Lengkeng Matalada adalah salah satu jenis lengkeng dataran rendah yang mudah dikembangkan dibandingkan dengan jenis lengkeng lainnya. Nama Matalada sama dengan biji lada, namun dengan lengkeng hawae sebenarnya sama namun ada sebagian orang yang menagatakan kedua jenis tersebut berbeda. Perbedaaan lengkeng hawae dengan matalada yaitu ujung daun matalada agak sedikit melengkung atau meruncing sedangkan jenis kelengkeng hawe ujiung daun melebar, namun hal itu sangat susah dilihat. ada juga yang mengatakan perbedaannya ada pada kulit bauh lengkeng hawae jika terlalu tua akan sobek atau pecah, sedangkan lengkeng matalada tidak. Namun kebanyakan penjual bibit mengatakan bahwa kedua jenis tersebut sebenarnya sama. Lengkeng ini sangat cocok untuk di kebunkan, karena bersifat genjah. Tanpa perlakuan khusus lengkeng ini sudah mampu berbuah lebat. Salah satu ciri dari lengkeng hawai adalah daging buahnya yang tebal, berbiji sangat kecil (seperti namanya “matalada”, bijinya pun hanya sebesar lada), buahnya pun berukuran cukup besar dengan diameter antara 2,5 – 3 cm. Tabulampot lengkeng matalada kian diminati masyarakat khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan maupun di lingkungan perumahan. Hal ini dikarenakan tanaman lengkeng matalada tidak terlalu tinggi, memiliki tajuk yang bagus, daun yang rindang dan sangat eksotis. Selain itu, perawatan lengkeng matalada ini terbilang sangat mudah tanpa perlakuan khusus namun dapat berbuah lebat menjadi salah satu daya pikat. Sehingga dapat dijadikan sebagai penghias rumah dan penyejuk taman. 1. Syarat Tumbuh Lengkeng Matalada Tanaman lengkeng matalada lebih cocok ditanam di dataran rendah, dengan ketinggian ideal berkisar antara 200 hingga 600 m dpl. Tanaman lengkeng matalada akan tumbuh subur pada tanah liat berpasir, Jenis tanah gembur yang kaya dengan kandungan organik. Suhu yang tepat untuk lengkeng matalada berbunga dan berbuah berkisar 30-35 derajat celcius. Intensitas curah hujan yang diinginkan tanaman lengkeng matalada berkisar 1.500 mm/tahun. Untuk membantu pertumbuhan, lengkeng matalada sangat membutuhkan penyinaran sinar matahari secara penuh. penyinaran menjadi faktor yang penting khususnya pada saat lengken matalada berbunga dan berbuah. 2. Penanaman di Pot Tabulampot lengkeng matalada dapat difungsikan sebagai penghias tanam. Tahapan dalam menanam lengkeng matalada dalam pot sebagai berikut. Masukkan pecahan genting kedasar pot, lalu tambahkan media tanam, berupa campuran pasir malang, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1 hingga mendekati bibir pot. Buat lubang tanam sebasar media tanam bibit. Ambil bibit lengkeng matalada, lalu sobek atau buka polibagnya menggunakan pisau atau gunting untuk mempermudah mengeluarkan bibit sebasar media tanamanya. Tanam bibit lengkeng matalada dam tambahkan media tanam. Siram tanaman sampai air keluar dari bagian bawah pot. Biarkan tanaman berada ditempat teduh hingga tumbuh tunas tunas baru. Setelah itu, pindahkan tabulampot ke tempat yang terpapar sinar matahari langsung. 3. Tahap Perawatan Agar tanaman lengkeng matalada rajin berbuah, tentunya harus dipelihara dengan intensif. Perawatan disini meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan cara mempercepat lengkeng matalada berbuah. – Penyiraman Tanaman lengkeng matalada perlu disiram dengan air dua kali sehari. Pada pagi dan sore hari, terutama bila kondisinya terlihat kering. Bila kondisi tanam masih terlihat basah, penyiraman cukup dilakukan sekali saja dalam sehari. -Pemangkasan Pemangkasan ini ditujukan juga untuk pembentukan kanopi/tajuk tanaman dan pertumbuhan vegetatif yang sehat sbelum berbuah. Usahakan tinggi tanaman lengkeng matalada tidak lebih dari 4 m. Pemangkasan juga diperlukan pada saat tanaman memasukki masa pembungaan dan pembuahaan untuk mendapatkan jumlah dan kualitas buah yang baik. Tanaman lengkeng matalada muda umur 2 – 4 tahun perlu dipangkas pada ketinggian 60 – 80 cm. Selanjutnya, dipilih tiga cabang yang simetris untuk dipelihara hingga ketinggin 60 cm, dan dipangkas pada ketinggian 30 – 40 cm dari pemangkasan pertama. Hasil dari pemangkasan tersebut adalah jumlah cabang baru sekitar 3 – 4 cabang. Cara pemangkasannya sebagai berikut. – Pemangkasan tandan bunga bila lebih panjang dari 10 cm. – Pemangkasann tanda buah, sebanyak 10% dari buah yang terbentuk. – Pemangkasan tunas air agar pembentukan buah optimal. 4. Tahap Pemupukan Tanaman lengkeng yang enggam berbuah bisa karean tanah/media tanamanya tidak subur atau kekurangan unsur unsur makro yang dibutuhkan, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pemupukan dibedakan atas dua periode, yaitu periode tanaman masih mudah atau belum berbuah dan tanaman sudah berbuah. Pemupukan pada tanaman lengkeng matalada sebelum berbuah : Umur 1 tahun : Pupuk NPK : 15 : 15 : 15 sebanyak 1 kg/ph Frekuensi 4 x/thn, Pupuk Organik sebanyak 10 kg/ph Frekuensi 2 x/thn umur 2 tahun : Pupuk NPK : 15 : 15 : 15 sebanyak 2 kg/ph Frekuensi 4 x/thn, Pupuk Organik sebanyak 10 kg/ph Frekuensi 2 x/thn umur 3 tahun : Pupuk NPK : 15 : 15 : 15 sebanyak 2 kg/ph Frekuensi 4 x/thn, Pupuk Organik sebanyak 10 kg/ph Frekuensi 2 x/thn, umur 4 tahun : Pupuk NPK : 15 : 15 : 15 sebanyak 3 kg/ph Frekuensi 4 x/thn, Pupuk Organik sebanyak 15 kg/ph Frekuensi 2 x/thn Pemupukan pada lengkeng matalada setelah berbuah : 2 minggu setelah panen : Berikan NPK (20:10:10) dengan dosis 2kg/ph dan Pupuk organik 5 – 10 kg/ph. Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan baru Ketika tangkai bunga sudah muncul : berikan NPK (15:15:15) dengan dosis 1 kg/ph bertujuan untuk membantu pembentukan buah Ketika buah terbentuk : berikan NPK (15:15:15) engan dosis 1 kg/ph bertujuan untuk membantu perkembangan buah Sebulan setelah pemupukan pembentukan buah : Berikan NPK (12:12:21) 1 kg/ph bertujuan untuk membantu peningkatan kualitas buah 5. Tahap Panen Pada umumnya buah kelengkeng matalada dapat dipanen ketika sudah berumur 4 – 5 bulan setelah bunga mekar. Selain itu, lengkeng termasuk buah nonklimakterik sehingga harus dipanen matang di pohan karena tidak dapat diperam. Oleh: CHAIREL MALELAK Kabid Penyuluhan pada Dinas Pertanian Kabupaten TTU