Loading...

Penanganan Telur Konsumsi

Penanganan Telur Konsumsi
Penanganan Telur Konsumsi Agar peternak dapat menjual telur yang bermutu tinggi, maka peternak harus memproduksi telur yang tidak dibuahi dan bersih. Telur-telur yang telah dibuahi bila tidak sagera di dinginkan dan disimpan di tempat yang relative dingin, menyebabkan terjadinya cincin darah dari bibit yang mati, Karena itu jangan dibiarkan betina yang mengeram tinggal di dalam sangkar bertelur.Dengan menghasilkan telur-telur yang bersih, maka pencemaran oleh bakteri dapat ditekan. Bila telur kena tanah biasanya juga menjadi lembab, maka bakteri dari kotoran atau tanah yang melekat pada kulit telur dapat melewati kulit telur yang lembab itu.Agar supaya telur yang dihasilkan tidak banyak yang kotor, maka liter dari kandang petelur harus selalu kering dan sangkar bertelur harus selalu diberi litter sepanjang waktu.Sangkar bertelur juga harus cukup tersedia yaitu satu sangkar untuk 4 ekor petelur. Bila halaman bermain ayam dalam kandang becek, sebaiknya ayam tersebut dikurung. Pengumpulan telur yang dilakukan beberapa kali secara teratur setiap hari juga dapat mengurangi telur yang kotor. Hal yang perlu diperhatikan bagi peternak antara lain1. Pengumpulan telur dari kandang-kandang dilakukan 2 – 3 kali sehari.2. Pakailah keranjang kawat berlapis karet yang bersih dengan lubang-lubang pada dasar dindingnya.3. Letakkan telur ke dalam keranjang dengan hati-hati.4. jangan meletakkan telur dalam keranjang lebih dari tiga perempatnya.5. tempatkan telur dalam keranjang pada kamar penyimpanan yang dingin/sejuk dengan kelembaban tertentu. Selanjutnya diletakkan dalam tray atau rak khusus untuk telur bila tersedia , agar pergantian udara baik dan cepat menjadi dingin seperti temperature kamar.6. mengemas/mengepak telur-telur yang dengan bahan yang bersih dan sejuk.7. mengepak telur-telur yang bersih serta terpisah dari telur-telur yang kotor.8. bersihkan telur yang sedikit kotor secara kering. Membersihkan kulit telur Telur yang kotor harus segera dibersihkan pada hari pengumpulan telur dari kandang. Membersihkannya harus dilakukan dengan hati-hati agar kulit telur tidak rusak. Karena bila kulitnya rusak, akan memudahkan bakteri masuk ke dalam telur, akibatnya telur menjadi busuk.Ada dua cara yang biasa digunakan membersihkan kulit telur, yaitu dengan cara kering dan basah (pencucian) Membersihkan telur dengan cara kering, bersihkan telur dengan menggunakan wool besi, batu asah, kertas pasir (amplas). Pembersihan dengan cara ini lebih disukai, akan tetapi membutuhkan banyak waktu dan tenaga lagi pula sering terjadi penggoresan pada kulit telur tersebut. Mencuci telur, cara ini lebih menguntungkan karena lebih cepat, pengikisan kulit dapat dihindari, resiko pecah berkurang dan kulit telur bersih sama sekali dari kuman karena menggunakan detergen Cara pencucian :- Pencucian telur dilakukan pada hari pengumpulan telur.- Gunakan cairan hangat suam-suam kuku atau air yang temperaturnya lebih tinggi dari temperatur telur, supaya air tidak masuk ke dalam telur yaitu sekitar 37 – 39 0 c..- Gunakan detergen germisida misalnya Chlorine 200 – 500 ppm. Untuk tiap gallon (3,8 liter) larutan dapat mencuci 4 – 5 lusin telur kotor. NaOH dapat pula dipakai dalam air pencuci untuk membantu mencegah pencemaran bakteri, yaitu dengan penambahan 0,35 % NaOH. Untuk melindungi tangan terhadap reaksi larutan tersebut dapat dipakai sarung tangan. Telur tidak boleh dibiarkan dalam air pencuci dan air tersebut perlu diganti secara berkala untuk mencegah pencemaran.- Telur yang telah dicuci harus segera dikeringkan. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber bacaan : Direktorat Jenderal Peternakan. Jakarta