PENANGANAN LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI MERAH DENGAN SEX PHEROMONE
Budidaya tanaman cabai merah ( Capsicum Annum ) sangatlah enguntungkan karena harga bisa sangat tinggi pada musim-musim tertentu sehingga banyak petani tertarik untuk membudidayakannya. Disamping harganya yang menarik bertanam cabai bisa di panen sampai 15 kali dengan interval 4 sapai dengan 5 hari sekali. Nmun seiring bertambahnya populasi tanaman cabai merah tentunya tak sedikit hama dan penyakit yang menyerang, salah satunya adalah lalat buah (Dacus Sp) Lalat buah menyerang dengan memasukkan sengatnya, setelah ditusuk sengatan lalat betina dalam beberapa hari buah cabai merah jadi rontok. Pengendalian lalat buah banyak macamnya seperti penggunaan pestisida, namun konsumen ternyata lebih menyukai cabai merah yang tidak tercemar dengan pestisida sehingga lebih aman dan sehat dikonsumsi. Salah satu pengendalian yang aman adalah meggunakan sex pheromon. Sex Pheromon adalah zat atraktan pemikat lalt jantan, sehingga dengan pemakaian sex Pheromon dapt mengurangi populasi lalt buah. Bahan sex pheromon bisa dari bahan kimia juga bisa dari bahan alami, kalau dari bahan alami bisa dipakai daun selasih yang banyak dijumpai di sekitar area pemakaman. Daun selasih ini diremas-remas dan diletakkan dalam botol / wadah yang kita pakai , cuma kelemahan nya daun selasih hanya bertahan 2-3 hari saja, sedangkan kalau kita pakai yang sintetis bisa lebih lama digunakan. Sex Pheromon yang dari sintetis berbahan aktif Metyl Eugenol. dari perusahaan Petrokimia Gresik mengeluarkan Produk bernama Petrogenol. Cara Pemakaian Sex Pheromon ini kita pakai botol air mineral yang ukuran 1,5 liter , pada tutupnya kita pasangi kawat yang diletakkan kapas/busa yang selanjutnya ditetesi Metyl Eugenol, dan pada tengah botol kita pasangi corong yang diambilkan dari botol air mineral kita potong kira-kira 7 cm dari tutup botol, selanjutnya pada botol kita kasih air sabun ini fungsinya apabila lalat jantan sudah terpikat pada lalat betina dari sex pheromon maka lalat jantan akan memutar dalam botol dan tidak dapat keluar karena sudah mabuk kepayang setelah lelah terbang lalu akan jatuh kedalam air sabun, akibatnya lalat tidak bisa terbang karena sayap basah maka akan mti dengan sendirinya. Sebaiknya botol dicat kuning karena lalat lebih tertarik pada warna kuning. Setelah selesai pembuatannya , botol dipasang diantara tanaman cabai merah sekitar 20 cm diatas tanaman cabai. Hal perlu diperhatikan lagi adalah tiap 7-10 hari air sabunnya masih atau sudah habis kalau sudah habis di gani lagi dan Metyl Eugenol sehingga senantiasa bau lalat betina tercium diantara tanaman cabai merah.