Loading...

Pemeliharaan Tanaman Rami

Pemeliharaan Tanaman Rami
Agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan batang rami yang maksimal, tanaman rami perlu diperlihara dengan baik. Pemeliharaan tanaman rami yang harus diperhatikan meliputi penyulaman, pemupukan, [enyiangan, pengairan, drainase, serta pemberantasan hama dan penyakit.Penyulaman: Penyulaman perlu dilakukan pada tanaman yang layu atau mati pada beberapa hari setelah penanaman, menggunakan bibit yang telah disiapkan bersamaan dengan penyemaian setek. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Bibit sulam yang baru selesai ditanam segera disiram agar kelembaban tanah di sekitarnya sesuai dengan kebutuhan bibit.Pemupukan: Pemupukan yang tepat akan menyebabkan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pupuk yang diperlukan per hektar adalah 100-150 kg urea, kg TSP 25-45 kg TSP dan 50-100 Kg/KCl, diberikan pada awal tanam dan setiap selesai panen. Untuk tanah gambut tdak dianjurkan menggunakan pupuk kandang. Pada tanah mineral ditambahkan 10 ton pupuk kandang per tahun yang dibagi rata setiap selesai panen. Pupuk kandang TSP dan K Cl diberikan pada waktu pengolahan tanah yang terakhir dengan cara disebar merata kemudian diaduk dan dibenamkan ke dalam tanah memakai cangkul. Pemupukan selanjutnya diberikan 10 hari setiap pasca panen dengan cara ditugal atau dialurkan melingkari tanaman. Pupuk urea diberikan bersamaan dengan kegiatan penanaman dengan cara ditugal atau dialurkan melingkari tanaman. Pemupukan juga bisa dengan menggunakan dedaunan rami hasil pangkasan dan disebar di sela-sela tanaman. Pada tanah mineral dengan pH rendah perlu dilakukan penambahan kapur dolomite dengan dosis 1-2 ton/ha/3-4 tahun, diberikan 15 hari sebelum tanam dengan cara disebar di atas atah yang elah doilah, lalu diaduk agar tercampur rata. Selain pupuk, tanaman juga dapat diberi zat perangsang taumbuh atau pupuk cair. Penyiangan dan pendangiran: Penyiangan terutama dilakukan pada bulan-bulan awal setelah tanam dan setap kali sesudah panen, dengan tujuan untuk mengendalikan gulma sehingga tidak merugikan tanaman. Pada saat penyiangan biasanya disertai dengan pemupukan. Sedangkan pendangiran bertujuan untuk menggemburkan tanah sehinga struktur tanah menjadi baik bagi tanaman. Penyiangan dan penggemburan tanah dapat dilakukan secara bersamaan dengan cara mekanis (pencangkulan). Pengairan dan drainase: Pada musim kering, tanaman rami mengalami stagnasi sehingga produktivitas rendah, untuk itu perlu tersedia pengairan sebagai pengganti hujan. Meskipun rami memerlukan air dalam jumlah besar, tetapi tanaman rami akan mati bila terjadi genangan air lebih dari satu hari, sehingga dibutuhkan saluran-saluran drainase sesuai dengan keadaan lapangan. Pemangkasan: Pada umur 3 bulan perlu dilakukan pemangkasan pertama (pangkas kosmetik) agar akar tumbuh kuat. Pemangkasan kosmetik sebaiknya dilakukan menggunakan sistem tebang gilir seperti berikut: (1) Luasan 1 ha dibagi 50 blok, setiap blok 200 m2. (2) Setiap hari dilakukan pemangkasan pada satu blok, dan seterusnya bergilir hingga blok ke 50. (3) Hasil pangkas kosmetik dikembalikan ke tanah karena belum siap diproduksi.Pengendalian Hama dan PenyakitBeberapa hama yang menyerang tanaman rami diantaranya adalah:1. Daychira mendosa: Ulat yang baru menetas memakan daun muda. Musuh alami dari ulat ini adalah Braconidae dan Tachinidae2. Argina argus: Panjang ulat sekitar 25 mm dan memakan daun.3. Acheronthia lachesis: Panjang ulat ini sekitar 100-130 mm. Ulat menyerang daun dan bunga. Musuh alaminya yaitu Zygobotria atrovira N. dan Palcorista insconspicuod F. 4. Pilcorosis ramentalis: Ulat ini berwarna hijau daun, memakan daun dan berkepompong. Serangannya menyebabkan tanaman gundul. Serangan dijumpai pada musim hujan.5. Rayap: Rayap ini menyerang tanaman muda, pada musim kemarau.6. Sylepta auranticalis F: Hama ini bertubuh ramping, warna hijau transparan, panjang 20 mm. Kerusakan terjadi pada daun. Musuh alaminya adalah Apantales sp, Copidosoma sp dan Elasmus brevicomis gah. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman rami diantaranya adalah: 1. Penyakit jamur akar: Tanaman yang terserang akan lemah, menguning dan gugur. Pengendalian dilakukan dengan membuat parit isolasi pada sekitar tanaman yang diserang, dan diperlukan fungisida tanah seperti Cloropocrin.2. Bercak daun: Daun akan terlihat bercak merah keunguan yang berkembang tidak beraturan dan menjadi ungu tua, putih di tengah dan merah tua di pinggir, diameter 4-11 mm. Pengendalian dengan cara membakar daun yang gugur atau menyemprot dengan fungisida Menep/Sinep dengan berbahan aktif mancazep dan Bordeaux mixture yang berbahan aktif tembaga.3. Busuk kecambah: Penyakit menyerang pangkal batang, bibit dan tanaman rami, serta menyebabkan batang melengkung dan pertumbuhan lambat. Pengendalian dilakukan dengan menyemprot dengan fungisida Caftan.4. Penyakit daun Mychithecium rorium: Penyakit menyerang daun sehingga terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat yang kemudian membesar dengan warna coklat kehitaman. Pengendalian dilakukan dengan sanitasi tanaman dan penggunaan fungisida berbahan aktif fungisida caper (fungisida Cu).5. Daun busuk : Daun yang terserang akan menguning, membusuk dan rontok. Selanjutnya dapat juga menyerang akar. Penyakit ini dapat diatasi dengan menyemprotkan fungisida Delving dengan bahan aktif mancazep6. Nematoda paru akar: Nematoda ini akan menyerang akar sehingga terjadi pembengkakan dan daun menguning. Serangan ini dapat diatasi dengan memberi Furadan 3G sesuai dosis anjuran.Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian PusluhtanSumber: Agribisnis Tanaman Rami. Hj. Mien Musaddad. 2007