Pencapaian Indeks Panen Dengan Tanam Gogo Rancah Tanpa Olah Tanah
Anak Ratu Aji, Kegiatan ini dilakukan di kampung sukajaya dihadiri seluruh pengurus kelompok tani beserta anggotanya dan seluruh penyuluh pertanian yang ada di Kecamatan Anak Ratu Aji, beserta Babinsa Kampung Sukajaya" gogo rancah tanpa olah tanah (TOT) mari kita canangkan kembali untuk mencukupi luas tambah tanam padi dikarenakan pada tahun ini mulai tanggal 30 April sampai 30 Oktober 2019 akan diadakan rehap irigasi maka daerah irigasi arah kampung sukajaya tidak mendapatkan jatah tanam gadu. Yang seharusnya pada tahun ini mereka mendapatkan jatah tanam gadu, dengan tanam gogo rancah tanpa olah tanah diharap mampu mencukupi jumlah produksi dikecamatan Anak Ratu Aji, khususnya di kampung Sukajaya." (Ujar KUPTD Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikurtura Bp.Agus Suharjo)Tujuan digerakkan budidaya padi gogo rancah tanpa olah tanah sebelum tanam padi MT I dan MT II dari irigasi teknis berharap dapat mencapai IP 300 padatahun yang akan datang dan IP 200 pada tahun ini dikarenakan ada rehap irigasi. Dengan program tanam gogo rancah tanpa olah tanah tersebut agar pasokan pangan dapat terpenuhi. "isi dari sambutan penyuluh pertanian kampung sukajaya bapak santoso".Budidaya gogo rancah tanpa olah tanah tidak banyak digemari masyaraakat tani dengan alasan pengendalian gulma yang membutuhkan biaya tinggi dan produksi lebih rendah dibandingkan tanam padi pada lahan sawah. Namuun pada saat ini pengendalian gulma pada gogo rancah tanpa olah tanah cukup dengn menggunakan herbisida khusus tanaman padi darat. Budidaya gogo rancah tanpa olah tanah ini selayaknya dibuat seperti padi di lahan sawah irigasi tehnis setelah air irigasi mengalir tanam padi gogo rancah tanpa olah tanah tetap di aliri selayaknya perawatan padi dilahan sawah dengan asumsi tanam lebih cepat dengan tanam gogo rancah tanpa olah tanah denganhasil yang sama dengan hasil lahan sawah.(penulis SANTOSO)