Penanganan panen dan pasca panen pada tanman jagung harus sangat diperhatikan karena penurunan hasil mutu dan hasil produksi terbasar terjadi disaat panen dan pasca panen. Harga tanaman jagung sangat tergantung dari perlakuakn panen dan pasca panen tanaman jagung. Sangat perlu pembelajaran dalam penangganan panen dan pasca panen yang baik dan benar. Kersus yang dilakukan di Desa Kwala Pangoh/ WKPP Kwala Pangoh pada hari Selasa tanggal 24 Oktober 2017 yang memberikan pembelajaran tentang bagaimana cara panen dan pasca panen yang baik dan benar, kegiatan jursus dipimpin oleh Sabda, SP dan di bantu oleh (Kepala BPP Serbajadi, Penyuluh PNS, Penyuluh THLTB).Petani Serbajadi masih kurang memahami tatacara panen dan pasca panen yang baik. Kerusakan yang umum terjadi waktu panan dan pasca panen antara lain: BENTUK KERUSAKAN BIJI JAGUNGa. Rusak FisikBerupa kerusakan endosferm, terutama disebabkan sering terjadinya perubahan kadar air, perubahan kadar air disebabkan oleh cuaca seperti panas, hujan, pergantian siang dan malam. Butir retak dalam proses selanjutnya dapat menjadi butir pecah, juga dapat disebabkan oleh proses pemipilan dengan menggunakan alat pemukul atau mesin perontok yang kurang sempurna.b. Rusak BilogisDisebabkan oleh kegiatan selama penyimpanan seperti hama, jamur, dan mikroba. Padaserangan hama sebagian endosferm dimakan dan sisanya berupa butir berbetuk biji cacat. Biji cacat mudah mengalami oksidasi asam lemak, menghasilkan asam lemak bebas dan memberikan bau tidak enak. Hama tikus merupakan sumber kontaminasi jagung yang berupa bulu dan kotoran sehingga mutu jagung menjadi rendahc. Rusak KimiaDisebabkan adanya dekomposisi kimia selama penyimpanan, seperti penurunan kadar karbohidrat, protein, dan lemak karena metabolisme baik oleh serangga dan mikroba maupun oleh biji-bijian yang disimpan. Rusak kimia tidak dapat diamati secara visual. Secara visual, jagung sudah siap dipanen bila :1. Batang, daun dan kelobot berubah menjadi kuning atau telah mengering,2. Klobot kering berwarna kuning dan bila dikupas biji mengkilap,3. Bila biji ditekan dengan kuku tidak berbekas,4. Terdapat bintik hitam pada bagian biji yang melekat pada tongkol CARA PANEN1. Panen dilakukan pada kadar air 17-18%2. Sebelum dipanen dapat dilakukan pemangkasan batang bagian atas untuk menurunkan kadar air tongkol disertai dengan pengupasan klobot sebagian atau seluruhnya3. Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan memutar tongkol berikut kelobotnya, atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. Pada lahan yang luas dan rata pemanenan sangat cocok bila menggunakan alat mesin Setelah penen jagung kemudian dilakukan perlakuan hasil antara lain:1. Pemisahan tongkol dilakukan untuk memisahkan tongkol yang baik dan kurang baik. Dengan tujuan menghindari Penularan Hama Penyakit, menjaga Kualitas Jagung Pipilan Yang Dihasilkan, dan memudahkan penanganan selanjutnya.2. Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. Pengupasan dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. 3. Pengeringan merupakan kegiatan kritis selama urutan pemanenan pengeringan yang kurang baik mengakibatkan turunnya mutu jagung antara lain: Menurunkan kadar air biji sehingga aktivitas biologis terhenti dan mikroorganisme serta serangga tidak bisa hidup di dalamnya, Meningkatkan daya simpan biji jagung, Pengangkutan lebih ringan, sehingga biaya pengangkutan dapat dikurangi, Khusus untuk jagung yang akan digunakan sebagai benih, pengeringan dapat meningkatkan Viabilitas benih (tingkat pertumbuhan benih), Meningkatkan nilai ekonomi jagung, Menghindari kontaminasi biji jagung dari cendawan Aspergilus flavus yang dapat meningkatkan aflatoxin ambang batas Aspergilus flavus menurut FAO 30 (pbb).4. Pemipilan yang bertujuan Memisahkan biji dari tongkol dengan dua cara yaitu, ;Tradisional1. Kerusakan rendah2. Dapat memilih yang rusak3. Kapasitas rendah Mekanis1. Kerusakan biji relatif lebih besar2. Kapasitas produksi relatif tinggi3. Kehilangan hasil relatif lebih besar PENYIMPANANTanaman Penyimpan merupakan hal penting bagi tanaman jagung karena bisa mempertahankan hasil produksi. Sehingga harus strategis dan diperhatikan. PENGENDALIAN HAMA JAGUNG PASCA PANEN1. Usahakan agar jagung yang akan disimpan bebas dari hama dan penyakit.2. Kadar air jagung yang akan disimpan maksimal 12%.3. Usahakan tempat penyimpanan jagung kedap udara.Apabila perlu dilakukan tindakan lanjut dengan cara pengendalian dengan menggunakan insektisida, yaitu untuk :1. Penyemprotan bangunan dan karung tempat penyimpanan.2. Pencampuran dengan insektisida.3. Fumigasi Kursus di Desa Kwala Pangoh berjalan denga lancar, hal ini tidak terlepas dari koordinasi petani dengan penyuluh dan monitoring dan evaluasi kepala BPP Serbajadi Jumali, SP yang bertujuan meningkatkan produksi tanaman jagung. Penulis: Ade Alavan, SP, sabda, SP, Admin Cyber Extention.