PEMUPUKAN BERIMBANG PADA PADI SAWAH Oleh Nurvita W. SilabanPupuk merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting selain lahan, tenaga kerja dan modal. Pemupukan berimbang memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan hasil tanaman. Anjuran (rekomendasi) pemupukan harus dibuat lebih rasional dan berimbang berdasarkan kemampuan tanah menyediakan hara dan kebutuhan tanaman akan unsur hara, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan pupuk dan produksi tanpa merusak lingkungan akibat pemupukan yang berlebihan. Hara N, P, dan K merupakan hara esensial bagi tanaman dan sekaligus menjadi faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman. Peningkatan dosis pemupukan N di dalam tanah secara langsung dapat meningkatkan kadar protein, akan menyebabkan tanaman mudah rebah, peka terhadap serangan hama penyakit dan menurunnya kualitas produksi, pemupukan P yang dilakukan terus menerus tanpa menghiraukan kadar P tanah yang sudah jenuh dapat pula mengakibatkan menurunnya tanggap tanaman terhadap pemupukan P tanaman yang dipupuk P dan K saja tanpa disertai N, hanya mampu menaikkan produksi yang lebih rendah.Pemupukan berimbang adalah penyediaan semua kebutuhan zat hara yang cukup sehingga tanaman mencapai hasil dan kualitas yang tinggi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu jenis dan dosis pupuk yang ditambahkan harus sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman. Dengan demikian jenis dan dosis pupuk yang diaplikasikan tidak dapat disamaratakan tetapi harus spesifik lokasi karena: a) setiap jenis tanah mempunyai kemampuan menyediakan karena sifat-sifat tanah yang berbeda anatar lain pH tanah, kadar bahan organik, sifat dan jenis mineral – mineral tanah, b) tiap jenis dan varientes tanaman memerlukan jumlah dan hara yang berbeda, banyaknya hara yang terangkut panenpun berbeda, dan c) tiap lokasi/unit usaha tani mempunyai sejarah pengelolaan yang berbeda baik dari segi pengelolaan hara, tanah dan airnya. Faktor-faktor seperti, pencucian, run off sangat mempengaruhi keseimbangan hara dalam tanah.Pemupukan tanaman (padi), harus diberikan berimbang karena : a) untuk meningkatkan hasil dan kualitas beras, tanaman padi memerlukan zat hara dalam jumlah banyak diantaranya N (Nitrogen), P (Phospor), K (Kalsium) dan Sulfur (S) sebagai unsur hara makro dan unsur hara sekunder seperti kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) serta unsur Zn (Seng) dan (Cu) tembaga dan besi (Fe), b) agar pertumbuhan tanaman sehat dengan produktifitas dan kualitas beras yang tinggi, maka zat-zat hara tersebut cukup tersedia dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Apabila salah satu zat hara tersebut jumlahnya tidak cukup, maka hasil dan kualitas akan menurun. Oleh karena itu pemupukan harus dilakukan secara berimbang; baik jenis, dosis sesuai dengan kebutuhan tanaman dan jumlah zat-zat hara yang tersedia di dalam tanah (tingkat kesuburan tanah).Pemupukan berimbang spesifik Lokasi merupakan pemupukan yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan tingkat kesuburan tanah setempat. Denganmengetahuikebutuhan pemupukan tanaman setempat, petani dapat memupuk lebih efisien karenaan jenis dan dosis pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan tingkat kesuburan tanah.Apabila tanah subur, dimana kadar Posphat dan Kaliumnya cukup tinggi maka sebenarnya cukup diberi pupuk nitrogen (N) pemberian pupuk P dan K sedikit saja, untuk mengganti hara P dan K yang diangkut pada waktu panen, yaitu 50 Kg SP-36 dan 50 kg KCI per ha. Jika pemberian pupuk P dan K tersebut berlebihan, maka sisanya tidak terpakai sebagian hilang bersama air irigasi atau air hujan dan ini merupakan pemborosan. Namun sebaiknya bila kondisi tanahnya kekurangan posphat dan kalium maka harus dipupuk lengkap NPK sesuai dosis anjuran.Untuk mengetahui dosis pupuk yang harus diberikan, dilakukan pengujian kesuburan tanah menggunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS). Pada pengukuran kandungan hara tanah khusunya unsur N, P, dan K, telah ditetapkan tingkat kesuburannya pada tiga tingkat yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Bila unsur hara hasil analisis menunjukkan data rendah, maka dosis pupuk yang diberikan pada taraf tinggi, bila hasil analisis menunjukkan data sedang, maka dosis pupuk yang diberikan pada taraf sedang, demikian pula bila hasil analisis menunjukkan data tinggi, maka dosis pupuk yang diberikan pada taraf rendah.Berdasarkan ketentuan Cara mengukur tingkat kesuburan tanah menggunakan PUTS, tingkatan dosis pupuk untuk Urea, SP-36, dn KCl masing-masing :1. Urea terdiri dari :• 200 kg Urea bila hasil analisis menunjukkan tingkat kesuburan tinggi atau sangat tinggi.• 250 kg Urea bila analisis dilakukan pada tanah berliat.• 300 kg Urea bila analisis dilakukan pada tanah berpasir.1. SP-36 terdiri dari :• 50 kg SP-36 bila hasil analisis menunjukkan tingkat kesuburan tinggi• 75 kg SP-36 bila hasil analisis menunjukkan tingkat kesuburan sedang• 100 kg SP-36 bila hasil analisis menunjukkan tingkat kesuburan rendah1. KCl terdiri dari :• 50 kg SP-36 bila hasil analisis menunjukkan tingkat kesuburan tinggi• 50 kg SP-36 bila hasil analisis menunjukkan tingkat kesuburan sedang• 100 kg SP-36 bila hasil analisis menunjukkan tingkat kesuburan rendah Tabel Rekomendasi pemupukan SP-36 tanaman padi sawah berdasarkan status hara P dalam tanah.Status Hara P Tanah Kadar P2O5 (Extrak HCl 25%) (mg/100 g tanah) Rekomendasi Pupuk SP-36 (kg)Rendah <20 100Sedang 20 – 40 75Tinggi >40 50 Tabel Rekomendasi pemupukan KCl tanaman padi sawah berdasarkan status hara K dalam tanah.Status Hara k Tanah Kadar K2O (Extrak HCl 25%) (mg/100 g tanah) Rekomendasi Pupuk KCl (kg)Rendah <10 100Sedang 10 – 20 50Tinggi >20 50