah ini diberi tambahan jerami kering. Dengan demikian buah tetap terjamin keadaannya walaupun tidak dilakukan pembalikan buah. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian