Ubi kayu termasuk salah satu makanan pokok yang sering kita jumpai sehari-hari. Dengan makin maraknya penanaman ubi kayu dikarenakan kebutuhan tepung yang semakin meningkat. Penerapan teknologi ubi kayu ditingkat lapang perlu diterapkan dengan tepat dengan menerapkan paket teknologi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Umumnya, budidaya singkong alias ubi kayu alias ketela pohon yang biasa dilakukan petani kita hanya menghasilkan singkong segar seberat 25-40 ton perhektar permusim tanam. Padahal kalau teknologi budi daya ubi kayu diterapkan dengan baik, hasilnya bisa mencapai di atas 60 ton, (contohnya kalau menggunakan varian I). Jadi jika ingin mendapatkan hasil yang jauh lebih baik, maka Penerapan teknologi harus dilakukan dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:1. Menyiapkan bibitBibit yang baik itu tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Posisinya ada di 30 cm di atas titik tumbuh tunas dan 30 cm di bawah tangkai daun yang masih lengket saat singkong dipanen. Diameter antara 1-2 inch. Panjang stek sekitar 25 cm. Mata tunasnya rapat, 7-10 mata tunas perstek. Bibit masih segar ditandai dengan kulit dalam yang masih hijau dan keluar getah jika kulit dikelupas. Jika Bibit berupa stek diambil dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari 7 bulan namun kurang dari 14 bulan.Stek yang digunakan adalan bagian tengah batang yang bagus. Pucuk yang masih muda (sekitar 50 cm) dan pangkal yang terlalu tua (sekitar 20 cm) sebaiknya tidak digunakan untuk stek. Batang dipotong-potong untuk stek normal panjang stek sekitar 15 – 25 cm. Apabila terpaksa menggunakan batang yang terserang hama / penyakit, maka stek perlu direndam atau disemprot dalam pestisida sebelum ditanam. Bibit sebaiknya diambil dari Varietas Unggul. Dalam memilih varietas tentunya disesuaikan tujuannya. Ada Singkong gajah ada singkong borneo, singkong gajah adalah jenis singkong makan, sedangkan singkong borneo adalah jenis singkong racun, yang dimanfaatkan untuk pembuatan tepung tapioka.2. Menyiapkan lahan.Jenis tanah yang baik adalah tanah darat lempung berpasir, hitam humus sampai kuning berpasir. Singkong membutuhkan tanah yang gembur dan subur agar umbi yang dihasilkan bisa maksimal ukurannya selain kualitasnya, untuk itu sebelum menanamnya, tanah harus dicangkul terlebih dahulu. Lakukan pengolahan tanah di awal musim penghujan karena pada awal pertumbuhan, ubikayu memerlukan air yang cukup. Oleh karena itu apabila tidak menggunakan irigasi waktu tanam sebaiknya dilakukan pada musim hujan. Atau bisa juga dengan menggunakan teknik gundukan tanah memanjang. Letakkan sampah daun yang nantinya akan berfungsi sebagai pupuk alami di dalam gundukan tanah yang dibuat tadi. Jangan lupa membuat jalan air antara gundukan yang satu dengan lain agar tanah gundukan untuk menanam ubi kayu tidak terendam air, karena tanaman singkong tidak tahan terhadap rendaman air. Lahan juga harus bebas naungan. Lahan juga harus bebas dari terpaan angin kencang sepanjang tahun. Stek ditanam dengan ditancapkan ke dalam tanah sekitar 3-5 cm. Posisi stek jangan sampai terbalik. Tanamkan stek sepertiganya. Tegak lurus, jangan miring-miring. Bekas keratan kulit stek harus terbenam semua.Jarak tanam yang umum digunakan adalah 80 x 70 cm atau 100 x 70 cm tergantung varietas. Dengan jarak tanam ini populasi mencapai 13.000 – 17.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang lebih rapat biasanya menghasilkan umbi-umbi yang lebih kecil-kecil walaupun produksi per hektarnya tidak berkurang. Gunakan tali ini sebagai alat pengatur jarak titik tanam. Lorongan jarak yang 1,5 meter itu membujur Timur-Barat. Penanaman harus dilakukan saat musim hujan sudah masuk.3. Pemeliharaan Selesai tanam, langsung dipupuk dengan NPK Phonska 100 gr/batang. Pupuk ditabur keliling stek jarak 5 cm sampai 20 cm. Pemupukan dilakukan sore hari di atas jam 16.00. Pada umur 1 bulan tunas-tunas yang berlebih dibuang/dipreteli, dan tunas sebaiknya disisakan 2 tunas yang paling baik jika tujuan penanaman adalah untuk perbanyakan bibit dan produksi. Namun kalau tujuannya hanya untuk produksi, sebaiknya disisakan 1 tunas saja. Tinggalkan tunas yang sehat dan bagus. Utamakan memelihara tunas yang tumbuh di sebelah atas. Pada umur 2 bulan, lakukan pemupukan kedua yang jumlah dan caranya sama seperti pemupukan pertama. Hanya saja jarak tebar diperlebar hingga 30 cm dari titik tanam. Aplikasi pupuk cair yang disemprotkan akan cukup membantu. Bisa memakai Gandasil A atau jenis lain. Kandungan hara mikronya akan menambah tinggi produksi. Dosis dan waktu aplikasi bisa dilihat di brosur produk masing-masing. Umur 3 bulan lakukan pemupukan ketiga. Sama seperti pemupukan kedua, hanya saja jarak tebar diperlebar hingga 40 cm dari titik tanam. Selesai memupuk lakukan pendangiran dan pembumbunan. Tinggi pembumbunan hingga stek menjadi terbenam setengahnya atau sekitar 12-13 cm. Jika sejarah tanah pernah terserang jamur upas, maka aplikasikan dolomit kembali 3 ton per hektar. Umur 5 bulan lakukan pemupukan ke empat dengan ZA 50 gram per batang. Jika ada serangan kutu kebul atau kutu putih, semprot dengan insektisida Decis atau Matador atau jenis lain yang berspektrum luas. Kondisi lahan ubi kayu sekitar dari awal tanam sampai umur sekitar 4,5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan dari sumber air yang terdekat. Pengairan dilakukan pada saat musim kering dengan cara menyiram langsung, akan tetapi cara ini dapat merusak tanah. Sistem yang baik digunakan adalah sistem genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan.Penyiangan dilakukan sedikitnya 1 – 2 kali, sehingga tanaman bebas gulma hingga umur 3 bulan. Pada umur 2 – 3 bulan perlu dilakukan pembubunan. Dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman, sebaiknya menggunakan pestisida organik. Ada pestisida organik yang sebaiknya dapat disemprotkannya sebelum tanaman terserang hama ataupun penyakit (misalnya pestisida organik nasa yang berupa pestona + aero-810).4. PanenUmur panen ubi kayu bervariasi menurut varietasnya. Untuk varietas Genjah Umur panen tanaman ubi kayu telah mencapai 6–8 bulan, untuk varietas Dalam 9–12 bulan. Adapun ciri-ciri ubi kayu sudah siap dipanen sebagai berikut: saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang, warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. Sepuluh hari sebelum panen, potong batang singkong setinggi 30 cm. Simpan batang singkong di tempat yang teduh 100%, untuk dijual dan atau untuk penanaman berikutnya. Perlakuan ini dipercaya meningkatkan bobot singkong hingga 8 persen. Pemanenan dilakukan pada umur 11 bulan sesudah tanam. Pengolahan tanah kembali dianggap makan waktu satu bulan, hingga musim tanam akan tetap sama sepanjang tahun. Demikian langkah-langkahnya, jangan sampai tanaman singkong dibiarkan saja tanpa pemeliharaan, apalagi tanpa dipupuk. Dengan mengikuti langkag-langkah ini niscaya mampu meningkatkan produksi.Penyunting:Yulia Tri SEmail:yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumberhttp://www.kompasiana.com/bangpilot/langkah-langkah-budidaya-singkong-hasil-luar-biasa_56c3300a917a61f50a6de53ahttp://peuyeumcipatat.blogspot.co.id/2013/05/tsips-cara-menanam-singkong-yang-benar.html