Kasus Rabies pada anjing, yang melanda pulau Bali sampai saat ini masih belum bisa diselesaikan, terbukti Minggu ke dua di Bulan pebruari 2015 masih terjadi kasus positif setelah dilakukan tes di Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar pada anjing liar yang ada di Desa Gesing, Menurut laporan dari Petugas Kesehatan, Puskesmas Kecamatan Banjar II melalui Bidan Sri, bahwa pada tanggal 12 Pebruari 2015, pukul 16.00, Wita, ada kasus gigitan anjing pada manusia. Korban sebanyak 5 orang dengan gigitan beresiko tinggi diantaranya, Komang Suparta, umur 5 tahun digigit pada wajah, Ketut Raheni, 44 tahun digigit pada kaki kiri, Kadek Angga krisna Permana umur 5 tahun pada kaki kiri, Putu Nuaba umur 58 tahun pda kaki kanan dan Komang Peria umur 6 tahun pada kaki kiri. Sementara itu dengan kejadian tersebut anjing liar dibunuh oleh warga Desa Gsing serta diambil sempel kepala, langsung dibawa ke Puskeswan Kecamatan Banjar untuk ditindak lanjuti. Selanjutnya pada hari Jumat, tanggal 13 Pebruari 2015, kepala anjing dibawa ke Lab Balai Besar Veteriner Denpasar (BBVet), dan sore hari hasil lab, diinformasikan positif rabies. Untuk melakukan penanganan pihak Petugas Peternakan Kecamatan Banjar melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Gesing, untuk dapat dilaksanakan penanggulangan darurat. Hasil kesepakatan akan dilakukan sosialisasi di TKP, Vaksinasi dan Eliminasi pada anjing. Penanganan selanjutnya vaksinasi dilakukan oleh tim Kabupaten dibawah koordinasi Kabid Keswan Drh Wayan Susila, Drh, I G.A Endang serta dilakukan oleh E Tim Kabupaten Buleleng. Ikut melakukan penanganan yaitu Penyuluh Desa Gesing, Koordinator Distanak Banjar, serta masyarakat dan tokoh masyarakat Desa. Hasil Vaksinasi dilaporkan dapat dilakukan sebanyak 110 ekor,( Drh, Putu Wirawan, Penyuluh Pertanian Pertana Banjar)