Loading...

penanaman Terong Gelatik

penanaman Terong Gelatik
Ada banyak jenis terong yang kita kenal, selain terung untuk di masak atau disayur kita juga mengenal jenis terung untuk lalapan alias dimakan mentah. Terung untuk lalap dari sisi bentuk dan ukuran tentu saja berbeda dengan terung sayur. Umumnya jenis terung lalap berbentuk bulat dan ukuran kecil. karena dimakan mentah sebaiknya untuk budidaya terung ini. Terong pada umumnya diperbanyak dengan biji. Setiap satu hektar dibutuhkan 150 s/d 500 gram biji atau tergantung luasan lahan yang akan dipakai. Sebelum ditanam biji terung disemaikan terlebih dahulu di- bedengan semai. Agar diperoleh tanah yang baik untuk pertumbuhan terung, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: Persemaian Budidaya terong secara intensif dimulai dari persiapan media semai. Benih terong yang akan ditanam harus berasal dari benih hibrida sehingga hasil yang dicapai nanti lebih optimal. Pembibitan Rendamlah benih dalam air hangat kuku selama 10 -15 menit Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak mulai berkecambah Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm Siapkan campuran tanah dan pupuk kandang halus, kemudian masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan pupuk kandang halus. Tutup benih tersebut dengan tanah tipis Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang/ penutup lainnya Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya Siram persemaian pagi dan sore hari ( perhatikan kelembabannya ) Perhatikan serangan hama dan penyakit sejak di pembibitan jika di perlukan semprot dengan pestisida Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindahtanamkan Persiapan lahan Setelah 24 jam benih tersebut melalui proses pemeraman yang dicirikan dengan munculnya radikula (calon akar), maka benih tadi siap dipindahkan ke media semai menggunakan pinset dengan posisi radikula dibawah. Penanaman Benih yang telah disemai selama 25 hari setelah semai (HSS) dapat ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan. Ciri dari bibit tanaman terong yang siap tanam adalah munculnya atau keluar 3 lembar helai daun sempurna atau mencapai tinggi ± 7,5 cm. Waktu tanam yang baik musim kering, dan air tersedia Pengairan Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb/ direndam beberapa jam atau disiram dengan gembor. Penyulaman Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit Penyulaman maksimal umur 15 hari. Pemasangan Ajir Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran Tancapkan secara individu dekat batang Ikat batang atau cabang terong pada turus Penyiangan Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam Pemeliharaan Penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari selama seminggu pertama setelah tanam. Sedangkan pupuk susulan diberikan pada tanaman umur 21 hst. Pupuk susulan kedua dilakukan pada umur 50 HST. Disamping penyiraman dan pemupukan, pencegahan hama dan penyakit dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan hama atau penyakit yang menyerang . Sedangkan konsentrasinya disesuaikan dengan anjuran dan interval penyemprotan sisesuaikan dengan intensitas serangan dan kondisi lingkungan. Pemangkasan Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh Panen Panen pertama terong dapat dilakukan saat tanaman berumur 30 hst atau sekitar 15 – 18 hst setelah munculnya bunga. Kriteria panen buah terong layak panen adalah daging belum keras, warna buah mengkilat, ukuran tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil. Sedangkan untuk terong jenis bulat kecil panen buah dapat dilakukan pada umur 10-15 hari setelah muncul bunga dengan ciri : buah kelihatan segar, warnanya cerah bagi terong tipe hijau dan belum berwarna kecoklatan bagi terong berwarna ungu, bila dipotong belum tampak biji yang berwarna kuning keemasan dan warna daging masih putih bersih. Pemanenan dapat dilakukan seminggu dua kali sehingga total dalam satu musim dapat dilakukan 8 kali panen dengan potensi jumlah buah per tanaman bisa mencapai 21 buah. Nani Suryani, SP. THL-TBPP Cigugur Kabupaten Pangandaran