Secara umum, tanaman butuh makanan, termasuk tanaman padi. Dengan makanan yang cukup (pupuk organik -kompos dan POC- dan pupuk anorganik), maka perkembangan fase vegetatif dan fase generatifnya akan tumbuh dengan baik. Bila kita sudah memberikan "makanan" terbaik bagi tanaman. Maka tanaman akan mengeluarkan hasil terbaiknya buat kita. Jadi ada korelasi antara usaha tani yang baik dengan hasil yang baik. A. PUPUK ANORGANIK Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat di pabrik. Pupuk ini diproduksi melalui reaksi-reaksi kimia senyawa anorganik (anorganik di sini merujuk pada senyawa yang bukan berasal dari makhluk hidup) seperti gas alam, nitrogen, garam potasium dan senyawa posfat.Dari jenis campurannya, pupuk anorganik dibagi menjadi empat jenis:1. Pupuk Tunggal: pupuk yang mengandung satu jenis unsur hara. Contoh: pupuk urea dan pupuk ZA.2. Pupuk Campuran: campuran dari beberapa pupuk tunggal yang diaduk secara manual.3. Pupuk Majemuk: pupuk yang terdiri dari beberapa unsur hara utama sekaligus. Contoh: pupuk NPK.4. Pupuk Majemuk Khusus: pupuk majemuk yang dibuat secara khusus dan dibentuk menjadi tablet atau pelet. Kelebihan pupuk anorganik adalah dari segi kepraktisan dan kecepatan terserapnya unsur hara dari pupuk. Kemudian kebutuhan pupuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan unsur hara bagi padi.Kekurangan pupuk anorganik adalah pupuk anorganik mudah menguap dan mudah larut dalam air sehingga bisa terbawa aliran air yang mengairi sawah. Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dapat menggerus kekayaan unsur hara tanah dan meracuni tanah. Hal ini bisa menyebabkan ekosistem tanah yang penting bagi siklus unsur hara menjadi mati dan hilang. B. PUPUK ORGANIKBahan organik adalah sesuatu yang utuh atau sebagian dari mahluk hidup, baik berupa kotoran maupun mahluk hidup itu sendiri yang sudah mati. Perombakan bahan organik oleh biota perombak (makro maupun mikro organisme) akan menghasilkan humus yang kaya akan bahan makanan bagi tanaman. Disamping itu bahan organik tanah juga dapat meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan mengkelat beberapa unsur hara sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Pupuk organik juga dapat memperbaiki struktur tanah serta daya pegang air tanah.Demikian pentingnya pupuk organik sehingga Menteri Pertanian mengeluarkan peraturan No. 02/Pert./HK.060/2/2006 yang menetapkan bahwa pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk mensuplai bahan organik, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.Untuk tanaman padi, pola pemupukannya (aplikasi pupuk kimia) dibagi dalam 3 tahap pemberian. - Pupuk dasar /pertama: 150 kg ponska.Ada 2 pendapat mengenai waktu atau kapan pemberian pupuk dasar ini:Pertama diberikan pada awal/sebelum tanam Kedua, diberikan 7-10 hst - Pemupukan ke-2 : 150 kg ponska + urea 50 kg.Diberikan sekitar pekan ke-3 atau 21 hst. Diberikan pada waktu selesai pengoyosan, sehingga anakkan yang dihasilkan bisa maksimal. Lebih baik lagi, dilakukan pemupukan kemudian baru dilakukan pengoyosan/diinjak-injak. Sebab seperti penjealsan di atas, pupuk akan multiguna bagi tanaman.Bila lahannya cuma 1.000 m2 maka dosisnya sekitarPupuk Ponska 150 kg/ha = 150 kg/10.000m2 = 15 kg/1000 m2Ditambah Pupuk Urea 50 kg/ha = 50 kg/10.000 m2 = 5 kg/1.000 m2 . - Pemupukan ke-3 : 50-100 kg urea.Diberikan sekitar 35-40 hst. Atau sebagai patokan sewaktu daun bendera atau daun terakhir keluar. Pada kondisi ini, tanaman padi membutuhkan energi dalam jumlah maksimal. Kenapa? sewaktu tanaman padi akan mengeluarkan malai maka daun perlu hijau, apalagi daun bendera. Bila petani ingin melakukan pola pemupukan seperti ini :pemupukan 1 (150 kg kujang + 15 kg SP-36), pemupukan ke-2 (150 ponska) dan pemupukan ke-3 (150 kg kujang)Cara Ketiga, 200-250 kg Urea, 100 kg TSP (128SP-36), dan 75 kg KCL(kandungan haranya 115 kg N, 46 kg P2O5 dan 45 kg K2O) Pupuk dasar/pertama : 50 kg Urea + 50 kg TSP + 40 kg KCLPemupukan ke-2 : 100 kg Urea + 50 kg TSP + 35 kg KCLPemupukan ke-3 : 50-100 kg UreaSekali lagi, bila petani ingin melakukan dosis lain, bisa seperti ini : Pemupukan 1 (75 kg urea + 50 kg TSP + 40 KCL), pemupukan ke-2 (100 kg urea + 50 kg TSP + 35 KCL) dan pemupukan ke-3 (75 kg urea) Bila tak ada pupuk TSP maka bisa diganti dengan 128 SP36 /TS. Bila kondisi daun masih terlihat hijau, pemupukan ke-3 (bisa dikurangi menjadi 50-75 kg urea)Pola 1. 300 kg ponska + 100-150 ureaPemupukan 1 : 150 kg ponska + 100 kg ureaPemupukan 2 : 150 kg ponska + 0-50 kg urea Pola 2. 150 kg NPK ponska + 300 kg NPK kujangPemupukan 1 : 150 kg NPK kujang + 100 kg NPK ponskaPemupukan 2 : 150 kg NPK kujang + 50 kg NPK ponska Pola 3. 200-250 kg Urea + 100 kg TSP/128 SP-36 + 75 KCLPemupukan 1 : 150 kg Urea + 100 kg TSP/128 SP-36 + 75 kg KCLPemupukan 2 : 50 – 100 kg urea Catatan : Sebaiknya sehabis dilakukan pemupukan, dilakukan proses Penginjakan. Memang membutuhkan biaya tenaga kerja, tetapi hasil panen akan jauh lebih tinggi. Bila dikurangi tenaga tukang injak pun pendapatan masih jauh lebih besar.