Loading...

PENERAPAN PHT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT WHITE TIP (Aphelenchiodes besseyi Christie.) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa Linn.

PENERAPAN PHT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT WHITE TIP (Aphelenchiodes besseyi Christie.) PADA TANAMAN PADI  (Oryza sativa Linn.
PENERAPAN PHT DALAM PENGENDALIAN PENYAKIT WHITE TIP (Aphelenchiodes besseyi Christie.) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa Linn.) Pengendalian penyakit white tip pada tanaman padi dapat dilakukan dengan metode disinfestasi benih (Seed disinfestation). Disinfestasi benih dapat dilakukan dengan menggunakan air hangat atau dengan cara kimiawi. Untuk perlakuan air hangat, benih yang akan ditanam terlebih dahulu direndam dalam air hangat dengan suhu air 55-61 ºC selama 10-15 menit. Metode ini dilaporkan efektif untuk mengendalikan nematoda A.besseyi Christie. (Todd & Atkins, 1959). Selain itu, perlakuan pada tanah (soil treatment) dan penggunaan varietas tahan juga dapat menekan populasi nematoda A.besseyi Christie. EPPO mengungkapkan bahwa penerapan nematisida juga baik dilakukan sebagai semprotan daun atau sebagai perawatan tanah, dapat mengurangi populasi nematoda dan cukup untuk mencegah gejala penyakit white tip. Untuk tujuan karantina tumbuhan di Internasional Rice Research Institute benih direndam di dalam air dingin selama 3 jam dan selanjutnya ke dalam air panas pada suhu 52–57oC selama 15 menit. Perendaman dengan air dingin dimaksudkan untuk mengaktifkan nematoda yang dorman di dalam benih padi, sedangkan perendaman dengan air panas dimaksudkan untuk mematikan nematoda. Dengan melokalisasi tempat penyemaian benih dapat mencegah berkembangnya nematoda tersebut pada pertanaman. Sebelum bibit dipindah ke lokasi pertanaman, dapat diseleksi terlebih dahulu bibit yang terserang dan dimusnahkan. Kemudian lokasi penyemaian harus diberakan dan air yang ada di lokasi persemaian dicegah agar tidak mengalir ke lokasi pertanaman atau lokasi persemaian lain sehingga perkembangan nematoda parasit dapat dicegah dan tidak terbawa pada produksi benih selanjutnya. Lokasi bekas pertanaman yang terserang A. besseyi harus diberakan dan tidak ditanam dengan tanaman yang menjadi inangnya. Nematoda parasit Aphelenchoides besseyi tidak hanya terdapat pada padi tapi juga dapat memarasit tanaman lain seperti tanaman rumput-rumputan, ubi-ubian seperti talas dan beberapa tanam hias antara lain bunga krisan, bunga sedap malam (Poliathes tuberosa) dan juga tanaman buah seperti stroberi (Nurhayati, 2010).Belum banyak penelitian mengenai pengelolaan dengan konsep PHT penyakit pucuk putih pada tanaman padi khususnya penelitian di Indonesia, dikarenakan penyakit ini merupakan penyakit baru untuk tanaman padi di Indonesia yang ditemukan baru-baru ini di Bogor dan dinyatakan sebagai OPTK A2 yang artinya OPT yang sudah ada di Indonesia namun hanya terdapat dibeberapa wilayah salah satunya adalah Jawa Barat, Bogor. Untuk itu informasi mengenai pengendalian serta pengelolaan white tip khususnya secara terpadu yang ditampilkan pada paper ini hanya berdasarkan pada beberapa penelitian yang penulis kutip berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia khususnya di Bogor dan beberapa penelitian dari luar negeri agar menjadi bahan pertimbangan dan pelajaran mengenai pengelolaan white tip secara terpadu dan efektif agar nematoda ini tidak menjadi OPTK A1 dan tidak menjadi penyakit penting pada tanaman padi di Indonesia.Beberapa penelitian mengenai tindakan pengelolaan penyakit white tip seperti yang dilaporkan oleh Osei dan Asante (2006) dengan melakukan penelitian mengenai pengelolaan A.besseyi di Ghana yang dilakukan secara botani menggunakan beberapa tanaman antara lain biji mimba (Azadirachta indica), lada (Capsicum frutescens cv. Legon 18), abu kayu 15 g/kg, dibandingkan dengan nematisida karbofuran juga dengan dosis 15 g/kg sebagai balutan pada benih padi (seed dressing treatment). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa populasi nematoda A.besseyi pada biji padi secara signifikan pada taraf 5% dapat berkurang dengan perlakuan bubuk lada (83,5%), dibawahnya adalah biji mimba (82,4%), abu kayu (71,7%), dan karbofuran (77,6%), dapat dilihat pada tabel di bawah yang memperlihatkan bahwa jumlah nematoda/100 biji padi mulai berkurang pada perlakuan lada dengan rata-rata sekitar 7 ekor (menurunkan populasi nematoda A.besseyi sebesar 83,5%).