Loading...

PENANAMAN JAGUNG TANPA OLAH TANAH (TOT) PADA KEGIATAN SEKOLAH LAPANG DI BPP SERBAJADI KABUPATEN ACEH TIMUR

PENANAMAN JAGUNG TANPA OLAH TANAH (TOT) PADA KEGIATAN SEKOLAH LAPANG DI BPP SERBAJADI KABUPATEN ACEH TIMUR
Di negara maju penanaman Tanpa Olah Tanah (TOT) biasanya menggunakan alat planter. Sedangkan di Indonesia biasanya cukup menggunakan tugal. Tugal diperlukan untuk melubangi permukaan tanah tempat benih ditanam. Perlu diketahui cara menanam jagung tanpa olah tanah ini tidak bisa diterapkan di semua jenis lahan. Hanya lahan yang memiliki tingkat kegemburan tertentu yang cocok untuk metode ini. Tanah yang keras tidak bisa menerapkan metode Tanpa Olah Tanah (TOT). Biasanya metode tanpa olah tanah cocok diterapkan di lahan sawah dan wilayah yang banyak memiliki lereng gunung. Sekolah Lapang yang dilakukan di Desa Ketibung/WKPP Ketibung dalam kegiatan kursus tentang cara penanaman benih jagung tanpa olah tanah suatu hal yang sangat diharapkan oleh petani dikarenakan keadaan wilayah di BPP Serbajadi memiliki banyak lereng gunung, dengan adanya pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan budidaya dan produksi tanaman jagung yang merupakan Tanaman Strategis Nasional. Kegiatan kursus dilaksanakan oleh Chairullah hari senin tanggal 4 September 2017 dan dibantu (Kepala BBP Serbajadi, BABINSA, penyuluh PNS, dan Penyuluh THLTB). Penanaman jagung Tanpa Olah Tanah (TOT) memiliki kelebihan dan kekuranagan antara lian:1. Menyingkat waktu budidaya karena petani tidak perlu melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu.2. Menghemat ongkos tenaga kerja.3. Menghindari kerusakan tanah, karena tanah yang terlalu sering dibalik dan digemburkan akan mengalami pengerasan dalam jangka panjang. Selain itu tanah yang dibajak atau digemburkan akan terbuka, sehingga ada potensi hilangnya mineral tanah.4. Mengurangi erosi lapisan hara tanah bagian atas karena proses pengolahan.Sementara itu kekurangan metode tanpa olah tanah antara lain:1. Ada kemungkinan tanah telah ditumbuhi gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.2. tanah tidak dibuka ada kemungkinan sisa-sisa hama yang masih berkembang biak di atas lahan, dan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman berikutnya. Dari kelebihan penanaman jagung tanpa olah tanah sangat sesuai dengan keadaan wilayah BPP Serbajadi yang berlereng, akan tetapi harus dibarengi oleh teknik budidaya budidaya yang baik dan benar. Pada penanaman jagung Tanpa Olah Tanah (TOT) harus dilakukan pembersihan gulma pada lahan dan pada lobang tanam sebaik nya diberikan furadan atau kurater agar benih jagung tidak diserang oleh semut. Kegiatan kursus di Desa Ketibung berjalan lancar, hal ini tidak telepas dari peran Jumali, SP (Kepala BPP Serbajadi) dalam memonitoring dan mengevaluasi kegiatan Sekolah Lapang (SL) dan koordinasi antara penyuluh dengan patani pada kegiatan kursus dilapangan. Penulis: Ade Alavan, SP. Chairullah, Admin Cyber Extantion.