Pemerintah telah menetapkan sasaran pengembangan produksi karet alam Indonesia sebesar 4 juta ton/tahun pada tahun 2025. Sasaran tersebut dapat tercapai bila pertanaman kebun karet dikelola dengan baik diantaranya dengan penanaman karet yang baik. PenanamanTanaman karet dapat ditanam secara monokultur maupun tumpangsari dengan tanaman lain seperti pisang, jahe atau palawija (kedelai, kacang hijau atau kacang tanah). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman karet antara lain sebagai berikut:1. Ukuran jarak tanam Sistim monokultur, menggunakan jarak tanam optimal adalah 3 x 7 m. Namun untuk lahan dengan kontur datar atau mendekati datar dapat menggunakan jarak tanam berbentuk segitiga dan untuk lahan berkontur berbukit-bukit dapat diterapkan jarak tanam yang tidak teratur.Sistim tumpangsari, menggunakan jarak tanam yang agak jauh tergantung jenis tanaman yang akan ditumpangsarikan. Jika jarak tanam terlalu rapat akan mengganggu pertumbuhan tanaman karena ada persaingan dalam pemenuhan kebutuhan unsur hara. Di perkebunan rakyat, umumnya petani menggunakan jarak tanam pagar yaitu tanaman tumpangsari berfungsi sebagai pagaratau mengapit tanaman utama. Dengan cara ini jarak tanam dalam barisan dibuat rapat dan jarak tanam antar barisan dibuat renggang dengan tujuan agar mendapat cukup mendapat sinar matahari. 2. Pembuatan lubang tanam Setelah ditentukan jarak tanamnya, kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran disesuaikan dengan jenis dan stadium bibit yang akan ditanam. Jika yang akan ditanam adalah bibit okulasi stum mini atau bibit dalam kantong plastik, ukuran lubang tanam cukup 60x60x60 cm, sedang jika yang dipakai adalah bibit stum berumur 2-3 tahun, maka lubang tanam dibuat dengan ukuran 80x80x80 cm. Sementara jika panjang akar tunggang lebih dari 80 cm, maka dibagian tengah dasar lubang tanam perlu digali lagi sedalam 20-30 cm. Bentuk lubang tanam tidakharus kubus, namun bisa berbentuk silider atau kerucut yang semakin menyempit ke dalam. Setelah dibuat lubang tanam yang sesuai dengan kebutuhan, tanah galian bagian atas (top soil) yang subur dipisahkan dari tanah bagian bawah (sub soil)yanagang kurang subur. Lubang tanam kemudian dibiarkan terkena panas matahari selama dua minggu agar hama dan penyakit yang ada didalam lubang tanam tersebut mati. Pada 3 - 4 minggu sebelum tanam, tanah bagian atas dicampur pupuk kandang sebanyak 5-10 kg dan tanah bagian bawah dicampur dolomit 150 – 200 gram/pohon. 3. PenanamanSetelah bibit dan lubang tanam siap, maka penanaman dapat segera dilaksanakan. Jika bibit yang ditanam merupakan bibit yang diambil dari lahan, maka akar tunggang harus masuk lurus kedalam tanah karena jika akar posisi miring maka akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Sedang jika yang akan ditanam berupa bibit okulasi dalam kantong plastik atau dalam tapih, maka media disekitar bibit harus padat dan tidak pecah. Adapun cara penanamannya adalah plastik pembungkus dibuka, kemudian bibit dimasukkan dalam lubang tanam kemudian diurug dengan tanah yang ada disekitarnya.4. Penanaman tanaman penutupPenanaman tanaman penutup tanah dilahan perkebunan karet dilakukan untuk mencegah terjadinya erosi dan sekaligus untuk mempercepat matang sadap. Ada tiga kelompok tanaman yang dapat digunakan yaitu tanaman merayap, semak-semak dan tanaman pohon. Jenis tanaman merayap yang baik digunakan adalah jenis kacang-kacangan. Sedangkan kelompok semak-semak yang bisa digunakan adalah crotalaria usaramoensis, clotalaria juncea dan tephrosia candida, sedang jenis tanaman pohon yang dapat digunakan adalah peti cina (leucaena glauca). Dari tiga jenis tanaman penutup tersebut, jenis kacang-kacangan yang paling sering diguanakan karena tanaman rendah dan kecil, sehingga perakarannya tidak mengganggu perakaran tanaman utama, selain itu akar tanaman kacang-kacangan memiliki bintil akar yang dapat menambah kesuburan tanah.Cara penanaman penutup tanah dapat dilakukan dengan cara menyebarkan benih secara merata diantara larikan tanaman karet sebagai tanaman utama atau dapat dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak tanam 40-50 cm diantara larikan tanaman karet. Cara penanaman karet yang baik tentunya akan menghasilkan produksi yang baik pula. Dengan penanaman yang baik dapat mencegah terjadinya penurunan produksi yang berarti akan menurunnya pendapatan petani sekaligus menurunnya sumber devisa negara. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1) S. Damanik, M. Syakir dan Siswanto, 2012. Budidaya dan Pascapanen Karet. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, kementeriaPertanian; 2) Buku Operasional Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Karet, Direktorat Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan, Departemen Pertanian, Jakarta, 2007; 3) Ir. Nurhawaty Siagian, MS, 2006. Pembibitan dan Pengadaan Bahan Tanam Karet Unggul. Balai Penelitian Sungei Putih, Pusat Penelitian Karet, Medan; 4) Dari berbagai sumber