Penerapan Teknologi Sistem Tanam Padi Jajar Legowo (Jarwo) Pada Tanaman Padi Sawah( Kelompok Tani Mandiri Tani Desa Parbaju Toruan Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara )olehHarpen Jusup Purba SPPPL THL TBPPAngkatan II Abstrak Penulisan Artikel ini bertujuan untuk membantu Petani dalam Penerapan Teknologi Sistem Pertanaman Padi Sawah dengan menggunakan teknologi Jajar Legowo untuk meningkatkan Produksi dan Produktivitas Tanaman Padi Sawah. Pendahuluan Pangan merupakan kebutuhan yang utama. Ancaman kekurangan pangan merupakan hal yang sangat serius, untuk mengatasi permasalahan ini Pemerintah melalui Kementerian Pertanian melaksanakan Program Upaya Khusus ( UPSUS ) Tanaman Padi, Jagung dan Kedele .Yang kita bahas dalam hal ini adalah peningkatan hasil dari komoditi Tanaman Padi Sawah yakni Produksi Beras Nasional. Sisitem Jajar Legowo (Jarwo ) adalah Pola Bertanam yang berselang-seling antaradua atau lebih, biasanya Jajar Legowo ( 2 : 1 ) dan ( 4 : 1 ) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo berasal dari Bahasa Jawa yaitu kata “ lego” berarti Luas dan “ dowo “ berarti memanjang. Legowo juga diartikan pula sebagai cara tanam Padi sawah dengan memiliki beberapa barisan dan diselingi satu baris kosong ( suharjo 2011, Sistem Tanam Jajar Legowo ). Hal ini juga di tindak lanjuti oleh Departemen Pertanian melalui pengkajian dan Penelitian menjadi rekomendasi atau anjuran untuk diterapkan oleh Petani ( Balai Besar Pelatihan Pertanian, 2013 ). Menurut Sembiring ( Sistem Tanam Legowo, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian 2001 ) Sistem Tanam Legowo merupakan slah satu komponen PTT pada Padi sawah yang apabila dibandingkan dengan system tanam lainnya memilikikeuntungan yaitu menambah populasi tanaman 30 %, mempermudah pemeliharaan, mengurangi serangan Hama, menghemat Pupuk, optimasi pemanfaatansinar Matahari, teknologi inilah yang mau kita suluhkan kepada Petani dalam hal meningkatkan pendapatannya. Tahun 2017 saya Harpen Jusup Purba, SP. PPL THL TBPP angkatan II, mendapat SK penugasan untuk membina Desa Parbaju Toruan Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara dimana di Desa tersebut terdapat 8 Kelompok Tani sebagai kelembagaan Petani di Desa, saya melapor kepada Bapak Kepala Desa memperkenalkan diri dan memberi SK penugasan sebagai PPl di desa tersebut saya berkeliling Desa, dan bertemu dengan para Petani/ KelompokTani dan menghimpun beberapa masukan dan data, ada 38 Ha luas lahan sawah dan juga dialiri saluran Irigasi sekunder yang bernama saluran irigasi hasak 1, melihat potensi ini saya simpulkan bahwa desa ini memiliki potensi Pengembangan Pertanaman padi sawah dengan menggunakan teknologi Jarwo. Program nasional UPSUS PAJALE merupakan tugas yang harus diemban PPL sebagai ujung tombak pelaksana Pembangunan Pertanian, tapi dalam hal ini kita hanya membahas Program peningkatan Produksi padi dengan menggunakan teknologi jajar legowo demi meningkatkan Produksi dan Produktivitas dalam hal pemenuhan kebutuhan beras nasional yang merupakan NAWACITA bapak Presiden Republik Indonesi Bapak Joko Widodo dalam mewujudkan Kedaulatan Pangan. Bagai gayung bersambut, hal ini juga tertuang dalam Visi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dibawah Pemerintahan Bapak Drs. Nikson Nababan, MSi. Yaitu “ Menjadikan Kabupaten Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan”. Untuk mensukseskan Visi tersebut Pemerintah kabupaten Tapanuli utara membuat langkah yang tertuang dalam Misi yakni :1. Pemberian Bantuan berupa Alat Mesin Pertanian2. Pemberian bantuan Pupuk Bersubsidi Bayar Pasca Panen3. Pemberian Bantuan Benih Padi Kepada Kelompok Tani, untuk kecamatan tarutung Padi Varietas Inpari 28.4. Pelatihan bagi Petugas PPL dan Pengurus KelompokTaniIni artinya bahwa pemerintah sangat serius dalam mensukseskan Program Pembangunan Pertanain tersebut. Metode Penerapan Metode yang kita lakukan adalah metode Latihan di Kantor BPP, Kunjungan ke Kelompok Tani ( Kantor Kepala Desa sebagi POS LUH DES , rumah pengurus kelompok tani dan Supervisi.Melalui pertemuan Kelompok tani di Desa kita membuat Penyuluhan dengan materi yang kta bawakan adalah Sistem pertanaman Padi sawah Dengan Teknologi Jajar Legowo, dengan kerja keras dan bimbingan dari Bapak Koordinator BPP tarutung dan juga kerja sama dengan kelompok tani dan petani yang ada di Desa akhirnya Kelompok tani Mandiri Tani Sisangkae Desa Parbaju Toruan mau melaksanakan kegiatan tersebut yakni melaksanakan kegiatan IP 2 dimana untuk luas lahan yang kita jadikan penerapan teknologi Jarwo adalah 2 Ha sementara yang 8 Ha sebagai kontorl pembanding dengan menggunakan teknologi tradisional atau pun konvensional, untuk lahan yang sisa adalah untuk pertanaman cabe merah. Untuk mensukseskan program tersebut kita melakukan pendampingan dan pengawalan kepada petani, unutk pengolahan lahan sawah dengan menggunakan traktor mini roda 4 untuk olah tanah 1 dan 2 dan juga memberi bantuan Benih padi varietas 28 melalui dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli utara. Bersama dengan petani, kita sosialisasikan cara menyemai yang baik, ada pun langkah –langkah yang kita lakukan adalah :1. Ambil wadah ember yang di isi air bersih + garam + pupuk organic cair lalu tuangkan benih kedalam wadah tersebut, kita pisahkan benih yang mengambang diatas permukaan air kita buang sedangkan benih yang terbenam di dalam ember kita rendam 1 x 24 jam , tujuan nya agar kita memperoleh benih yang baik untuk kita semai2. Setelah di rendam, Benih Padi dimasukkan kedalam karung plastic untuk di kering anginkan3. Wadah semai yang disiapkan telah di beri komos dan telah disterilkan lebih dahulu4. Tabur benih Padi secara merata lalu tutup dengan plastic.Setelah semai berumur 7 hari setelah semai, kita membuka plastic penutup lalu kita semprot semai dengan menggunakan pupuk organic cair, setelah semai berumur 21 hari setelah semai bibit Padi telah siap di pindah tanam ke lahan sawah yang sudah kita olah.Sebelum kita bertanam kita melakukan beberapa hal ;1. Melakukan pembuangan air sambil memungut hama keong mas yang ada di lahan2. Meratakan permukaan Tanah sebaik mungkin3. Memberi pupuk dasar yakni SP 36 atau TSP4. Membuat garis tanam yang lurus sesuai tipe jajar Legowo yang kita inginkan menggunakan tali yang di bentang dari ujung ke ujung lain buat larik jarwo dengan menggunakan alat Jarwo yng kita rakit yang terbuat dari pipa atau pun bambu dengan ukuran yang sudah di tentukan Untuk tahap penanaman pada teknologi Jarwo yang perlu kita perhatikan adalah :1. Penggunaan Bibit yang bermutu dengan tingkat daya tumbuh > 90%2. Menggunakan 1 – 3 bibit per lubang tanam3. Jarak antara tanaman padi dengan legowo 2 : 1 atau 4 : 1Selanjutnya untuk tahap pemupukan, kita melakukan pemupukan berimbang, pemupukan susulan pertama (I) kita beri pupuk Urea separuh, pupuk NPK separuh darijumlah pupuk keseluruhan yang akan di beri sebagai kebutuhan tanaman Padi yang di tabur setelah Padi berumur 2 minggu atau 14 hari setelah tanam, lalu di berikan pemupukan susulan ke dua (II) biasanya setelah fase Generatif, biasanya tanaman padi berumur 45 – 60 hari setelah tanam dan biasanya setelah dilakukan penyiangan. Petani memupuk padi dari jarak tanam yang sudah di kosongkan.Pada tahap penyiangan kita melakukan : 1. Penyiangan dengan menggunakan cangkul kecil ( alat yg biasa di pakai si petani )2. Penyiangan kita lakukan satu arahPada tahap pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman kita melakukan hal – hal berikut : 1. Pengendalian Hama terpadu dengan cara monitoring hama dan kerusakan tanaman sehingga penggunaan teknologi pengendalian OPT pada seluruh bagian tanaman2. Melakukan penyemprotan insektisida dalam pengendalian OPT3. Penyemprotan di lakukan dari arah kiri dan kanan4. Membersihkan pematan sawah dan sanitasi lingkungan untuk mengurangi serangan Hama Tikus5. Untuk pengendalian Hama Keong Mas dengan cara membuat Parit keliling, untuk mencegah keong bertelur di rumpun Padi kita gunakan kayu atau bamboo yang kita tancapkan di lahan sawah, dengan harapan agar keong berteluh di kayu tersebut dan teluh keong mas tersebut bisa kita ambil untuk dijadikan pakan ikan di kolam. Setelah malai tanaman Padi sudah keluar kita harus persiapkan diri dalam hal pengendalian serangan hama burung, walang sangit, tikus dan hama lain nya, untuk pengendalian hama burung ada yang menggunakan jaring/jala, dan bisa juga dilakukan dengan penyemprotan insektisida Botanik bahan aktif Benzokarbonil 20 % yang dapat mengusir hama burung, tikus dan juga walang sangit dan OPT lainnya.Panen Panen Padi dilakukan setelah padi sudah kelihatan matang yakni Padi telah menguning secara keseluruhan atau umur tanam Padi telah berumur 95 – 105 hari setelah tanam, untuk alat Pemanen kita menggunakan Combine Hardvester, dan ada juga yang menggunakan sabit bergerigi. Pasca Panen Setelah Padi di rontokkan kia melakukan penjemuran Padi di Lantai Jemur yang sudah kita siapkan, biasanya di jemur kering hingnga kadar rendemen nya 15 – 13 % ini di sebut Gabah kering Simpan dan juga bisa langsung di giling sesuai kebutuhan si Petani. Pada saat Pemanenan Padi kita melakukan pengubinan terlebih dahulu yang kita laksanakan bersama pihak BPS mantis Kecamatan Tarutung, Koordinator BPP, rekan – rekan PPL, Babinsa dan di saksikan oleh Petani. Dari hasi ubinan di peroleh dengan menggunakan teknologi Jarwo bisa mencapai 7 - 7.5 ton / Ha di lahan anggota kelompok tani Mandiri Tani, sedangkan hasil ubinan dari yang ditanam secara tradisional hanya 6 – 6.5 ton /Ha, artinya Dengan menggunakan Teknologi Jajar Legowo bis a meningkatkan hasil prodiksi Padi. Demikian tulisan artikel ini kita perbuat, kiranya dapat bermanfaat menjadi bahan referensi bagi Petani yang ada di kelompok Tani Mandiri Tani dan Petani yang ada di Desa Parbaju Toruan dan semua Petani Tanaman Padi sawah yang ada di Kecamatan Tarutung. Horas….horas Horas…