Loading...

Pemilihan Lokasi Tanaman Melati

Pemilihan Lokasi Tanaman Melati
Lingkungan tumbuh yang cocok untuk tanaman melati yaitu iklim panas tropik dan dan lebih disenangi pada tanah yang ringan dan berdranase baik, kaya bahan organik dengan kelembaban baik. Dalam pemilihan lokasi tanaman melati untuk menjamin pertumbuhan tanaman secara optimal harus memper hatikan beberapa tahapan informasi data 10 tahun terakhir yang didapat dari stasiun meteorologi dan dinas pertanian terdekat antara lain adalah; 1. Memahami beberapa syarat tumbuh tanaman melati yang diuraikan sebagai berikut; a). Dilihat syarat tumbuh tanaman melati dapat tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketigiian 1500 m di atas permukaan laut asal mendapat cukup sinar matahari, b). Curah hujan 112 – 119 mm/bulan, c). Serta mempunyai iklim dan 5-6 bulan basah, d). Suhu udara siang hari 28-36o C dan suhu udara pada malam hari 24-30oC dengan kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman melati 50 – 80 %, e). Tipe tanah yang dibutuhkan untuk budidaya melati secara komersial adalah remah, porous, tidak mudah tergenang dan mempunyai pH 6-7, berpasir dan kaya akan bahan organik, agar tanaman dapat tumbuh optimal. Memahami lokasi kecukupan tentang panas, cukup kering, dan areal lahan yang terkena sinar matahari penuh. Untuk tanaman melati J. Sambac Maid of orleans membutuhkan curah hujan yang rata-rata 5 – 6 bulan/tahun, dengan ketinggian tempat 0-600 m dari permukaan laut dan J. Sambac grand Duke of Tuscany cocok ditanam didataran rendah (ketinggian 0 – 600 m dari permukaan laut) dengan penyinaran Matahari penuh dan suhu 27 – 32oC. Dan pada umumnya tanaman melati ini dipergunakan sebagai tanaman hias pot atau bunga potong dan J. Officinale. Tanaman melati ini dapat tumbuh baik pada tanah lempung berpasir atau daerah pantai hingga ketinggian 1500 m diatas permukaan laut. 2. Melakukan pengecekan ke lokasi lahan yang dijadikan pilihan untuk budidaya tanaman melati. 3. Mengecek fisik tanah untuk mengetahui porositas atau keremahan tanah. Jenis tanah yang baik adalah yang berpasir dan kaya akan bahan organik. 4. Melihat kondisi dranase, kelancara pembuangan air, kemungkinan tergenan air atau kebanjiran. Kalau dranase kurang baik maka perlu diperbaiki dranasenya sehingga tidak banjir. Melakukan uji kadar air agar mengetahu kandungan air tidak tercemar logam berat atau limbah beracun. 5. Mengukur pH tanah yang baik adalah 6-7 . bila terlalu rendah perlu penambahan kapur dolomit atau memilih lokasi yang lebih cocok sesuai pHnya. 6. Mencari informasi ke Dinas pertanian terdekat tentang lahan yang digunakan untuk budidaya tanaman melati yaitu lahan yang bebas dari patogen penyebab busuk akar, bercak dan busuk daun. 7. Pengecekan data curah hujan 10 tahun terakhir, bila minimum 112 mm/bulan dan tidak terlalu tinggi curah hujannya, lahan tersebut cocok untuk budidaya melati. 8. Cek riwayat penggunaan lahan kepada petugas pertanian atau penduduk/petani sekitar lahan 9. Cek peruntukan lahan dengan rujukan RUTR dan RDTRD di tata kota. Sebaiknya menggunakan lahan yang sesuai dengan RUTR dan RDTRD untuk menghindari penggusuran. 10. Cek ketersediaan sarana jalan penghubung ke lahan usahatani untuk memudahkan transportasi atau pengangkutan. Bila sulit dijangkau dengan alat transportasi, sebaiknya dipertimbangkan 11. Kumpulkan informasi lain yang mendukung, ketersediaan tenaga kerja lokal yang cukup dan murah. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti, SOP Budidaya melati