Loading...

Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu

Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu
Bertempat di Desa Bongomeme Kecamatan Dungalio Kabupaten Gorontalo, 1 Desember 2015 telah dilaksanakan salah satu kegiatan yaitu Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu dimana salah satu agendanya adalah penanaman padi secara serempak. Kegiatan ini dihadiri oleh ± 1000 orang yang terdiri dari Petani, Babinsa dan Penyuluh baik penyuluh PNS maupun penyuluh Swadaya serta stake holder terkait. Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu ini merupakan salah satu agenda kerja BPSDMP Kementrian Pertanian RI yang didukung oleh Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi Gorontalo yang di pimpin langsung oleh Dr. Alwarits Nggole, MP. , Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dan BP4K Kabupaten Gorontalo. Pencanangan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu turut dihadiri oleh Sekretaris BPSDMP Dr. Momon Rusmono, Kepala Pusat Penyuluh Pertanian, Asisten Teritorial Kodam VII Wirabuana, Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh Assisten I Bidang Pemerintahan, Pejabat Bupati Kab. Gorontalo, Pejabat Bupati Kab. Bone Bolango, Komandan Kodim 1304 Gorontalo, para Pimpinan SKPD Provinsi Gorontalo.Dalam sambutannya Kepala Pusat Penyuluhan BPSDMP yang diwakili Oleh Dr. Momon Rusmono "Gerakan pemberdayaan petani terpadu melalui penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, Kementrian Pertanian untuk 2015 – 2019 telah menetapkan pencapaian target swasembada pangan untuk 7 komoditas utama yaitu padi, jagung, kedelai, peternakan khususnya sapi, tebu, aneka cabe dan bawang merah. Namun bukan berarti komoditas yang lain tidak kita optimalkan. Tetapi Kementrian telah melakukan Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan PAJALE.Selanjutnya Kata Momon terdapat beberapa strategis untuk mencapai target-target untuk pembangunan pertanian. 1 Kementrian terus menerus akan melaksanakan rehabilitasi dan pengembangan jaringan irigasi baik primer, sekunder maupun tersier dimana pada tahun 2015 ini telah memperbaiki 26 juta Ha jaringan irigasi tersier. 2 Menyediakan benih/bibit bermutu antara lain melalui penambahan 1000 desa mandiri benih. 3 Kita terus menerus memperbaiki dan menyediakan distribusi terkait dengan pupuk bersubsidi. 4 mulai 2015 mencanangkan modernisasi pertanian karena kedepan lebih diutamakan tenaga kerja menggunakan alat mesin pertanian (alsintan)".Pada kesempatan ini dilakukan penanaman padi secara serempak dengan menggunakan Alsintan Transplanter yang tujuannya untuk mengurangi biaya produksi khusunya tenaga kerja serta mengurangi waktu penanaman, dan penyerahan 1 unit Traktor roda 4. Nasrun Napu, SP (Admin Provinsi)