PENERAPAN TEKNOLOGI PEMANGKASAN TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L) DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKSI I. JENIS-JENIS PEMANGKASAN A. Pemangkasan bentuk Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk kerangka (Frame) tanaman yang baik. Waktu pemangkasan yang baik adalah waktu tanaman kakao muda telah membentuk jorget dan cabang-cabang primer sampai tanaman memasuki fase produktif. Pemangkasan bentuk dilakukan dengan cara sebagai berikut, 1) memotong cabang primer (lazimnya 4-6 cabang) hingga tersisa tiga cabang yang tumbuh sehat dan arah simertris, 2) membuang cabang sekunder yang tumbuh terlalu dekat dengan jorget (berjarak 40-60 cm) 3) mengatur cabang sekunder berikut tidak terlalu rapat satu sama lain dengan membuang cabang-cabangnya, 4) jangan memotong ujung cabang primer agar tajuk kakao dapat segera saling menutupi, 5) memotong cang-cabang yang tumbuh meninggi untuk membatasi tinggi tajuk kakao hingga tinggi tanaman hanya 4-5 mB. Pemangkasan Pemeliharaan Pemangkasan pemeliharaan bertujuan mempertahankan kerangka tanaman yang sudah terbentuk; mengatur penyebaran daun produktif baik; membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki, cabang patah dan tunas air. Disamping itu, juga merangsang pembentukan daun baru, bunga, dan buah. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan sebagai berikut, mengurangi sebagian daun yang rimbun ditajuk tanaman dengan cara memotong ranting-ranting yang terlindung dan menaungi, memotong cabang yang ujungnya masuk kedalam tajuk tanaman didekatnya dan diameter kurang dari 2,5 cm dipotong, mengurangi daun yang menggantung dan menghalangi aliran udara di dalam kebun hingga cabang kembali terangkat, pemangkasan ini dilakukan secara ringan disela-sela pemangkasan produksi dengan frekwensi 2-3 bulan menurut kegiatan faritas/klon dan jarak tanamC. Pemangkasan Produksi Tujuan pemangkasan produksi adalah memacu pertumbuhan bunga dan buah. Pemangkasan ini dilakukan sebagai berikut, memotong cabang yang tumbuh meninggi (lebih dari 3-4 m), memangkas ranting dan daun hingga 25-50 %, setelah pemangkasan produksi tersebut, tanaman kakao akan bertunas intensif dan setelah daun dan tunasnya menua, tanaman akan segera berbunga II. TUJUAN PEMANGKASAN Tujuan pemangkasan adalah, 1) Memperolah kerangka dasar (Frame) tanaman kakao yang baik sebagai pendukung mahkota tanaman, 2) Mengatur penyebaran cabang dan ranting serta daun-daun produktif pada mahkotan tanaman dapat merata, 3) Membuang bagian bagaian tanaman yanag tidak dikehendaki misalnya: tunas air, cabag yang sakit, mati, patah saling bergesekna dan lain-lain, 4) Merangsang tanaman membentuk organ baru, yaitu cabang, ranting, daun yang lebih produktif, 5) Mengurangi kelembaban kebun untuk mencegah serangan hama dan penyakit, 6) Mendorong dan meningkatkan tanaman untuk berproduksi secara optimum. III. PERINSIP PEMANGKASAN Prinsip dasar pemangkasan adalah ”Memangkas secara ringan tetapi sering”. Berat ringannya pangkasan terletak pada ukuran ranting yang dipotong dan jumlah daun yang diturunkan. Tidak melakukan pemangkasan jika tanaman kakao berbunga banyak atau sebagian besar ukuran buahnya masih kecil. Benar tidaknya pemangkasan kakao hanya dapat dirasakan, sehingga diperlukan pengalaman yang banyak. Oleh : Ermanita, S.ST PPL Aceh Barat Daya