Loading...

PENANAMAN BAWANG MERAH DILAHAN GAMBUT

PENANAMAN BAWANG MERAH DILAHAN GAMBUT
Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan tanaman semusim yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan bawang merah semakin meningkat karena hampir semua masakan membutuhkan komoditas rempah satu ini. Bahkan di tahun 2013 harganya bisa melonjak sampai 70 ribu per kg karena kelangkaan pasokan akibat berkurangnya jumlah petani yang menanam bawang merah dikarenakan lahan-lahan di sentra-sentra produksi bawang merah, seperti Brebes, Tegal, Nganjuk dan Cirebon mengalami penyempitan dan degradasi hara. BPP Lhoksukon melakukan penanaman perdana penanaman bawang merah di lahan gambut seluas 2 Ha gampong Nga MU kelompoktani Nga Maju, dalam acara tersebut turut kepala BPP Lhoksukon, Mantri Tani dan Penyuluh dan Penyuluh Swadaya. Daerah lain di Indonesia sebenarnya berpeluang cukup besar untuk pengembangan bawang merah pada di lahan kering. Selama ini bawang merah lebih banyak dibudidayakan di lahan sawah dan jarang diusahakan di lahan kering/tegalan. Secara teknis, bawang merah mampu beradaptasi baik jika ditanam di dataran rendah, baik di lahan irigasi maupun di lahan kering bahkan lahan berpasir sekalipun bisa tumbuh dengan baik. Dengan demikian bawang merah mempunyai prospek untuk dikembangkan di lahan kering walaupun dengan luasan lahan kecil sekali pun. Berikut ini disampaikan syarat tumbuh dan teknik budi daya bawang merah. Bawang merah tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 1000 mdpl Hasil produksi terbaik pada dataran rendah dengan suhu 25-32 °C , dengan penyinaran 75% Persyaratan tanah : gembur, subur dan banyak mengandung bahan organik Jenis tanah yang paling bagus yaitu lempung berpasir atau lempung berdebu pH tanah 5-5 -6,5 Drainase dan aerasi tanah diusahakan yang bagus