Loading...

PEMUPUKAN

PEMUPUKAN
Tanaman melati memerlukan penyediaan hara yang cukup dan secara terus menerus agar tanaman diperoleh hasil bunga yang tinggi dan masa panen yang berkelanjutan. Pemupukan yang berimbang dan merata sepanjang tahun adalah penting bagi pertanaman yang sedang berbunga produktif. Dosis pupuk NPK yang digunakan untuk memupuk tanaman melati adalah 240 – 240 – 240 g/tanaman dan ditambah 10 kg pupuk kandang untuk setiap tanaman. Pemupukan merupakan kegiatan dimana dalam berbudidaya tanaman melati dapat tumbuh secara optimal yaitu dengan cara menambahkan/memberikan pupuk sesuia dengan dosis anjuran, yang bertujuan untuk menyediakan nutrisi yang berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan, perkembangan dan produktivitas tanaman. pemupukan dilakukan harus tepat jenis, dosis waktu dan tepat cara. Pemupukan sebaiknya dilakukan tidak sedang hujan atau kondisi tidak terlalu banyak air. Alat dan bahan yang digunakan untuk pemupukan tanaman melati antara lain adalah; pupuk Urea, TSP, KCL, wadah atau ember untuk tempat pupu, sendok teh, timbangan dan pH meter. Prosedur kerja pemupukan antara lain adalah: · Membuat perencanaan pemupukan dan instruksi kerja pemupukan tanaman melati. · Menyiapkan petugas atau pekerja pemupukan tanaman melati. · Menyampaikan intruksi kerja cara pemupukan tanaman melati kepada petugas yang akan melakukan pemupukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. · Melakukan pengecekan kembali dan memastikan saat atau beberapa waktu kemudian setelah pemupukan tidak akan terjadi hujan dan tidak terlalu banyak air. · Melakukan pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari · Pemupukan tanaman melati sebaiknya dilakukan setiap tiga bulan sekali. · Menimbang pupu urea P 300-500 kg dan KCL 100-300 kg/ha/tahun · Angkut pupuk kelokasi dekat tanam yang akan dipupuk · Tanah disekeliling rumpun tanaman dikorek dengan kedalaman sekitar 5 cm · Timbun kembali taburan pupuk tersebut dengan tanah. · Setelah pemupukan jangan langsung dilakukan penyiraman, agar pupuk tidak larut dan hanyut kesaluran drainase · Melakukan pencatatan setiap tahapan pelaksanaan pemupukan. Pemberian ZPT (Zat Pengatur Tumbuhan) yaitu pemberian zat yang dapat digunakan untuk mengatur pertumbuhan tanaman melati (mempercepat atau memperlambat tumbuhnya tanaman melati) Pada dasarnya, setiap sub-familia tanam­­an mempunyai ZPT yang berbeda-beda, walaupun ada ZPT yang bisa memberikan pengaruh pembungaan yang signifikan pada beberapa jenis tanaman. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman, terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. Konsentrasi yang dianjurkan 3.000 ppm–5.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1.500 ppm bila digunakan Ethrel. Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar, kecuali pada beberapa jenis melati, seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati, jenis melati putih (J.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah, sedangkan jenis melati Spnish Jasmine (J. officinale var. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti, SOP pemupukan tanaman melati dan buku mokoditas melati Balai penelitian tanaman hias.