PENGAMBILAN UBINAN JAGUNG HIBRIDA BERSAMA KELOMPOKTANI PUTRA HALOA
Pengambilan ubinan jagung hibrida bersama kelompoktani Putra Haloa, Desa Pahola, Kecamatan Wanukaka Kab. Sumba Barat yang di fasilitasi oleh penyuluh BPP Wanukaka dengan luas hamparan 12 ha, komoditas jagung hibrida, varietas Bisi 2, umur panen ± 97 hst , hasil ubinan diperoleh provitas 7.8ton/Ha dengan kadar air panen 20 % dan harga jual ditingkat petani Rp. 6000/kg maka kesimpulan yang diambil perlu dilakukan peningkatan dalam usaha tani dengan rekomendasi yang diberikan 1). Gunakan selalu benih unggul hibrida, 2). Pengolahan yang baik, 3). Cara pertanaman yang benar, 4). Pemupukan tepat waktu dan dosis, 5). Pembesihan Gulma, 6). Pengairan dan Drainase yang baik, 7). Pengendalian Hama dan Penyakit, 8). Cara panen dan Pasca Panen yang tepat. Panen Jagung siap dipanen jika klobat mengering dan berwarna coklat muda, biji mengkilap, dan bila ditekan dengan kuku tidak membekas. Pasca Panen Pengeringan Tongkol jagung dikeringkan secara alami dengan sinar matahari dan membutuhkan waktu 3-4 hari. Pemipilan Tongkol yang telah kering dipipil secara manual. Penyortiran Tujuan penyortiran untuk menghindari serangan jamur, hama selama dalam penyimpanan dan meningkatkan kualitas hasil panen. Oleh : RIDWAN REPI,SST Penyuluh Pertanian BPP Kalimbu Kuni Kec.Kota Waikabubak – Kab. Sumba Barat