Loading...

Penanaman Rami

Penanaman Rami
Persiapan lahan.Rami termasuk tanaman yang mudah tumbuh di berbagai kondisi lahan. Tanaman ini mudah beradaptasi dengan lingkungan dan relatif tahan terhadap serangan hama. Sistem perakarannya sangat baik sebagai pencegah erosi sehingga sangat cocok ditanam pada kawasan hutan tanaman industri atau perkebunan yang sedang diremajakan di kawasan berlereng. Tanaman ramipun sangat baik ditanam di sepanjang daerah aliran sungai.Sebelum dilakukan penanaman rami, perlu dilakukan persiapan lahan. Lahan sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian diolah hingga siap tanam. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam persiapan lahan adalah: (1) Pembakaran lahan dilakukan seminimal mungkin untuk menghindari punahnya mikro organisme, hilangnya bahan organik dan rusaknya struktur tanah; (2) pencegahan erosi dilakukan dengan cara seefisien mungkin sehingga tidak mengganggu struktur tanah terutama lapisan topsoil; (3) Pembersihan lahan dari sisa tanggul dilakukan untuk mencegah berkembangnya hama dan penyakit; 4) Penanaman dilakukan secepat mungkin untuk mengurangi gangguan gulma pada saat awal pertumbuhan, mencegah erosi, dan memanfaatkan bahan organik yang tertinggal.Pengolahan lahanPengolahan lahan dilakukan dengan tujuan agar bibit tidak terganggu pertumbuhannya. Pengolahan lahan dlakukan 1-2 bulan sebelum tanam. Pengolahan lahan untuk lahan datar dan lahan miring berbeda.Pengolahan untuk lahan datar: (1) Tanah diolah dengan cara dibajak atau dicangkul 15-25 cm pada seluruh areal; (2) Pembajakan dan pencangkulan tanah dilakukan 1-2 kali tergantung keadaan setempat; (3) Setelah bongkahan tanah dihancurkan, dibuat bedengan/petakan dengan ukuran lebar 2,5 m, sedangkan panjang bedengan sesuai dengan keadaan setempat. Jarak antar bedengan cukup 0,5 m; (4) Pada lahan gambut diperlukan saluran drainase dan pintu air.Pengolahan lahan pada lahan miring: (1) Pada lahan miring perlu dibuat teras bangku, yaitu teras yang dibangun dengan menggali lereng, kemudian tanah galian ditimbun untuk membuat bidang olah yang datar pada lereng di bawahnya. Setelah itu tanah diolah seperti pada lahan datar; (2) Teras bangku dibuat secara bertahap dengan pembuatan teras kredit, karena penggalian dan penimbunan tanah yang dilakukan sekaligus sering mengakibatkan kondisi tanah timbunan yang kurang mantap (mudah longsor), luas permukaan resapan dan bidang pertanaman berkurang, serta terangkatnya tanah lapisan bawah (tanah menjadi kurang subur); (3) Pada awal pembangunan teras bangku, tanah timbunan belum mantap. Untuk mengurangi resiko longsor, guludan dan tapingan teras dimantapkan dengan tanaman penguat teras. Pemanfaatan sisa tanaman sebagai mulsa vertical untuk mengisi teras bangku dapat memudahkan pengumpulan dan pengomposan, pengembalian campuran kompos dengan sedimen untuk memperbaiki kondisi petakan serta meningkatkan pernyerapan air.Pelaksanaan penanamanWaktu penanaman yang baik adalah pada awal musim penghujan, untuk mengurangi kegagalan karena kekurangan air. Apabila pada saat penanaman tidak turun hujan, maka tanah perlu diairi terlebih dahulu. Setelah persiapan selesai dlakukan, bibit dipindahkan ke lapangan. Pemindahan harus dilakukan dengan hati-hati agar tunas yang mulai tumbuh tidak patah. Setiap lubang tanam diisi satu bibit yang telah kelihatan tunasnya. Cara penanaman: (1) Bibit diletakkan miring 45o dalam lobang tanam dengan kedalaman 5 cm. Setelah itu lobang tanam ditutup kembali dengan tanah; (2) Jarak tanam yang digunakan pada tanah datar yaitu 50 x 50 cm; (3) Dalam setiap bedengan terdapat 4 baris lobang tanam. Untuk baris ke lima dijadikan lorong/paris/jalan produksi; Jumlah bibit yang diperlukan untuk tanah datar yaitu 30.000 bibit / ha. (4) Pada tanah miring/berbukit sebaiknya digunakan jarak tanam 75 x 50 cm atau 100 x 40 cm. Di lahan miring atau berbukit diperlukan 25.000 atau 28.000 bibit / ha. Setelah ditanam, sebaiknya bibit diberi insektisida Furadan 3 G sesuai dosis anjuran, dengan tujuan untuk mengendalikan gangguan nematode serangga tanah.Penulis: Sri Wijiastuti. Penyuluh Pertanian Pusluhtan.Sumber: Agribisnis Tanaman Rami. Hj. Mien Musaddad. 2007