Loading...

PEMUPUKAN TANAMAN JAGUNG AGAR PRODUKTIFITAS LABIH MAKSIMAL

PEMUPUKAN TANAMAN JAGUNG AGAR PRODUKTIFITAS LABIH MAKSIMAL
I . Pendahuluan Pemupukan ( Pupuk ) merupakan salah satu faktor keberhasilan dari suatu usaha budidaya Tanaman ,karena dari pemupukan itulah tanah akan mendapatkan tambahan Unsur hara tambahan baik makro maupun mikro yang nantinya akan di manfaatkan oleh tanaman melalui akar nya. Namun dalam prakteknya masih ada Petani yang memupuk tanaman Jagung nya secara asal saja dan kurang memperhatikan petunjuk teknis yang baik dan benar. II . Materi Jagung merupakan salah satu Tanaman yang sangat respon terhadap pemupukan , maka dari itu wajib bagi Petani untuk melakukan Pemupukan terhadap tanaman tersebut. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil Produksi yang paling maksimal Petani harus memperhatikan cara , waktu ,dan dosis yang tepat . Tanaman Jagung Selama masa hidupnya mengalami beberapa vase atau masa kritis dimana pada saat itulah Tanaman membutuhkan tambahan Unsur hara baik makro maupun mikro untuk itu ketersediaanya haruslah ada secara penuh, jika pada saat tersebut unsur hara yang di butuhkan kurang tersedia maka Tanaman Jagung akan mengalami keterlambatan pertumbuhan yang dalam bahasa jawa dinamakan Kecentet. Untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal Dalam satu kali masa tanam mulai dari tanam sampai panen sebaiknya Tanaman Jagung di berikan Pupuk sebanyak Tiga kali , berikut adalah tabel Pemupukan yang baik dan benar. 1.Tabel Pemupukan tanaman Jagung No Pemupukan Umur HST Jenis Pupuk Dosis Pupuk 1 Pupuk dasar 0 HST Petroganik 700 kg / Ha 2 I 0 s/d 7 hst NPK ( Ponska ) 7 gr / phn 3 II 21 s/d 25 hst N ( Urea ) 7 gr /phn 4 III 45 s/d 55 hst N ( Urea ) 5 gr / phn Cara Pemupukan 2.1.Pemupukan ke I Pemupukan Pertama dilakukan bersamaan pada waktu penanaman biji Jagug atau selambat-lambatnya pada tujuh ( 7 ) HST Dengan cara di tugal dengan jarak ± 7 Cm dari lubang tanam dengan dosis 12 gr / lubang 2.2 .Pemupukan ke II Pemupukan Kedua di lakukan saat tanaman berumur 21 HST sampai dengan umur 25 HST dengan cara di buatkan lubang pupuk dengan jarak ± 10 Cm - 12 Cm dari Tanaman dengan dosis 12 gr / pohon Pembuatan lubang pupuk sangatlah perlu dikarenakan untuk menjaga efisiensi dan Efektifitas dari pemupukan itu sendiri 2.3. Pemupukan ke III Pemupukan ke tiga kali ini, Petani belum banyak yang melaksanakan karena mereka menganggap “Tanaman jagung di pupuk Dua kali sudah cukup “ padahal pada umur antara 45 hst s/d 55 hst ini tanaman sedang mengalami masa perubahan dari vase Vegetatif ke vase Generatif yaitu umur dimana Tanaman akan mulai membentuk bakal Bunga yang dalam bahasa Jawa disebut masa Gembala, jadi kebutuhan unsur Hara “ N “ harus di pertahankan dengan tujuan agar Khlorofil zat hijau Daun tetap terjaga ,Dengan begitu nantinya proses pemasakan makanan akan lebih sempurna yang tentunya berpengaruh terhadap pembentukan Bunga yang nantinya akan menjadi calon Tongkol Buah. Adapun jenis Pupuk yang diberikan cukup dengan menambahkan Pupuk Urea saja ,dengan cara di taburkan tipis tipis di sekitar akar tanaman dengan dosis 12 gr atau satu Sendok makan tiap Tanaman. III. KESIMPULAN DAN SARAN Mengingat betapa pentingnya tatacara dan teknis Pemupukan yang baik dan benar tanaman Jagung maka maka mengharap agar semua pihak dalam hal ini Dinas Pangan dan Pertanian agar lebih memperhatikannya terlebih kepada Petani Jagung agar Produktifitas dan Produksi Tanaman Jagung bisa lebih meningkat dan bisa lebih meningkat kan kesejahteraan Petani Jagung. IV. DAFTAR PUSTAKA Deskrepsi Varietas Padi , Jagung , dan Kedele Ir. Subagyonon Kasdi ,M.Sc Budidaya Tanaman Menggunakan Ponska Petroganik , PT PETROKIMIA GRESIK Jagung Hibrida Varietas Bima 3 , Badan Penelitian Pengembangan Pertanian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah