Setelah jagung dipetik dilakukan serangkaian pekerjaan yang berkaitan, yang akhirnya produk siap disimpan atau dipasarkan. Proses yang dilalui itu merupakan proses pascapanen jagung yang merupakan kegiatan sejak pemanenan dari tongkol/ ontong basah sampai pipilan kering. Penanganan pascapanen merupakan salah satu mata rantai penting dalam usahatani jagung, sehingga harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip penanganan pascapanen yang baik (GHP) sehingga mampu menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan. Tahapan penanganan pasca panen jagung meliputi : 1) Pemanenan; 2) pengupasan, 3) pemipilan; 4) Pengeringan; 5) Penyimpanan dan 6) pengangkutan PemanenanPemanenan merupakan proses pelepasan tongkol jagung dari tanaman. Jagung dapat dipanen dalam bentuk tongkol tanpa kelobot dan dalam bentuk tongkol berkelobot. Waktu panen menentukan mutu biji jagung. Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat, kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas, butir jagung menjadi keriput. . Umur panen jagung berkisar antara 80 – 140 hari. Tanaman jagung yang telah berumur 7 – 8 minggu setelah keluar bunga pada umumnya telah mencapai kematangan biji sehingga sudah siap dipanen. Jagung yang siap panen ditandai dengan batang, daun dan kelobot yang mulai mengering, dan berwarna kecoklatan. Terdapat lapisan hitam pada pangkal biji lebih dari 50% merupakan ciri jagung telah masak fisiologis dan siap panen. PengupasanJagung hasil panen yang masih terbungkus kelobot, setelah dipanen sebaiknya jagung segera dikupas dan dibersihkan dari rambut jagung.Pengupasan dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembapan di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. PemipilanPemipilan merupakan kegiatan melepaskan biji jagung dari tongkol dan memisahkan kotoran dari jagung pipilan. Proses pemipilan dapat dilakukan dengan tangan, menggunakan alat sederhana dan mesin pemipil. Faktor penting yang harus diperhatikan dalam proses pemipilan adalah kadar air. Proses pemipilan dilakukan pada saat yang tepat yaitu kadar air jagung berkisar 17-20 %. Pemipilan dengan tangan sebaiknya dilakukan pada saat kadar air sebesar 17 %, dengan alat sederhana dilakukan pada kadar air sebesar 17 % untuk menghindari terjadinya peningkatan kerusakan mutu jagung, sedangkan jika dengan mesin pemipil, sebaiknya kadar air sebesar 12 %, sedangkan untuk jagung konsumsi kadar air biasanya 18 %. Proses pemipilan dengan mesin pemipil harus memperhatikan bentuk dan konstruksi gigi pemipil,jarak antara saringan dengan ujung gigi pemipil serta kecepatan putaran silinder pemipil. Dengan standar prosedur baku dalam kegiatan pemipilan menghasilkan produk biji yang berkualitas. PengeringanPengeringan merupakan upaya menurunkan kadar air biji jagung agar aman disimpan. Kadar air yang aman untuk disimpan berkisar antara 12 – 14 %. Pengeringan bisa tongkol dan pipilan. Pengeringan tongkol , pengeringan awal dimana kadar air diturunkan sekitar 18 – 20 % ,yang tujuannya untuk mempermudah pekerjaan. Jika tidak dikeringkan banyak butiran yang rusak, terkelupas kulit, terluka atau cacat dan pekerjaan agak lambat. Pengeringan pipilan, pengeringan akhir dimana butir-butir biji yang telah terpipil perlu mendapat pengeringan kembali dengan tujuan agar kadar airnya turun lagi dari 18 – 20 % menjadi sekitar 12 %. PenyimpananPenyimpanan biji jagung perlu memperhatikan kadar air yaitu dibawah 12 % dengan kelembaban maksimum 80%. Alat pengemas diusahakan rapat udara, ruangan tetap kering dan dingin. Penyimpanan dapat dalam karung atau penyimpanan bentuk curah atau bentuk lain.Untuk penyimpanan gabah dan benih dalam jangka waktu lama, penyimpan tertutup atau hermetic merupakan alternatif yang baik. PengangkutanPengangkutan meliputi kegiatan pewadahan atau pengemasan bahan dan pemindahan. Pada saat pengangkutan, karung harus bersih dan dijahit mulutnya. Tahan dalam penanganan baik waktu pemuatan dan pembongkaran,sehingga tidak terkontaminasi dengan kondisi luar dan tidak rusak. Penulis : Asia (Penyuluh BPPSDMP)Sumber informasi : dari berbagai sumber