Loading...

PENANAMAN BENIH TEBU HASIL KULTUR JARINGAN PADA KEBUN BIBIT DATAR (KBD)

PENANAMAN BENIH TEBU HASIL KULTUR JARINGAN  PADA KEBUN BIBIT DATAR (KBD)
Dalam rangka mendukung terwujudnya swasembadagula tahun 2014, pemerintah telah melakukan berbagai upaya diantaranya menyediakan benih tebu unggul dalam waktu cepat, jumlah banyak, varietas seragam serta bebas hama dan uaspenyakit dengan mengembangkan benih tebu hasil kultur jaringan/kultur meristem dengan penyediaan benih generasi 2 (G2). Keuntungan pengadaan benih tebu melalui kultur jaringan ini diantaranya adalah: perbanyakan dapat dilakukan secara cepat, pertumbuhan dan kualitas tanaman seragam, produksi benih banyak serta tidak merubah sifat genetik tanaman dari tanaman induknya. Persiapan persemaianAda tiga langkah untuk persiapan pesemaiannya yaitu: 1) menyiapkan bagal mikro (G2) siap salur yang dipotong menjadi satu mata tunas budset bagal mikro. Bagal mikro G2 ini sebelumnya mendapat perlakuan berupa perendaman fungisida dan karantina; 2) bagal mikro G2 kemudian diangin-anginkan ditempat yang teduh. Untuk menghindari kematian tunas selambat-lambatnya 3 hari sejak diterima dari sumber benih harharus sudah dilakukan pesemaian dalam polibag; 3) kebutuhan benih kultur jaringan bagal mikro G2 dalam 1 hektar sebesar 30.000 mata. Langkah-langkah pesemaian dalam Polibag1. Penanaman dalam polibaga. Untuk memenuhi kebutuhan benih tebu dengan luasan 1 hektar diperlukan lahan pesemaian seluas ± 250 m2;b. Lahan pesemaian tebu diusahakan dekat dengan sumber air atau di lahan sawah pengairan teknis; c. Kantong plastik/polibag yang digunakan untuk penanaman benih berukuran 10 x 12 cm, atau 12 x 16 cm. Polibag tersebut dilubangi di bagian samping sebanyak 8 buah dan dibagian bawah sebanyak 2 buah untuk jalan keluarnya air yang berlebihan;d. Bibit bagal mikro (G2) dalam kemasan waring direndam dalam larutan ZA 3,6 gram/liter air, selama 30-45 menit, selanjutnya ditiriskan; e. Melakukan seleksi bibit G2 dengan memilih mata yang sehat/tidak cacat, tidak keriput,belum mengeluarkan akar, bibit tidak pecah, tidak berjamur, tidak banyak lapisan lilinnya dan bernas.f. Media yang digunakan merupakan campuran antara tanah, pasir dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:1. Media yang dicampur kemudian diayak agar menjadi butiran yang seragam. Media ini kemudian dimasukkan dalam polibag;g. Sebelum bibit ditanam di polibag , media disiram dulu dengan air hingga jenuh;h. Membuat lubang tanam sesuai ukuran bibit bagal mikro G2 sedalam 5 cm, selanjutnya bibit yang sudah disiapkan ditanam dalam polibag dengan arah mata tunas mengarah ke atas dan ruas harus tertanam.2. PemeliharaanAgar tumbuh dengan baik, benih harus dipelihara dengan melakukan: a. Penyiraman di pesemaian 2 kali sehari sesuai kebutuhan (jika kondisi kering dan tidak hujan);b. Pupuk ZA diberikan 10 hari setelah tanam atau tunas telah mempunyai daun 3 helaiemupukan, dengan dosis 3,6 gram yang dilarutkan dalam 1liter air;c. Agar tidak ditumbuhi gulma, pesemaian harus dibersihkan dari gulma;d. Setelah 6-8 minggu atau tanaman telah berdaun 6-7 helai, bibit dan akar tanaman memenuhi polibag, bibit siap dipindahkan ke lahan KBD. Persiapan lahan kebun bibit datar (KBD)Sebelum tanaman dipindahkan ke kebun bibit datar, perlu mempersiapkan lahannya dengan melakukan:Pengolahan lahan sebagai berikut: 1) lahan kebun bibit dipilih lahan swah berpengairan teknis; 2) lahan dibajak dan kair dengan jarak antar juring 100-120 cm. Panjang juring menyesuaikan dengan kondisi lahan(6-15 m), kemudian dibuat bantalan sepanjang juring dengan tinggi 5 cm; 3) bantalan tersebut dilubangi dengan cangkul atau tugal dengan jarak antar lubang tanam 30-40 cm dalam baris juringan; 4) sebelum bibit ditanam terlebih dahulu diberi pupuk dasar (K2O dan P2O5); dan 5) membuat got pembuangan dan got keliling, agar tidak terjadi genangan air yang menyebabkan tanaman menguning dan mati.Penanaman benih di lahan bibit dengan langkah sebagai berikut: 1) sebelum ditanam di kebun bibit, tanaman yang masih di polibag dipotong (dikupir) daunnya sebanyak 2-3 helai yang ditinggalkan daun yang masih menggulung dengan tujuan mengurangi evapotranspirasi di lahan; 2) polibag disobek sehingga tinggal tanah dan akarnya, kemudian ditanam pada lubang yang sudah disiapkan, kemudian ditutup tanah sampai leher tanaman; 3) kemudian tanaman disiram dan dilakukan kontrol 3 hari sekali hingga tanaman berumur 2 minggu; 4) dilakukan penyulaman bila ada tanaman yang mati. Pemeliharaan di Kebun Bibit DatarAgar tanaman di kebun bibit tumbuh dengan baik, perlu dilakukan pemeliharaan yang meliputi: 1) pemupukan pertama dengan cara menugal dekat tanaman dengan dosis 1/3 bagian; 2) pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam; 3) melakukan pembersihan/penyiangan dari gulma; 4) melakukan kontrol akan ketersediaan air agar tidak terjadi kekeringan atau tergenang; 4) sebelum ditebang, dilakukan sertifikasi bibit KBD. PanenTanaman tebu KBD siap panen pada umur 6-8 bulan dan petani dianjurkan membuat jadwal penebangan. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1. Anonymous, 2013. Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Semusim, PedomanTeknis Pengembangan Tanaman Tebu, Ditjen Perkebunan. 2. Anonymous, 2013. PedomanUmum Pemberdayaan Petani Tanaman Semusim, Ditjen Perkebunan. 3. Bahan Arahan Kepala BPPSDMP, Januari 2014. 4. Dihimpun dari berbagai sumber